Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Gerhana Bulan total terpendek pada abad ini

Gerhana Bulan total terpendek pada abad ini

KoPi| Pada Sabtu 4 April, akan terjadi gerhana bulan total terpendek abad ini. Untuk wilayah Indonesia dan Australia gerhana berlangsung lama lebih dari satu jam. Berbeda dengan wilayah Amerika Serikat berlangsung singkat kurang dari lima menit.

Mengenai warma merah, petugas NASA mengatakan perubahan warna dapat membuat tampilan dramatis, terutama bagi manusia di masa lalu.
Bagi manusia zaman dahulu, [gerhana bulan] adalah saat mereka khawatir bahwa kehidupan akan berakhir, karena bulan menjadi merah darah dan cahaya yang diberikan bulan pada malam hari, mungkin telah dirampas secara permanen," Mitzi Adams, seorang astronom di NASA Marshall.

Proses terjadinya gerhana bulan, bayangan Bumi memiliki lingkaran luar, yang disebut penumbra, dan inti bagian dalam, disebut umbra. Bulan masuk ke dalam penumbra, tampak gelap, seakan gigitan telah dibawa keluar. Ketika bulan melewati umbra meskipun umbra merupakan bagian yang dalam, warna merah.
Gerhana akhir pekan ini sangat singkat karena bulan hanya melewati pinggiran umbra. (The terpendek gerhana bulan total yang tercatat dalam sejarah, menurut Adams, adalah pada tahun 1529 dan berlangsung hanya 1 menit dan 41 detik).

Gerhana tidak akan terlihat di Eropa atau sebagian besar Afrika. Gerhana parsial akan terlihat di semua kecuali bagian timur Amerika Selatan. Lokasi tampilan terbaik pada gerhana total akan berada di wilayah Pasifik, termasuk Australia timur, Selandia Baru, dan bagian lain dari Oseania.|space.com|Hima|


Media

back to top