Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Hukuman yang tidak manusiawi, Saudi radikal

Raif Badawi, pemilik website Saudi Arabian Liberals Raif Badawi, pemilik website Saudi Arabian Liberals

KoPi, Vonis yang dijatuhkan kepada seorang blogger terkenal di Saudi dengan hukuman10 tahun penjara dan 1.000 kali cambukan karena menghina Islam menunjukkan bahwa Kerajaan Saudi dijalankan oleh orang islam radikal yang tidak memberikan ruang untuk perbedaan pendapat, istri blogger tersebut mengatakan kepada FoxNews.com.

Raif Badawi, pemilik website "Arab Saudi Liberal", seorang pemikir terkenal dan blogger, telah dituduh menulis wacana anti-Islam di Internet. Istrinya, yang melarikan diri dua tahun yang lalu dan sekarang tinggal di dekat Montreal, mengungkapkan bahwa Badawi "membayar mahal" dalam kebebasan berpendapatnya.

"Saya sangat terkejut dengan berita itu, tapi pemerintah Saudi adalah orang islam radikal," ujar Haidar Ensaf FoxNews.com mengenai suaminya. "Dia adalah pemimpin dari gerakan liberal Saudi, dan pemerintah ingin pendapat-pendapat dari dia tidak ada."

Haidar mengatakan sudah dua tahun ia tidak melihat Badawi sejak pertama kali ia datang ke radar pemerintah Saudi pada tahun 2012, ketika Badawi dipenjara dan kemudian dihukum tujuh tahun penjara dan 600 cambukan karena melanggar undang-undang cyber di negara tersebut.

Pada bulan Desember lalu, hukumannya dibatalkan setelah naik banding, tapi kasusnya dikirim ke Pengadilan Pidana Jeddah untuk diperiksa. Sebuah pengadilan ulang diperintahkan. Badawi awalnya dituduh "murtad," menurut istrinya, dan akan dihukum mati di Arab Saudi.

Pengadilan Saudi juga mendenda dia yang setara dengan uang $ 266.000, dalam putusan Amnesty International itu dikatakan "keterlaluan."

Amnesty International secara terbuka menyerukan putusan tersebut agar dibatalkan.

"Dia adalah tahanan hati nurani yang bersalah karena lebih dari berani untuk menciptakan sebuah forum publik untuk berdiskusi dan dengan damai menjalankan hak mereka untuk kebebasan berpendapat," kata Philip Luther, direktur Middle East and North Africa Program di Amnesty International.

Tahun ini, Raja Saudi Abdullah mengisukan akan mengeluarkan sepotong undang-undang yang akan menekan perbedaan pendapat dalam bentuk apapun.

(Fahrurrazi)
Sumber: Foxnews

back to top