Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Inilah dalang pembunuh Presiden AS Abraham Lincoln

Inilah dalang pembunuh Presiden AS Abraham Lincoln

London-KoPi| Teka-teki siapa dibalik pembunuhan Presiden Amerika Serikat ke 16, Abraham Lincoln, agaknya mulai tersingkap. Setidaknya hal itu terbaca dari sebuah dokumen rahasia dari arsip Kerajaan Inggris di abad-19. Dokumen itu mengungkapkan beberapa informasi yang kontroversial tentang terbunuhnya Presiden AS yang anti perbudakan itu di Jum'at Agung 14 April 1865.

Bukti baru itu menunjukkan pembunuh Abraham Lincoln , John Wikes Booth, adalah agen rahasia yang bekerja untuk dinas rahasia Ratu Inggris di London.

Penemu dokumen ini adalah seorang wartawan dan penulis independen, Tomothy Blainy. Pria, warga AS berusia 41 tahun ini tengah melakukan riset tentang spionasi di abad 19 atas izin Ratu Inggris ketika ia menemukan temuan yang mengejutkan ini.Dokumen itu telah dinyatakan valid oleh beberapa ahli yang berbeda untuk meverifikasi keabsahan dari dokumen tersebut.

Mereka membuat kesimpulan bahwa kertas, tinta, kaligrafi dan segel dari dokumen itu adalah asli.Dokumn rahasia setebal 72 halaman itu berbicara soal operasi rahasia Inggris selama Perang Saudara di Amerika.


Dalam cacatan tersebut, agen Ratu Victoria bernama Sir James Mcelroy menerima biaya oprasional sebesar 500 poundsterling untuk merekrut kolaborator lokal. Uang tersebut sangat besar dalam ukuran zaman itu dan sangat cukup untuk membiayai para kolaborator dan penjahat lokal menculik atau membunuh Presiden.

Selanjutnya, dikisahkan dalam dokumen tersebut, Raja Inggris Raya melakukan perjalanan ke Kanada dan kemudian ke selatan ibukota Richmond. Di sana ia akan menjalin hubungan dengan kepala pelayanan Sekretaris Konfederasi, james Dunwoody Bulloch.Melalui Bulloch ini, Sir Mclroy dikenalkan pada komunitas rahasia yang dikenal sebagai "Knights of The Golden Circle".

Dengan bantuan dari Bapak Bulloch, Sir McElroy akan telah diperkenalkan ke masyarakat rahasia yang dikenal sebagai "Knights of the Golden Circle".Dari anggota separatis inilah kemudian ia merekrut tiga orang yang mereka dikenal sangat bersimpati pada anti perbudakan. Mereka adalah Samuel Arnold, Michael O'Laughlen dan James Wilkes Booth. Orang-orang ini kemudian akan membantu agen Inggris membangun jaringan mata-mata yang luas dan sabotase di seluruh Amerika Serikat. 

Awalnya mereka mengajukan untuk menculik Lincoln dan ditukar dengan sejumlah 10.000 orang tahanan konferdarasi. Namun, rencana ini tidak mendapatkan restu London dan akhirnya batal.

Kemudian mereka beralih membuat rencana dan memutuskan membunuh Presiden Abraham Lincoln, Wakil Presiden Andrew Jakcson serta Menlu William H. Seward.

Rencana ini disetuijui pihak Kerajaan Inggris yang kemudian mengirimkan dana 200 poundsterling untuk melancarkan aksi. Namun, rencana itu tidak sepenuhnya berhasil. Menlu Seward gagal dan eksekutor Wakil Presiden Jackson melarikan diri dan membuang senjatanya. Hanya Presiden Abraham Lincoln saja yang terbunuh ketika ia bersama istrinya menonton drama Our American Cousin di Teater Ford di Washington, DC.

Para sarjana menunjukkan fakta bahwa banyak di antara konspirator yang kemudian ditangkap dan digantung. Tetapi tidak satu pun yang mengungkap keterlibatan Inggris dalam konspirasi tersebut. Sebagian percaya bahwa Amerika Serikat memang menyembunyikan informasi itu dan menutup kasus untuk menghindari perang dengan Inggris karena lelah berperang.

back to top