Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Google dan 3 perusahaan telekomunikasi Indonesia terbangkan balon 'internet'

Google dan 3 perusahaan telekomunikasi Indonesia terbangkan balon 'internet'

KoPi|Pejabat Alphabet, termasuk co-founder Sergey Brin, dan perwakilan dari perusahaan Indonesia Telkomsel, XL Axiata Tbk PT (EXCL.JK) dan Indosat Tbk PT (ISAT.JK) menandatangani perjanjian pada Rabu 28 Oktober 2015.
Proyek ini menerbangkan balon bertenaga surya 16.000 kaki (5.000 meter) ke udara untuk memberikan akses Internet melalui sinyal frekuensi radio ke antena terhubung dengan bangunan di tanah.

Proyek Loon adalah bagian dari divisi X rahasia perusahan Alphabet, di mana percobaan perusahaan dengan telah dilakukan jauh-jauh hari. Proyek teknologi ini dijuluki "moonshots" seperti teknologi mobil self-driving nya.

Alfabet dan mitranya akan mengerahkan ratusan balon pada tahun 2016. Untuk menentukan di mana kesenjangan dalam layanan komunikasi sebelum layanan skala penuh diluncurkan.

Sebelumnya perusahaan teknologi AS telah melakukan uji coba di Brazil, Selandia Baru dan Australia, tetapi dengan hanya satu operator.

Wakil Presiden Mike Cassidy mengatakan kemitraan dengan Indonesia menandai pertama kalinya ia akan mengirim sinyal dari beberapa perusahaan telekomunikasi melalui balon tunggal.

“Cara yang lebih murah untuk menawarkan layanan Internet, terutama untuk menjagkau daerah yang memiliki "hutan  dan pulau-pulau seperti Indonesia,” kata Cassidy.

Cassidy menambahkan perusahaan telekomunikasi akan menggunakan masa percobaan untuk menentukan harga dan penagihan sementara Google berhasil masalah teknis.
|reuters.com |Winda Efanur FS|

back to top