Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Gempa Nepal, Bayi laki-laki selamat setelah tertimbun 22 jam

Gempa Nepal, Bayi laki-laki selamat setelah tertimbun 22 jam

Nepal-KoPi |Muldokha, seorang bayi asal Nepal yang telah tertimbun reruntuhan gempa Sabtu, 25 April lalu ditemukan ditemukan dalam keadaan hidup. Bayi laki-laki ini bertahan setelah tertimbun selama 22 jam dalam puing-puing rumahnya.

Sabtu, 25 April 2015 gempa bumi sebesar 7,2 SR  mengguncang Nepal menyebabkan lebih dari 5.000 orang tewas, sebuah mukjizat seorang bayi laki bernama Sonit dan baru berumur 4 bulan ditemukan dalam keadaan hidup.

Awalnya para tentara Nepal mulai putus asa, mereka hampir meninggalkan puing-puing Rumah Sonit, sebelum ayahnya mendengar suara tangisan samar-samar dari bawah. Akhirnya mereka berhasil mengangkat Sonit yang penuh dengan tumpukan batu bata dan debu setelah ia terperangkap selama 22 jam.  Bayi ini lantas segera dibawa ke Rumah sakit Bakhtapur untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.|edition.cnn.com|Luthfia|


back to top