Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Gejala aneh pada wanita yang disebut Sindrom Rapunzel

www.livesciene.com www.livesciene.com

KoPi| Nafsu makan yang turun tiba-tiba pada wanita yang disebabkan oleh kondisi yang jarang terjadi dinamakan dengan "Sindrom Rapunzel," menurut riset terbaru.

Rapunzel adalah sebutan untuk putri dongeng dengan rambut sangat panjang, kondisi ini jarang terjadi ketika seseorang memiliki hairball (rambut menggumpal) di perutnya, dan hairball yang melingkar dan memanjang ke dalam usus.

Sindrom Rapunzel disebabkan oleh gangguan kejiwaan di mana orang secara kompulsif menelan rambut mereka sendiri, yang disebut trichophagia. Trichophagia berhubungan dengan gangguan sedikit lebih umum di mana orang memiliki dorongan tak tertahankan untuk menarik rambut mereka, yang disebut trikotilomania.

Kasus

Wanita berusia 38 tahun pergi ke dokter setelah dua hari merasa mual, muntah dan sembelit, menurut laporan dari kasusnya yang diterbitkan 6 Oktober 2016 dalam jurnal BMJ Case Reports.

Wanita itu selalu memuntahkan makanan yang ia coba makan, dan perutnya tampak menonjol dari tubuhnya, seorang dokter menulis dalam laporannya. Selain itu, wanita itu telah kehilangan sekitar 15 lbs (7 kilogram) selama delapan bulan sebelumnya, dan selera makannya menurun secara signifikan dari tahun sebelumnya.

Para dokter telah mencoba beberapa tes, tetapi tidak mengungkapkan penyebab gejala, menurut laporan tersebut. Sebuah tes darah, memang menunjukkan bahwa dia memiliki tingkat protein yang rendah dalam darahnya.

Para dokter menduga bahwa gejala yang ada pada wanita tersebut kemungkinan disebabkan oleh sesuatu yang menghalangi saluran pencernaan, dan memutuskan untuk melakukan operasi.

Mereka menemukan hairball besar di perutnya berukuran 6 x 4 inci (15 x 10 cm), dengan ekor pendek memperluas ke bagian atas dari usus kecil, menurut laporan tersebut. Selanjutnya, di usus kecil, para dokter menemukan hairball lain, berukuran 1 x 1,5 inci (4 x 3 cm).

Hairball ini telah membuat saluran pencernaan khususnya di dalam usus telat tersumbat. Para dokter menulis dalam laporan bahwa hairball yang ditemukan di bagian dari usus kecil di mana protein diserap, dan karena itu mungkin telah menghambat penyerapan protein.

Para dokter yang mampu menghilangkan kedua hairballs dari tubuh wanita tersebut , dan wanita pulih setelah dioperasi. Dia disarankan untuk makan diet tinggi protein serta menjalani evaluasi kejiwaan.

Memang, dorongan untukmemuntahkan dan makan rambut sendiri sering disebabkan oleh gangguan kesehatan mental, dokter menulis dalam laporan. Setelah mereka melihat wanita itu, mereka mencari laporan kasus lainnya tentang Sindrom Rapunzel.

Para dokter menemukan 88 laporan kasus dan sebagian, Sindrom Rapunzel terjadi pada anak-anak dan remaja.|LiveSciene| Anisa Fitri

back to top