Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Gila, penjualan minyak ISIS capai 3 juta $ per hari

Gila, penjualan minyak ISIS capai 3 juta $ per hari

Irak-KoPi, Militan ISIS mengestimasi mendapatkan 3 juta dolar per hari dari hasil penjualan minyak mentahnya di daerah kekuasaan yang mereka dapat di Irak dan Syria di pasar gelap, para ahli mengatakan.

Militan ISIS telah menguasai sejumlah daerah lahan minyak di Irak dan Syria lebih dari sebulan lalu, dan sekarang mereka menjual minyak mentah tersebut untuk membiayai “khilafah” yang telah mereka deklarasikan.

Analisis menduga bahwa minyak yang berasal dari daerah kekuasaan ISIS dijual separuh harga di bawah harga internasional.

Pejabat industri minyak mengestimasi bahwa ISIS mendapatkan 3 juta dolar per hari dari penjualan minyaknya.

Tapi Amerika Serikat menduga kelompok militan tersebut mendapatkan 3 juta dolar per hari dari hasil penjualan minyaknya.

“Mereka menjual minyaknya seharga 30$ per barel karena mereka memasarkan di pasar gelap (black marker). Itu tidak sesuai dengan harga standar minyak internasional, yang mencapai 100$ lebih per barel,” Ujar Theodore Karasik, direktur konsultan dan penelitian di Institute for Near East and Gulf Militaru Analysis, kepada ABC News.

(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya News

back to top