Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Ebola sebabkan krisis pangan di Afrika Barat

Ebola sebabkan krisis pangan di Afrika Barat
Sierra Leone-KoPi- Pasokan makanan menipis dan harga melambung tinggi, itulah yang sedang terjadi di Afrika Barat, tempat dimana wabah Ebola sedang bergejolak. Program Pangan Dunia mengatakan telah meningkatkan bantuan kepada tiga negara yang sekarang sedang bergulat dengan wabah Ebola, wabah terburuk yang pernah ada. 

Di Sierra Leone dimana 524 orang telah meninggal akibat Ebola, penduduk setempat khawatir mereka bisa mati kelaparan jika wabah tidak bisa segera diatasi. 

Warga ibukota Sierra Leone, Freetown, mengatakan harga pangan melonjak setelah perbatasan ke Liberia dan Guinea ditutup. Ini berarti pedagang tidak bisa membawa makanan dari satu ke negara yang lain, mendorong harga makanan kebutuhan sehari-hari melonjak. 

"Setiap hari berlalu, dampak wabah Ebola menjadi jelas. Harga pangan terus meningkat dan akses ke makanan sebagai pemenuh kebutuhan hidup sehari-hari muncul sebagai tantangan utama, "Dr. Unni Krishnan, kepala Kesiapsiagaan dan Respons Bencana di Plan International mengatakan. 

"Kami khawatir bahwa eskalasi krisis pangan akan memiliki efek yang merugikan pada anak-anak, wanita hamil, dan ibu menyusui. Situasi dimana panggilan untuk respon multidimensi yang meliputi kesehatan, makanan, dan aspek kemanusiaan harus segera ditangani. "

Pemerintah Sierra Leone juga telah mengumumkan perintah untuk 'mengunci' diri agar virus tidak menyebar lebih luas lagi. Sistem karantina yang luas karena melingkupi satu negara.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

back to top