Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Inilah kabar Gaza, saat ini....

Inilah kabar Gaza, saat ini....

Gaza-KoPi|Sudah enam bulan lamanya penembakan Israel di Gaza berakhir. Dunia tidak menutup mata terhadap Gaza. Sebuah Komite Darurat Bencana ActionAid membantu korban Gaza. Mereka memulihkan taruma anak-anak Gaza agar bisa meneruskan hidup mereka kembali.

Konflik yang terjadi selama 50 hari dari 7 Juli dan 26 Agustus 2014 itu  telah menghancurkan tatanan Gaza dari berbagi aspek kehidupan.

2205 Palestina (1,483 warga sipil) dan 71 warga Israel (4 warga sipil) tewas. Lebih dari seperempat korban dari warga sipil adalah mahasiswa.Diperkirakan 14.000 rumah hancur. Sekitar setengah juta warga Palestina mengungsi dan 108.000 tunawisma.

Cerita Mahmoud



Mahmoud (10) satu dari ribuan anak-anak yang hidupnya telah hancur. Rumahnya telah menjadi puing-puing. Harta bendanya telah ludes. Teman-temannya meninggal. Satu-satunya harta bendanya adalah gitar.

"Saya suka bermain gitar karena musik membawa jauh dari kehidupan"

Mahmood mulai bermain gitar lima tahun yang lalu. Sebuah gitar hadiah ulang tahunnya yang kelima. Dia ingin menjadi seorang musisi, seperti idolanya Mohammed Assaf yang memenangkan Arab Idol.

Meskipun penembakan berakhir enam bulan yang lalu. Trauma masih melekat pada anak-anak seperti Mahmoud.  Pengalaman pahit yang akan mereka kenang.

Itulah sebabnya ActionAid membantu anak-anak seperti Mahmood untuk mengatasi pengalaman mereka. ActionAid telah memberikan perawatan trauma 375 anak, melalui konseling, seni dan drama. ActionAid juga memberikan obat-obatan yang sangat dibutuhkan untuk klinik kesehatan.

Membangun kembali kehidupan perempuan di Gaza

Selain memulihkan anak-anak. ActionAid juga membantu memulihkan kaum perempuan. Seperti kisah haru Ghada Abdelaziz Wahden (36) mengatakan satu hal yang paling disesalinya telah meninggalkan bayi perempuannya, Lianne yang berusia dua bulan.



"Segera setelah rumah saya ditabrak, dia adalah orang pertama dan satunya hal yang saya ambil. " kata Ghada.

Saat konflik itu terjadi Ghada mengungsi di sekolah. Kondisinya sangat memprihatinkan. Dia dan bayinya membutuhkan makanan. Sedangkan lahan pertanian tumpuan keluarganya telah hancur.

Guna membantu Ghada dan perempuan Gaza lainnya ActionAid membuka akses peternakan. Ghada mulai beternak unggas. Bermodal £225  dia beternak 10 ekor ayam, dan pakan ternak selama tiga bulan.

Usaha sederhana yang dilakukannya telah menutupi kebutuhan pangan sekaligus pendapatan keluarga.

Apa yang dilakukan ActionAid merupakan upaya mengentaskan rakyat Gaza dari penderitaannya. Sebanyak 80 persen warga Gaza bergantung pada bantuan.

Apa yang dibutuhkan Gaza adalah penyelesaian politik antara Israel dan wilayah Palestina. Masyarakat internasional harus membantu mengatasi akar penyebab konflik. Tentu hal utama dan pertama dengan mengakhiri blokade Israel.  |actionaid.org.uk|Winda Efanur FS|

back to top