Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

India, Pakistan: Banjir tewaskan hampir 300 orang

India, Pakistan: Banjir tewaskan hampir 300 orang
Srinagar-KoPi - Tanah longsor dan banjir bandang yang dipicu oleh hujan lebat telah menewaskan hampir 300 orang di daerah India utara dan Pakistan, kata para pejabat setempat pada. 

Lima hari hujan terus-menerus di Kashmir wilayah India telah menyebabkan sedikitnya 120 orang tewas dalam banjir terburuk di kawasan itu lebih dari lima dekade. Banjir bandang itu menenggelamkan ratusan desa dan memicu tanah longsor. 

Di negara tetangga Pakistan, lebih dari 160 orang tewas dan ribuan rumah telah runtuh, seorang pejabat mengatakan situasi itu menjadi "darurat nasional." 

Tim penyelamat kedua negara menggunakan helikopter dan perahu untuk mencoba mencapai puluhan ribu orang yang terdampar di atap rumah mereka, karena banjir naik dan merendam banyak desa. 

Upaya penyelamatan di Srinagar, kota utama di Kashmir India terhambat oleh derasnya banjir yang merendam sebagian besar kota. 

Hari Minggu hujan baru berhenti, tetapi kapal penyelamat masih belum bisa menjangkau banyak orang di Srinagar karena luapan air dari sungai Jhelum bergerak terlalu cepat. Beberapa perahu telah dikerahkan untuk memulai upaya penyelamatan.

Di Srinagar, air setinggi 12 meter telah menenggelamkan seluruh rumah. Banyak warga terdampar dan meninggalkan rumah mereka untuk tinggal bersama teman-teman atau kerabat di daerah lain yang lebih aman.

Irfan Ridowi

Sumber: foxnews.com

 

back to top