Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Hukuman yang tidak manusiawi, Saudi radikal

Raif Badawi, pemilik website Saudi Arabian Liberals Raif Badawi, pemilik website Saudi Arabian Liberals

KoPi, Vonis yang dijatuhkan kepada seorang blogger terkenal di Saudi dengan hukuman10 tahun penjara dan 1.000 kali cambukan karena menghina Islam menunjukkan bahwa Kerajaan Saudi dijalankan oleh orang islam radikal yang tidak memberikan ruang untuk perbedaan pendapat, istri blogger tersebut mengatakan kepada FoxNews.com.

Raif Badawi, pemilik website "Arab Saudi Liberal", seorang pemikir terkenal dan blogger, telah dituduh menulis wacana anti-Islam di Internet. Istrinya, yang melarikan diri dua tahun yang lalu dan sekarang tinggal di dekat Montreal, mengungkapkan bahwa Badawi "membayar mahal" dalam kebebasan berpendapatnya.

"Saya sangat terkejut dengan berita itu, tapi pemerintah Saudi adalah orang islam radikal," ujar Haidar Ensaf FoxNews.com mengenai suaminya. "Dia adalah pemimpin dari gerakan liberal Saudi, dan pemerintah ingin pendapat-pendapat dari dia tidak ada."

Haidar mengatakan sudah dua tahun ia tidak melihat Badawi sejak pertama kali ia datang ke radar pemerintah Saudi pada tahun 2012, ketika Badawi dipenjara dan kemudian dihukum tujuh tahun penjara dan 600 cambukan karena melanggar undang-undang cyber di negara tersebut.

Pada bulan Desember lalu, hukumannya dibatalkan setelah naik banding, tapi kasusnya dikirim ke Pengadilan Pidana Jeddah untuk diperiksa. Sebuah pengadilan ulang diperintahkan. Badawi awalnya dituduh "murtad," menurut istrinya, dan akan dihukum mati di Arab Saudi.

Pengadilan Saudi juga mendenda dia yang setara dengan uang $ 266.000, dalam putusan Amnesty International itu dikatakan "keterlaluan."

Amnesty International secara terbuka menyerukan putusan tersebut agar dibatalkan.

"Dia adalah tahanan hati nurani yang bersalah karena lebih dari berani untuk menciptakan sebuah forum publik untuk berdiskusi dan dengan damai menjalankan hak mereka untuk kebebasan berpendapat," kata Philip Luther, direktur Middle East and North Africa Program di Amnesty International.

Tahun ini, Raja Saudi Abdullah mengisukan akan mengeluarkan sepotong undang-undang yang akan menekan perbedaan pendapat dalam bentuk apapun.

(Fahrurrazi)
Sumber: Foxnews

back to top