Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Donald Trump: Partai Demokrat partai perbudakan

thelibertarianrepublic.com thelibertarianrepublic.com

KoPi| Partai Demokrat adalah partai perbudakan. Demikian adalah pernyataan Donald Trump, Selasa malam (30/8). Pernyataan Trump dimaksudkan untuk menyerang Partai Demokrat.

Donald Trump berupaya menarik simpati pemilih kulit berwarna dan memberi sanjungan kepada warga Afro-Amerika sebagia warga yang berhasil.

Trump berusaha dengan segala cara menarik pemilih kulit hitam dan Hispanik yang umumnya mendukung Partai Demokrat dan kemungkinan besar akan memilih Hillary Clinton pada Pemilu 8 November.

"Partai Republik adalah partai Abraham Lincoln," kata Trump dalam kampanye di Everett, Washington.

"Adalah Partai Demokrat yang merupakan partai perbudakan, partai Jim Crow dan partai oposisi," kata dia merujuk hukum pemisahan rasial yang pernah ada di Amerika Serikat bagian selatan.

Trump menyebut Demokrat telah mengecewakan pemilih minoritas akibat kebijakan-kebijakan ekonominya yang tidak memajukan prospek kerja mereka.

Namun segera setelah itu Trump dikritik balik karena perbuatan dia sendiri dan ulah orang-orang terdekatnya.

Pekan lalu Hillary Clinton mengolok-olok upaya Trump merebut hati pemilih kulit hitam dan Hispanik dengan menyebarkan berita tuduhan diskrimnasi kepada Trump pada 1970-an.

Kemudian Selasa waktu AS seorang pendukung terkemuka Trump dipaksa meminta maaf karena mengeluarkan cuitan di Twitter yang menunjukkan kartun Hillary dengan wajah kulit hitam.

Trump berusaha mencoba meluruskan pandanganya dengan mengatakan jutaan warga kulit hitam Amerika telah mencapai kesuksesan besar pada dunia seni, olah raga dan bidang-bidang lainnya.

"Namun kita juga harus memperhatikan mereka yang tertinggal di belakang, jutaan yang menderita dalam kondisi-kondisi berbahaya di banyak sekali bagian terdalam kota-kota kita," kata Trump. |AntaraNews

back to top