Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Disney dan aktor protagonis

Disney dan aktor protagonis

Disney-KoPi| Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata “Disney”? Tentu dunia dongeng yang di dalamnya terdapat karakter baik dan buruk, dan akhirnya kebaikan akan menang.

Dari berbagai film yang di luncurkan oleh Disney pernahkah anda merenungkan kesamaan nasib para tokoh protagonis? Mereka selalu tumbuh dengan orang tua tunggal, atau tidak memiliki orangtua sama sekali. Kebanyakan dari jalan cerita mereka adalah ketidakhadiran sosok ibu.

Berikut ini adalah daftar film Disney di mana karakter protagonis kehilangan ibu mereka atau malah tidak menampilkan sosok ibu sama sekali

"Putri Salju"
"Bambi"
"Cinderella"
"Peter Pan"
"The Jungle Book"
"The Fox and The Hound"
"The Great Mouse Detective"
"The Little Mermaid"
"Beauty and the Beast"
"Aladdin"
"Pocahontas"
"Si Bongkok dari Notre Dame"
" The Emperor’s New Groove "

Hal itu menimbulkan banyak pertanyaan, mengapa demikian? Produser eksekutif film Maleficent Don Hahn memberikan dua penjelasan.

"Salah satu alasan adalah untuk kepraktisan, karena film Disney berdurasi sekitar 80 atau 90 menit," jelas Hahn yang pernah mengerjakan film Disney klasik seperti The Lion King" dan "The Nightmare Before Christmas". "Para karakter protagonis harus merupakan karakter yang memiliki kepribadian-kepribadian yang dewasa dan bertanggungjawab. Karakter itu biasaya didapatkan ketika mereka dituntut untuk bertindak keibuan. Ketidakadaan karakter ibu dalam film akan mempercepat pertumbuhan karakter mereka.”

Hahn juga memberika alasan lain yang jauh lebih dalam dan rahasia.

Berdasarkan pada biografi “How to Be Like Walt: Capturing the Disney Magic Every Day of Your Life,” Walt dan adiknya Ray berniat membelikan rumah untuk orang tua mereka di Los Angeles pada tahun 1937.

Satu tahun mereka pindah ke rumah itu, tungku gas di rumah baru mereka bocor. Ibu Walt bertanya padanya “Apakah tungku gas yang bocor di rumah bisa diperbaiki?” 

“Walt yang sedang berada di studio, meminta seseorang datang untuk memperbaiki tungku itu. Akan tetapi ketika Ayah dan Ibu Walt masuk ke rumah, tungku itu masih bocor dan Ibu Walt meninggal,” Kata Hahn. “Pengurus rumah tangga yang datang keesokan harinya melihat Ayah dan Ibu Walt dan mencoba menyelamatkan mereka dengan menarik mereka ke halaman depan."

Ayah Walt sekarat tapi bisa diselamatkan, namun Ibu Walt meninggal. Sejak hari itu Walt tidak pernah membicarakan hal itu lagi. Ia merasa itu adalah salahnya, terlepas dari apa pun yang dilakukan oleh pegawai yang memperbaiki tungku gas itu.

Ibu Walt, Flora, meninggal pada 26 November 1938, beberapa saat setelah kesuksesan film "Snow White dan Tujuh Kurcaci". Sedangkan film "Pinocchio" saat itu masih dalam proses produksi. |theguardian| Luthfia Lathifatul|

back to top