Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Gempar, ISIS kirim botol plastik Ebola ke sebuah Media Kabar

Gempar, ISIS kirim botol plastik Ebola ke sebuah Media Kabar

Selandia Baru-KoPi- Sebuah botol plastik yang berisi sampel mematikan virus Ebola telah dikirim ke sebuah surat kabar utama di Selandia Baru, laporan menunjukkan.

Kepala biro Sky News Melbourne Ahron Young mengatakan botol itu merupakan paket kiriman dari "kelompok ISIS" yang dikirim ke kantor pagi ini, kemudian dikonfirmasi untuk di bawa New Zealand Herald guna penelitian lebih lanjut. Tiba dengan surat yang mengklaim bahwa cairan itu adalah sampel Ebola, seketika kantor surat kabar itu gempar dan panik. Pihak berwajib segera mengevakuasi karyawan dan beberapa staf yang disinyalir kontak langsung dengan paket kiriman disemprot dengan cairan khusus penangkal virus .

Menurut tweet yang dikirim oleh Herald, semua tindakan pencegahan telah diambil.

The Herald Sun dan Selandia Baru Herald keduanya melaporkan bahwa pengiriman dicurigai sebagai tipuan, tetapi sampel telah dikirim ke spesialis Victorian Laboratorium Referensi Penyakit Menular Melbourne untuk menentukan apakah mengandung penyakit pembunuh Ebola atau tidak. Polisi Auckland mengatakan sejumlah kecil cairan dalam botol plastik telah dikirim ke kantor Herald dalam paket mencurigakan bersama dengan beberapa dokumen, salah satunya disebutkan itu adalah Ebola.

Sebagai tindakan pencegahan, polisi memeriksa sidik jari dan DNA yang ada di botol sebelum dikirim ke Melbourne untuk pengujian. Hasil segera dikonfirmasi dalam beberapa hari.Para pejabat kesehatan yang hadir meyakinkan sejumlah kecil staf yang bekerja di ruang surat kabar bahwa risiko kontaminasi hampir tidak ada.

"Polisi sering dipanggil untuk menangani dan menyelidiki keaslian dan isi dari paket yang mencurigakan," kata Inspektur Detektif Scott Beard.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

back to top