Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Ini alasan etnis minoritas susah cari pekerjaan

Ini alasan etnis minoritas susah cari pekerjaan

Inggris-KoPi | Orang-orang minoritas lebih sulit mendapatkan pekerjaan daripada orang atau kelompok dominan sehingga pengangguran banyak tercipta dari kalangan minoritas di suatu daerah.

Studi Resolusi Foundation menemukan kesenjangan kerja dari aspek penampilan, terbaik ke terburuk sebesar 11%. Namun, kesenjangan etnis hitam Asia dengan putih, Eropa (BAME) sebesar 26%.
Thinktank mengatakan analisis informasi dari 20 daerah menemukan BAME kerja di Skotlandia 74%. Wilayah Timur Tengah 48% di Timur Utara.

Untuk usia kerja 16 sampai 64 tertinggi di Inggris Tenggara sebesar 77% dan terendah di wilayah Birmingham sebesar 66%.

Hambatan perusahaan menerima etnis minoritas karena faktor usia. Seperti orang tua tunggal dan keterampilan yang rendah.

Peneliti senior dan analis kebijakan di Resolusi Foundation, Laura Gardiner memuji keberhasilan Inggris mampu menyerap banyak tenaga kerja. Namun Laura menyayangkan pemerintah Inggris belum menerapkan keadilan pekerjaan bagi warganya.

"Tapi kelemahan substansial tetap untuk kelompok tertentu seperti orang etnis minoritas, yang mendapat tarif yang lebih rendah dari pekerja umumnya,” jelas Laura.

Laura menegaskan pemerintah harus mengatasi masalah ketidakadilan pekerjaan. Pemerintah memberikan keterbukaan pekerjaan bagi etnis minoritas.

Sementara juru bicara Departemen Pekerjaan dan Pensiun mengatakan tingkat lapangan kerja bagi etnis minoritas tergantung tingkat dukungan masyarakat.

"Keragaman negara ini berarti kita menyesuaikan dukungan kepada individu, bukan hanya mendefinisikan kebutuhan masyarakat dengan etnis mereka,” jelas juru bicara tersebut. |Skynews.com|Winda Efanur FS|

back to top