Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Donald Trump: Partai Demokrat partai perbudakan

thelibertarianrepublic.com thelibertarianrepublic.com

KoPi| Partai Demokrat adalah partai perbudakan. Demikian adalah pernyataan Donald Trump, Selasa malam (30/8). Pernyataan Trump dimaksudkan untuk menyerang Partai Demokrat.

Donald Trump berupaya menarik simpati pemilih kulit berwarna dan memberi sanjungan kepada warga Afro-Amerika sebagia warga yang berhasil.

Trump berusaha dengan segala cara menarik pemilih kulit hitam dan Hispanik yang umumnya mendukung Partai Demokrat dan kemungkinan besar akan memilih Hillary Clinton pada Pemilu 8 November.

"Partai Republik adalah partai Abraham Lincoln," kata Trump dalam kampanye di Everett, Washington.

"Adalah Partai Demokrat yang merupakan partai perbudakan, partai Jim Crow dan partai oposisi," kata dia merujuk hukum pemisahan rasial yang pernah ada di Amerika Serikat bagian selatan.

Trump menyebut Demokrat telah mengecewakan pemilih minoritas akibat kebijakan-kebijakan ekonominya yang tidak memajukan prospek kerja mereka.

Namun segera setelah itu Trump dikritik balik karena perbuatan dia sendiri dan ulah orang-orang terdekatnya.

Pekan lalu Hillary Clinton mengolok-olok upaya Trump merebut hati pemilih kulit hitam dan Hispanik dengan menyebarkan berita tuduhan diskrimnasi kepada Trump pada 1970-an.

Kemudian Selasa waktu AS seorang pendukung terkemuka Trump dipaksa meminta maaf karena mengeluarkan cuitan di Twitter yang menunjukkan kartun Hillary dengan wajah kulit hitam.

Trump berusaha mencoba meluruskan pandanganya dengan mengatakan jutaan warga kulit hitam Amerika telah mencapai kesuksesan besar pada dunia seni, olah raga dan bidang-bidang lainnya.

"Namun kita juga harus memperhatikan mereka yang tertinggal di belakang, jutaan yang menderita dalam kondisi-kondisi berbahaya di banyak sekali bagian terdalam kota-kota kita," kata Trump. |AntaraNews

back to top