Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

FDA peringatkan stimulant dan suplemen illegal

FDA peringatkan stimulant dan suplemen illegal

KoPi|Badan Pangan dan Administrasi Drug Amerika memperingatkan untuk menghentikan penjualan suplemen diet. Suplemen berupa stimulan DMBA serta menghentikan produk-produk lain yang sekirannya berbahaya.

Pada tanggal 24 april salah satu produsen, 1ViZN LLC, tercatat bahwa mengandung Velocity dan juga AMP sebagai bahan makanan. AMP juga dikenal sebagai 1,3-Dimethylbutylamine, DMBA, 2-amino-4-methylpentane dan metil-2-pentanamine.

FDA mengatakan Velocity di anggap berbahaya karena tidak ada informasi yang cukup untuk memberikan keyakinan bahwa itu aman untuk digunakan.
FDA mengatakan dianggap Velocity dipalsukan karena tidak ada informasi yang cukup untuk memberikan keyakinan memadai bahwa DMBA aman.

Pada awal bulan ini lima perusahan sudah diperingatan untuk menghentikan penjualan suplemen makananan yang mengandung stimulan beta-methylphenylethylamine atau  BMPEA yang sering tersebunyi dalam suplemen yang mengandung Acacia rigidula.

Tindakan FDA sendiri sangat didukung oleh beberapa lembaga dan juga dosen dari Universitas Harvard Dr. Pieter Cohen yang sudah mempelajari tentang sintesis stimulant dalam suplemen.

“Ini merupakan berita yang sangat bagus”, Kata Cohen “daripada harus menunggu hingga terkena penyakit jantung, stroke dan bahkan kematian akan lebih baik jika ada model stimulant yang baru. Dengan begitu FDA telah membuat kejelasan bahwa DMDA tidak diperbolehkan dalam suplemen.” |Foxnews|Meiga Dwi A.|

   

back to top