Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Hukuman yang tidak manusiawi, Saudi radikal

Raif Badawi, pemilik website Saudi Arabian Liberals Raif Badawi, pemilik website Saudi Arabian Liberals

KoPi, Vonis yang dijatuhkan kepada seorang blogger terkenal di Saudi dengan hukuman10 tahun penjara dan 1.000 kali cambukan karena menghina Islam menunjukkan bahwa Kerajaan Saudi dijalankan oleh orang islam radikal yang tidak memberikan ruang untuk perbedaan pendapat, istri blogger tersebut mengatakan kepada FoxNews.com.

Raif Badawi, pemilik website "Arab Saudi Liberal", seorang pemikir terkenal dan blogger, telah dituduh menulis wacana anti-Islam di Internet. Istrinya, yang melarikan diri dua tahun yang lalu dan sekarang tinggal di dekat Montreal, mengungkapkan bahwa Badawi "membayar mahal" dalam kebebasan berpendapatnya.

"Saya sangat terkejut dengan berita itu, tapi pemerintah Saudi adalah orang islam radikal," ujar Haidar Ensaf FoxNews.com mengenai suaminya. "Dia adalah pemimpin dari gerakan liberal Saudi, dan pemerintah ingin pendapat-pendapat dari dia tidak ada."

Haidar mengatakan sudah dua tahun ia tidak melihat Badawi sejak pertama kali ia datang ke radar pemerintah Saudi pada tahun 2012, ketika Badawi dipenjara dan kemudian dihukum tujuh tahun penjara dan 600 cambukan karena melanggar undang-undang cyber di negara tersebut.

Pada bulan Desember lalu, hukumannya dibatalkan setelah naik banding, tapi kasusnya dikirim ke Pengadilan Pidana Jeddah untuk diperiksa. Sebuah pengadilan ulang diperintahkan. Badawi awalnya dituduh "murtad," menurut istrinya, dan akan dihukum mati di Arab Saudi.

Pengadilan Saudi juga mendenda dia yang setara dengan uang $ 266.000, dalam putusan Amnesty International itu dikatakan "keterlaluan."

Amnesty International secara terbuka menyerukan putusan tersebut agar dibatalkan.

"Dia adalah tahanan hati nurani yang bersalah karena lebih dari berani untuk menciptakan sebuah forum publik untuk berdiskusi dan dengan damai menjalankan hak mereka untuk kebebasan berpendapat," kata Philip Luther, direktur Middle East and North Africa Program di Amnesty International.

Tahun ini, Raja Saudi Abdullah mengisukan akan mengeluarkan sepotong undang-undang yang akan menekan perbedaan pendapat dalam bentuk apapun.

(Fahrurrazi)
Sumber: Foxnews

back to top