Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Gempar, ISIS kirim botol plastik Ebola ke sebuah Media Kabar

Gempar, ISIS kirim botol plastik Ebola ke sebuah Media Kabar

Selandia Baru-KoPi- Sebuah botol plastik yang berisi sampel mematikan virus Ebola telah dikirim ke sebuah surat kabar utama di Selandia Baru, laporan menunjukkan.

Kepala biro Sky News Melbourne Ahron Young mengatakan botol itu merupakan paket kiriman dari "kelompok ISIS" yang dikirim ke kantor pagi ini, kemudian dikonfirmasi untuk di bawa New Zealand Herald guna penelitian lebih lanjut. Tiba dengan surat yang mengklaim bahwa cairan itu adalah sampel Ebola, seketika kantor surat kabar itu gempar dan panik. Pihak berwajib segera mengevakuasi karyawan dan beberapa staf yang disinyalir kontak langsung dengan paket kiriman disemprot dengan cairan khusus penangkal virus .

Menurut tweet yang dikirim oleh Herald, semua tindakan pencegahan telah diambil.

The Herald Sun dan Selandia Baru Herald keduanya melaporkan bahwa pengiriman dicurigai sebagai tipuan, tetapi sampel telah dikirim ke spesialis Victorian Laboratorium Referensi Penyakit Menular Melbourne untuk menentukan apakah mengandung penyakit pembunuh Ebola atau tidak. Polisi Auckland mengatakan sejumlah kecil cairan dalam botol plastik telah dikirim ke kantor Herald dalam paket mencurigakan bersama dengan beberapa dokumen, salah satunya disebutkan itu adalah Ebola.

Sebagai tindakan pencegahan, polisi memeriksa sidik jari dan DNA yang ada di botol sebelum dikirim ke Melbourne untuk pengujian. Hasil segera dikonfirmasi dalam beberapa hari.Para pejabat kesehatan yang hadir meyakinkan sejumlah kecil staf yang bekerja di ruang surat kabar bahwa risiko kontaminasi hampir tidak ada.

"Polisi sering dipanggil untuk menangani dan menyelidiki keaslian dan isi dari paket yang mencurigakan," kata Inspektur Detektif Scott Beard.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

back to top