Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Ini alasan umur pria lebih pendek dari perempuan

Ini alasan umur pria lebih pendek dari perempuan

KoPi| Publik menilai usia hidup perempuan lebih panjang daripada laki-laki. Namun dengan publikasi penelitian kini mitos tersebut terjawab. Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa penyakit jantung adalah penyebab utama perbedaan harapan hidup laki-laki dan perempuan.

Menurut penelitian, kesenjangan dalam harapan hidup antara jenis kelamin pertama kali muncul baru-baru pada awal ke-20.

Sebagai pencegahan penyakit menular, baik laki-laki maupun perempuan meningkatkan diet dan perilaku kesehatan positif. Hal itu marak terjadi pada tahun 1800-an dan awal 1900-an, dampaknya tingkat kematian menurun drastis.

Tapi dari perilaku positif tersebut, wanitalah yang mendapat manfaat lebih banyak. Pasalnya dari review data global oleh University of Southern California telah menemukan penyakit jantung berada di balik sebagian besar kematian pada pria dewasa.
"Kami terkejut melihat bagaimana perbedaan angka kematian antara laki-laki dan perempuan, yang berasal pada awal tahun 1870, terkonsentrasi di rentang usia 50-ke-70 dan memudar keluar tajam setelah usia 80," kata USC profesor, Eileen Crimmins.

Studi ini meneliti masa hidup orang yang lahir antara tahun 1800 dan 1935 di 13 negara-negara maju.
Berfokus pada kematian pada orang dewasa di atas usia 40, tim menemukan orang yang lahir setelah tahun 1880, angka kematian wanita menurun 70 persen lebih cepat daripada laki-laki.

Bahkan ketika peneliti mengontrol penyakit yang berhubungan dengan merokok, penyakit kardiovaskular tampaknya masih menjadi penyebab sebagian besar kematian pada pria dewasa di atas 40 untuk periode waktu yang sama.
Anehnya, merokok hanya menyumbang 30 persen dari perbedaan dalam mortalitas antara kedua jenis kelamin setelah 1890, kata Crimmins.

Dampak tidak merata kematian-penyakit terkait kardiovaskular pada pria, terutama saat usia pertengahan dan awal tua, menimbulkan pertanyaan apakah pria dan wanita menghadapi risiko penyakit jantung yang berbeda karena risiko biologis yang melekat atau faktor pelindung di berbagai titik dalam hidup mereka.

"Studi lebih lanjut dapat mencakup analisis perbedaan diet dan aktivitas olah raga antar negara. Hal ini perlu kajian genetika mendalam dan kerentanan biologis antara jenis kelamin pada tingkat sel, dan hubungan temuan ini untuk kesehatan otak di usia nanti," kata Caleb Finch, Profesor di Neurobiology of Aging di USC. |dailymail.co.uk|Winda Efanur FS|

back to top