Logo
Print this page

Horror! Perawat di rumah sakit Inggris ini membunuh pasiennya sendiri!

Horror! Perawat di rumah sakit Inggris ini membunuh pasiennya sendiri!
KoPi | Bagai film horror, perawat Victorino Chua berkeliaran di rumah sakit dan menyuntik pasien-pasiennya dengan racun.
 

Victorino Chua (49 tahun), seorang perawat di Rumah Sakit Stepping Hill, Stockport, Inggris, dijatuhi hukuman seumur hidup setelah terbukti meracuni pasien-pasiennya. Hakim pengadilan Manchester Crown Court mengatakan perawat asal Filipina ini tidak akan dibebaskan sampai tahun 2050, atau ketika ia berumur 84 tahun.

Selama menjadi perawat, Chua dengan sengaja membunuh 2 pasien dan meracuni 20 pasien lain, dengan cara menyuntikkan insulin ke kantong infus. Akibat perbuatannya, pasien bernama Tracey Arden (44 tahun) dan Derek Weaver (83 tahun) tewas.

Hakim pengadilan Manchester, Justice Openshaw mengatakan kejahatan Chua tidak bisa dideskripsikan. Ia juga menyebut Chua sebagai 'psikopat narsis' yang menikmati melihat korbannya menderita. Chua juga dikabarkan memberi pasien obat yang terkontaminasi untuk 'membungkam mereka'.

Polisi meyakini Chua menggunakan sertifikat perawat palsu untuk mendaftar sebagai perawat di Iggris. Mereka juga menduga Chua menggunakan jasa joki ketika menjalani ujian perawat di Filipina. Terungkap juga kampus tempat Chua menjalani pendidikan perawat telah ditutup karena buruknya mutu pendidikan dan masalah finansial.

Berdasarkan penyelidikan polisi, Chua pernah dipecat dari salah satu rumah sakit di Filipina karena tuduhan pencurian. Polisi memperkirakan Chua telah sering meracuni pasiennya sejak masih di Filipina.

Salah seorang pasien Chua, Kathleen Murray mengatakan, ia selalu merasa ketakutan apabila Chua datang memeriksanya. Murray menggambarkan sikap Chua selalu dingin dan tidak memiliki sisi kemanusiaan sama sekali.

"Chua tidak pernah mengucapkan sepatah kata pun pada saya. Wajahnya bagai topeng. Ada perasaan hampa dari dirinya. Sungguh menakutkan ketika ia muncul diam-diam di samping tempat tidurku," ungkap Murray.

Dalam status di akun Facebook-nya, Chua sempat mengaku ada 'iblis' di dalam dirinya. Ia sempat menulis catatan yang diberi judul 'pengakuan pahit seorang perawat', yang menyebutkan bagaiaman 'malaikat dapat berubah menjadi iblis'. Ia juga menulis status yang berbunyi: "Mereka pikir saya orang baik, tapi ada iblis di dalam diriku".

Kasus Chua ini memantik reaksi atas perekrutan tenaga perawat asing di Inggris. Kebijakan itu bermula dari ide pemerintahan Perdana Menteri Tony Blair pada tahun 2000, yang mengijinkan rumah sakit merekrut perawat asing. Selama ini rumah sakit di Inggris kerap merekrut perawat asing dari Filipina, portugal, Romania, Lithuania, Yunani, Polandia, Swedia, Italia, India, Afrika Selatan, dan Zimbabwe. Pada tahun 2012 tercatat ada 12.000 perawat asing asal Filipina di Inggris Raya.

Setelah kasus Chua mencuat, mulai terungkap bahwa rumah sakit tidak menyaring perawat asing secara ketat. Mereka hanya menggunakan rekomendasi agen. Para perawat tersebut dicurigai banyak yang menggunakan ijazah dan kualifikasi palsu. | Daily Mail

Related items

© 2016 www.koranopini.com (PT Proyeksi Indonesia Grup). All rights reserved.