Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

India, Pakistan: Banjir tewaskan hampir 300 orang

India, Pakistan: Banjir tewaskan hampir 300 orang
Srinagar-KoPi - Tanah longsor dan banjir bandang yang dipicu oleh hujan lebat telah menewaskan hampir 300 orang di daerah India utara dan Pakistan, kata para pejabat setempat pada. 

Lima hari hujan terus-menerus di Kashmir wilayah India telah menyebabkan sedikitnya 120 orang tewas dalam banjir terburuk di kawasan itu lebih dari lima dekade. Banjir bandang itu menenggelamkan ratusan desa dan memicu tanah longsor. 

Di negara tetangga Pakistan, lebih dari 160 orang tewas dan ribuan rumah telah runtuh, seorang pejabat mengatakan situasi itu menjadi "darurat nasional." 

Tim penyelamat kedua negara menggunakan helikopter dan perahu untuk mencoba mencapai puluhan ribu orang yang terdampar di atap rumah mereka, karena banjir naik dan merendam banyak desa. 

Upaya penyelamatan di Srinagar, kota utama di Kashmir India terhambat oleh derasnya banjir yang merendam sebagian besar kota. 

Hari Minggu hujan baru berhenti, tetapi kapal penyelamat masih belum bisa menjangkau banyak orang di Srinagar karena luapan air dari sungai Jhelum bergerak terlalu cepat. Beberapa perahu telah dikerahkan untuk memulai upaya penyelamatan.

Di Srinagar, air setinggi 12 meter telah menenggelamkan seluruh rumah. Banyak warga terdampar dan meninggalkan rumah mereka untuk tinggal bersama teman-teman atau kerabat di daerah lain yang lebih aman.

Irfan Ridowi

Sumber: foxnews.com

 

back to top