Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Harga minyak anjlok, Rusia-OPEC agendakan pertemuan

Harga minyak anjlok, Rusia-OPEC agendakan pertemuan

KoPi| Harga minyak turun untuk sesi kedua di perdagangan Asia pada Selasa (2/2). Harga minyak turun karena konsumen energi China dan pasokan minyak berlebih di pasar.

Kementerian Energi Rusia mengatakan adanya kemungkinan Menteri Energi Rusia dan Menteri Perminyakan Venezuela membahas solusi bersama antara OPEC dan negara-negara non-OPEC dalam waktu dekat. Langkah ke depan keduanya akan mendukung untuk pengurangan produksi.

Kondisi saat ini Brent untuk pengiriman April LCOc1 telah turun 32 sen menjadi $ 33,92 per barel. Setelah bertahan di angka $ 1,75, atau 4,9 persen, pada sesi sebelumnya.

Kepala analis pasar, Ric Spooner di CMC Markets Sydney mengatakan turunnya harga minyak mencerminkan sentimen negatif umum di zona waktu Asia.

"Pasar Saham turun, minyak melemah menyebabkan sentimen risiko negatif di seluruh perdagangan," katanya.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang .MIAPJ0000PUS turun sekitar 1 persen, sementara Jepang Nikkei N225 saat ditutup turun lebih dari 0,6 persen.

Pengamat pasar Sydney OptionsXpress, Ben Le Brun mengkhawatirkan keadaan oversupply minyak dunia dengan melemahnya ekonomi dunia.

“Indeks dolar DXY juga tergelincir, (harga) hanya bergeser sedikit dari normal, dengan harga kini $ 30 per barel," kata Ben Le Brun.
Setidaknya harga minyak dunia bisa di atas $ 30 per barel jika anggota produsen OPEC dan Rusia mengurangi pasokannya.
|reuters.com|Winda Efanur FS|

back to top