Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

India, Pakistan: Banjir tewaskan hampir 300 orang

India, Pakistan: Banjir tewaskan hampir 300 orang
Srinagar-KoPi - Tanah longsor dan banjir bandang yang dipicu oleh hujan lebat telah menewaskan hampir 300 orang di daerah India utara dan Pakistan, kata para pejabat setempat pada. 

Lima hari hujan terus-menerus di Kashmir wilayah India telah menyebabkan sedikitnya 120 orang tewas dalam banjir terburuk di kawasan itu lebih dari lima dekade. Banjir bandang itu menenggelamkan ratusan desa dan memicu tanah longsor. 

Di negara tetangga Pakistan, lebih dari 160 orang tewas dan ribuan rumah telah runtuh, seorang pejabat mengatakan situasi itu menjadi "darurat nasional." 

Tim penyelamat kedua negara menggunakan helikopter dan perahu untuk mencoba mencapai puluhan ribu orang yang terdampar di atap rumah mereka, karena banjir naik dan merendam banyak desa. 

Upaya penyelamatan di Srinagar, kota utama di Kashmir India terhambat oleh derasnya banjir yang merendam sebagian besar kota. 

Hari Minggu hujan baru berhenti, tetapi kapal penyelamat masih belum bisa menjangkau banyak orang di Srinagar karena luapan air dari sungai Jhelum bergerak terlalu cepat. Beberapa perahu telah dikerahkan untuk memulai upaya penyelamatan.

Di Srinagar, air setinggi 12 meter telah menenggelamkan seluruh rumah. Banyak warga terdampar dan meninggalkan rumah mereka untuk tinggal bersama teman-teman atau kerabat di daerah lain yang lebih aman.

Irfan Ridowi

Sumber: foxnews.com

 

back to top