Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Ini alasan etnis minoritas susah cari pekerjaan

Ini alasan etnis minoritas susah cari pekerjaan

Inggris-KoPi | Orang-orang minoritas lebih sulit mendapatkan pekerjaan daripada orang atau kelompok dominan sehingga pengangguran banyak tercipta dari kalangan minoritas di suatu daerah.

Studi Resolusi Foundation menemukan kesenjangan kerja dari aspek penampilan, terbaik ke terburuk sebesar 11%. Namun, kesenjangan etnis hitam Asia dengan putih, Eropa (BAME) sebesar 26%.
Thinktank mengatakan analisis informasi dari 20 daerah menemukan BAME kerja di Skotlandia 74%. Wilayah Timur Tengah 48% di Timur Utara.

Untuk usia kerja 16 sampai 64 tertinggi di Inggris Tenggara sebesar 77% dan terendah di wilayah Birmingham sebesar 66%.

Hambatan perusahaan menerima etnis minoritas karena faktor usia. Seperti orang tua tunggal dan keterampilan yang rendah.

Peneliti senior dan analis kebijakan di Resolusi Foundation, Laura Gardiner memuji keberhasilan Inggris mampu menyerap banyak tenaga kerja. Namun Laura menyayangkan pemerintah Inggris belum menerapkan keadilan pekerjaan bagi warganya.

"Tapi kelemahan substansial tetap untuk kelompok tertentu seperti orang etnis minoritas, yang mendapat tarif yang lebih rendah dari pekerja umumnya,” jelas Laura.

Laura menegaskan pemerintah harus mengatasi masalah ketidakadilan pekerjaan. Pemerintah memberikan keterbukaan pekerjaan bagi etnis minoritas.

Sementara juru bicara Departemen Pekerjaan dan Pensiun mengatakan tingkat lapangan kerja bagi etnis minoritas tergantung tingkat dukungan masyarakat.

"Keragaman negara ini berarti kita menyesuaikan dukungan kepada individu, bukan hanya mendefinisikan kebutuhan masyarakat dengan etnis mereka,” jelas juru bicara tersebut. |Skynews.com|Winda Efanur FS|

back to top