Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Ebola sebabkan krisis pangan di Afrika Barat

Ebola sebabkan krisis pangan di Afrika Barat
Sierra Leone-KoPi- Pasokan makanan menipis dan harga melambung tinggi, itulah yang sedang terjadi di Afrika Barat, tempat dimana wabah Ebola sedang bergejolak. Program Pangan Dunia mengatakan telah meningkatkan bantuan kepada tiga negara yang sekarang sedang bergulat dengan wabah Ebola, wabah terburuk yang pernah ada. 

Di Sierra Leone dimana 524 orang telah meninggal akibat Ebola, penduduk setempat khawatir mereka bisa mati kelaparan jika wabah tidak bisa segera diatasi. 

Warga ibukota Sierra Leone, Freetown, mengatakan harga pangan melonjak setelah perbatasan ke Liberia dan Guinea ditutup. Ini berarti pedagang tidak bisa membawa makanan dari satu ke negara yang lain, mendorong harga makanan kebutuhan sehari-hari melonjak. 

"Setiap hari berlalu, dampak wabah Ebola menjadi jelas. Harga pangan terus meningkat dan akses ke makanan sebagai pemenuh kebutuhan hidup sehari-hari muncul sebagai tantangan utama, "Dr. Unni Krishnan, kepala Kesiapsiagaan dan Respons Bencana di Plan International mengatakan. 

"Kami khawatir bahwa eskalasi krisis pangan akan memiliki efek yang merugikan pada anak-anak, wanita hamil, dan ibu menyusui. Situasi dimana panggilan untuk respon multidimensi yang meliputi kesehatan, makanan, dan aspek kemanusiaan harus segera ditangani. "

Pemerintah Sierra Leone juga telah mengumumkan perintah untuk 'mengunci' diri agar virus tidak menyebar lebih luas lagi. Sistem karantina yang luas karena melingkupi satu negara.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

back to top