Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

IEA: Harga minyak dunia tidak stabil

IEA: Harga minyak dunia tidak stabil

London-KoPi-Pasar minyak dunia telah memasuki era baru yang diawali dengan  pertumbuhan ekonomi China yang lebih rendah dan produksi minyak AS yang sedang mengalami peningkatan. Tidak mudah untuk mengembalikan harga normal minyak dunia setelah mengalami penurunan drastis, pengawas energi Barat mengatakan.

Badan Energi Internasional yang biasanya menahan diri dalam memprediksi harga minyak mengatakan dalam laporan bulanannya bahwa harga bisa jatuh lebih lanjut pada tahun 2015. Padahal harga minyak sebelumnya turun ke tingkat terendah sejak tahun 2010, yaitu di bawah $ 80 per barel LCOc1.

"Meskipun ada beberapa spekulasi mengatakan bahwa tingginya biaya produksi minyak konvensional mungkin mengatur keseimbangan baru untuk harga Brent pada kisaran $ 80 sampai $ 90, saldo pasokan/permintaan menunjukkan bahwa harga minyak dunia belum sepenuhnya anjlok," kata IEA (International Aero Engines) . Kecuali jika ada gangguan pasokan baru, penurunan harga minyak bisa lebih parah pada semester pertama tahun 2015", tambah IEA.

Harga minyak telah jatuh 30 persen sejak mencapai puncaknya pada bulan Juni lalu, sedangkan dolar AS menguat dan produksi minyak AS meningkat. Sementara itu, AS telah mengabaikan dampak gangguan pasokan minyak Irak dan Libya,  yang merupakan negara-negara penghasil minyak besar dunia.

Patokan minyak mentah Brent naik 50 sen menjadi $ 77,99 per barel pada hari Jumat, setelah turun dari atas $ 115 pada bulan Juni. Untuk tahun 2015, IEA memperkiraan pertumbuhan permintaan minyak global tidak akan berubah,  yaitu masih pada angka 1,13 juta dari posisi terendah tahunan lima tahun dari 680.000 barel per hari pada 2014. 

Total pengiriman minyak dunia naik tipis pada bulan Oktober dan 2,7 juta barel per hari lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Produksi tinggi minyak OPEC ditambahkan ke pertumbuhan pasokan non-OPEC sebesar 1,8 juta barel per hari.

Produksi OPEC menurun sebesar 150.000 barel per hari pada bulan Oktober. Untuk bisa mengejar angka 30,60 juta barel per hari masih tersisa jauh di atas target resmi pasokan, yaitu 30 juta barel per hari. IEA mengatakan pihaknya memperkirakan permintaan minyak OPEC tahun depan sekitar 29,2 juta barel per hari, 100.000 barel per hari lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.

Namun, IEA mengatakan risiko pasokan tetap "luar biasa tinggi" dan dapat diperburuk oleh penurunan harga. "Kedua negara, Irak dan Libya bertanggung jawab penuh atas pemulihan pertumbuhan pasokan di OPEC yang saat ini keduanya masih dirudung konflik”.

Penurunan harga baru akan terjad jika Irak dan Libya terganggu dalam mendanai kapasitas pertumbuhan ekonomi minyak dunia, sementara Venezuela dan Rusia juga menderita anjloknya harga minyak. |reuter.com|Irfan Ridlowi|

 

back to top