Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Ini alasan etnis minoritas susah cari pekerjaan

Ini alasan etnis minoritas susah cari pekerjaan

Inggris-KoPi | Orang-orang minoritas lebih sulit mendapatkan pekerjaan daripada orang atau kelompok dominan sehingga pengangguran banyak tercipta dari kalangan minoritas di suatu daerah.

Studi Resolusi Foundation menemukan kesenjangan kerja dari aspek penampilan, terbaik ke terburuk sebesar 11%. Namun, kesenjangan etnis hitam Asia dengan putih, Eropa (BAME) sebesar 26%.
Thinktank mengatakan analisis informasi dari 20 daerah menemukan BAME kerja di Skotlandia 74%. Wilayah Timur Tengah 48% di Timur Utara.

Untuk usia kerja 16 sampai 64 tertinggi di Inggris Tenggara sebesar 77% dan terendah di wilayah Birmingham sebesar 66%.

Hambatan perusahaan menerima etnis minoritas karena faktor usia. Seperti orang tua tunggal dan keterampilan yang rendah.

Peneliti senior dan analis kebijakan di Resolusi Foundation, Laura Gardiner memuji keberhasilan Inggris mampu menyerap banyak tenaga kerja. Namun Laura menyayangkan pemerintah Inggris belum menerapkan keadilan pekerjaan bagi warganya.

"Tapi kelemahan substansial tetap untuk kelompok tertentu seperti orang etnis minoritas, yang mendapat tarif yang lebih rendah dari pekerja umumnya,” jelas Laura.

Laura menegaskan pemerintah harus mengatasi masalah ketidakadilan pekerjaan. Pemerintah memberikan keterbukaan pekerjaan bagi etnis minoritas.

Sementara juru bicara Departemen Pekerjaan dan Pensiun mengatakan tingkat lapangan kerja bagi etnis minoritas tergantung tingkat dukungan masyarakat.

"Keragaman negara ini berarti kita menyesuaikan dukungan kepada individu, bukan hanya mendefinisikan kebutuhan masyarakat dengan etnis mereka,” jelas juru bicara tersebut. |Skynews.com|Winda Efanur FS|

back to top