Menu
FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Prev Next

Ebola sebabkan krisis pangan di Afrika Barat

Ebola sebabkan krisis pangan di Afrika Barat
Sierra Leone-KoPi- Pasokan makanan menipis dan harga melambung tinggi, itulah yang sedang terjadi di Afrika Barat, tempat dimana wabah Ebola sedang bergejolak. Program Pangan Dunia mengatakan telah meningkatkan bantuan kepada tiga negara yang sekarang sedang bergulat dengan wabah Ebola, wabah terburuk yang pernah ada. 

Di Sierra Leone dimana 524 orang telah meninggal akibat Ebola, penduduk setempat khawatir mereka bisa mati kelaparan jika wabah tidak bisa segera diatasi. 

Warga ibukota Sierra Leone, Freetown, mengatakan harga pangan melonjak setelah perbatasan ke Liberia dan Guinea ditutup. Ini berarti pedagang tidak bisa membawa makanan dari satu ke negara yang lain, mendorong harga makanan kebutuhan sehari-hari melonjak. 

"Setiap hari berlalu, dampak wabah Ebola menjadi jelas. Harga pangan terus meningkat dan akses ke makanan sebagai pemenuh kebutuhan hidup sehari-hari muncul sebagai tantangan utama, "Dr. Unni Krishnan, kepala Kesiapsiagaan dan Respons Bencana di Plan International mengatakan. 

"Kami khawatir bahwa eskalasi krisis pangan akan memiliki efek yang merugikan pada anak-anak, wanita hamil, dan ibu menyusui. Situasi dimana panggilan untuk respon multidimensi yang meliputi kesehatan, makanan, dan aspek kemanusiaan harus segera ditangani. "

Pemerintah Sierra Leone juga telah mengumumkan perintah untuk 'mengunci' diri agar virus tidak menyebar lebih luas lagi. Sistem karantina yang luas karena melingkupi satu negara.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

back to top