Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Gerhana matahari “Ring of Fire” terjadi hari ini

Gerhana matahari “Ring of Fire” terjadi hari ini

Australia-KoPi, Hari ini, gerhana matahari langka yang dikenal dengan “Ring of Fire” terjadi.  Fenomena ini dapat disaksikan dari beberapa belahan dunia, salah satunya adalah Australia.

Sore ini matahari akan berubah dari bola api menjadi lingkaran cincin api karena matahari melintas dan menyeberangi garis edar matahari.


Fenomena angkasa satu ini terjadi karena bulan hampir berada di titik terjauh dari Bumi sehingga ukuran bulan terlalu kecil dan tak mampu untuk  menutupi seluruh permukaan Matahari. Sehingga bagian luar matahari masih dapat terlihat.


Gerhana ini akan menyajikan pemandangan angkasa yang sangat luar biasa indah. Namun, melihat gerhana ini menggunakan teleskop atau bahkan mata telanjang sangatlah tidak disarankan karena melihat dengan kedua cara ini akan membuat retina terbakar dan mengakibatkan kebutaan.


Pemandangan ini dapat dilihat dengan aman jika kita melihatnya menggunakan pin hole projector, kacamata las atau lebih aman lagi kita dapat melihatnya melalui tayangan televisi.


(Ana Puspita Sari)
Sumber: News.com.au

back to top