Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Harga minyak anjlok, Rusia-OPEC agendakan pertemuan

Harga minyak anjlok, Rusia-OPEC agendakan pertemuan

KoPi| Harga minyak turun untuk sesi kedua di perdagangan Asia pada Selasa (2/2). Harga minyak turun karena konsumen energi China dan pasokan minyak berlebih di pasar.

Kementerian Energi Rusia mengatakan adanya kemungkinan Menteri Energi Rusia dan Menteri Perminyakan Venezuela membahas solusi bersama antara OPEC dan negara-negara non-OPEC dalam waktu dekat. Langkah ke depan keduanya akan mendukung untuk pengurangan produksi.

Kondisi saat ini Brent untuk pengiriman April LCOc1 telah turun 32 sen menjadi $ 33,92 per barel. Setelah bertahan di angka $ 1,75, atau 4,9 persen, pada sesi sebelumnya.

Kepala analis pasar, Ric Spooner di CMC Markets Sydney mengatakan turunnya harga minyak mencerminkan sentimen negatif umum di zona waktu Asia.

"Pasar Saham turun, minyak melemah menyebabkan sentimen risiko negatif di seluruh perdagangan," katanya.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang .MIAPJ0000PUS turun sekitar 1 persen, sementara Jepang Nikkei N225 saat ditutup turun lebih dari 0,6 persen.

Pengamat pasar Sydney OptionsXpress, Ben Le Brun mengkhawatirkan keadaan oversupply minyak dunia dengan melemahnya ekonomi dunia.

“Indeks dolar DXY juga tergelincir, (harga) hanya bergeser sedikit dari normal, dengan harga kini $ 30 per barel," kata Ben Le Brun.
Setidaknya harga minyak dunia bisa di atas $ 30 per barel jika anggota produsen OPEC dan Rusia mengurangi pasokannya.
|reuters.com|Winda Efanur FS|

back to top