Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Ini alasan umur pria lebih pendek dari perempuan

Ini alasan umur pria lebih pendek dari perempuan

KoPi| Publik menilai usia hidup perempuan lebih panjang daripada laki-laki. Namun dengan publikasi penelitian kini mitos tersebut terjawab. Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa penyakit jantung adalah penyebab utama perbedaan harapan hidup laki-laki dan perempuan.

Menurut penelitian, kesenjangan dalam harapan hidup antara jenis kelamin pertama kali muncul baru-baru pada awal ke-20.

Sebagai pencegahan penyakit menular, baik laki-laki maupun perempuan meningkatkan diet dan perilaku kesehatan positif. Hal itu marak terjadi pada tahun 1800-an dan awal 1900-an, dampaknya tingkat kematian menurun drastis.

Tapi dari perilaku positif tersebut, wanitalah yang mendapat manfaat lebih banyak. Pasalnya dari review data global oleh University of Southern California telah menemukan penyakit jantung berada di balik sebagian besar kematian pada pria dewasa.
"Kami terkejut melihat bagaimana perbedaan angka kematian antara laki-laki dan perempuan, yang berasal pada awal tahun 1870, terkonsentrasi di rentang usia 50-ke-70 dan memudar keluar tajam setelah usia 80," kata USC profesor, Eileen Crimmins.

Studi ini meneliti masa hidup orang yang lahir antara tahun 1800 dan 1935 di 13 negara-negara maju.
Berfokus pada kematian pada orang dewasa di atas usia 40, tim menemukan orang yang lahir setelah tahun 1880, angka kematian wanita menurun 70 persen lebih cepat daripada laki-laki.

Bahkan ketika peneliti mengontrol penyakit yang berhubungan dengan merokok, penyakit kardiovaskular tampaknya masih menjadi penyebab sebagian besar kematian pada pria dewasa di atas 40 untuk periode waktu yang sama.
Anehnya, merokok hanya menyumbang 30 persen dari perbedaan dalam mortalitas antara kedua jenis kelamin setelah 1890, kata Crimmins.

Dampak tidak merata kematian-penyakit terkait kardiovaskular pada pria, terutama saat usia pertengahan dan awal tua, menimbulkan pertanyaan apakah pria dan wanita menghadapi risiko penyakit jantung yang berbeda karena risiko biologis yang melekat atau faktor pelindung di berbagai titik dalam hidup mereka.

"Studi lebih lanjut dapat mencakup analisis perbedaan diet dan aktivitas olah raga antar negara. Hal ini perlu kajian genetika mendalam dan kerentanan biologis antara jenis kelamin pada tingkat sel, dan hubungan temuan ini untuk kesehatan otak di usia nanti," kata Caleb Finch, Profesor di Neurobiology of Aging di USC. |dailymail.co.uk|Winda Efanur FS|

back to top