Menu
Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

Prev Next

India, Pakistan: Banjir tewaskan hampir 300 orang

India, Pakistan: Banjir tewaskan hampir 300 orang
Srinagar-KoPi - Tanah longsor dan banjir bandang yang dipicu oleh hujan lebat telah menewaskan hampir 300 orang di daerah India utara dan Pakistan, kata para pejabat setempat pada. 

Lima hari hujan terus-menerus di Kashmir wilayah India telah menyebabkan sedikitnya 120 orang tewas dalam banjir terburuk di kawasan itu lebih dari lima dekade. Banjir bandang itu menenggelamkan ratusan desa dan memicu tanah longsor. 

Di negara tetangga Pakistan, lebih dari 160 orang tewas dan ribuan rumah telah runtuh, seorang pejabat mengatakan situasi itu menjadi "darurat nasional." 

Tim penyelamat kedua negara menggunakan helikopter dan perahu untuk mencoba mencapai puluhan ribu orang yang terdampar di atap rumah mereka, karena banjir naik dan merendam banyak desa. 

Upaya penyelamatan di Srinagar, kota utama di Kashmir India terhambat oleh derasnya banjir yang merendam sebagian besar kota. 

Hari Minggu hujan baru berhenti, tetapi kapal penyelamat masih belum bisa menjangkau banyak orang di Srinagar karena luapan air dari sungai Jhelum bergerak terlalu cepat. Beberapa perahu telah dikerahkan untuk memulai upaya penyelamatan.

Di Srinagar, air setinggi 12 meter telah menenggelamkan seluruh rumah. Banyak warga terdampar dan meninggalkan rumah mereka untuk tinggal bersama teman-teman atau kerabat di daerah lain yang lebih aman.

Irfan Ridowi

Sumber: foxnews.com

 

back to top