Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

IEA: Harga minyak dunia tidak stabil

IEA: Harga minyak dunia tidak stabil

London-KoPi-Pasar minyak dunia telah memasuki era baru yang diawali dengan  pertumbuhan ekonomi China yang lebih rendah dan produksi minyak AS yang sedang mengalami peningkatan. Tidak mudah untuk mengembalikan harga normal minyak dunia setelah mengalami penurunan drastis, pengawas energi Barat mengatakan.

Badan Energi Internasional yang biasanya menahan diri dalam memprediksi harga minyak mengatakan dalam laporan bulanannya bahwa harga bisa jatuh lebih lanjut pada tahun 2015. Padahal harga minyak sebelumnya turun ke tingkat terendah sejak tahun 2010, yaitu di bawah $ 80 per barel LCOc1.

"Meskipun ada beberapa spekulasi mengatakan bahwa tingginya biaya produksi minyak konvensional mungkin mengatur keseimbangan baru untuk harga Brent pada kisaran $ 80 sampai $ 90, saldo pasokan/permintaan menunjukkan bahwa harga minyak dunia belum sepenuhnya anjlok," kata IEA (International Aero Engines) . Kecuali jika ada gangguan pasokan baru, penurunan harga minyak bisa lebih parah pada semester pertama tahun 2015", tambah IEA.

Harga minyak telah jatuh 30 persen sejak mencapai puncaknya pada bulan Juni lalu, sedangkan dolar AS menguat dan produksi minyak AS meningkat. Sementara itu, AS telah mengabaikan dampak gangguan pasokan minyak Irak dan Libya,  yang merupakan negara-negara penghasil minyak besar dunia.

Patokan minyak mentah Brent naik 50 sen menjadi $ 77,99 per barel pada hari Jumat, setelah turun dari atas $ 115 pada bulan Juni. Untuk tahun 2015, IEA memperkiraan pertumbuhan permintaan minyak global tidak akan berubah,  yaitu masih pada angka 1,13 juta dari posisi terendah tahunan lima tahun dari 680.000 barel per hari pada 2014. 

Total pengiriman minyak dunia naik tipis pada bulan Oktober dan 2,7 juta barel per hari lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Produksi tinggi minyak OPEC ditambahkan ke pertumbuhan pasokan non-OPEC sebesar 1,8 juta barel per hari.

Produksi OPEC menurun sebesar 150.000 barel per hari pada bulan Oktober. Untuk bisa mengejar angka 30,60 juta barel per hari masih tersisa jauh di atas target resmi pasokan, yaitu 30 juta barel per hari. IEA mengatakan pihaknya memperkirakan permintaan minyak OPEC tahun depan sekitar 29,2 juta barel per hari, 100.000 barel per hari lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.

Namun, IEA mengatakan risiko pasokan tetap "luar biasa tinggi" dan dapat diperburuk oleh penurunan harga. "Kedua negara, Irak dan Libya bertanggung jawab penuh atas pemulihan pertumbuhan pasokan di OPEC yang saat ini keduanya masih dirudung konflik”.

Penurunan harga baru akan terjad jika Irak dan Libya terganggu dalam mendanai kapasitas pertumbuhan ekonomi minyak dunia, sementara Venezuela dan Rusia juga menderita anjloknya harga minyak. |reuter.com|Irfan Ridlowi|

 

back to top