Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Disney dan aktor protagonis

Disney dan aktor protagonis

Disney-KoPi| Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata “Disney”? Tentu dunia dongeng yang di dalamnya terdapat karakter baik dan buruk, dan akhirnya kebaikan akan menang.

Dari berbagai film yang di luncurkan oleh Disney pernahkah anda merenungkan kesamaan nasib para tokoh protagonis? Mereka selalu tumbuh dengan orang tua tunggal, atau tidak memiliki orangtua sama sekali. Kebanyakan dari jalan cerita mereka adalah ketidakhadiran sosok ibu.

Berikut ini adalah daftar film Disney di mana karakter protagonis kehilangan ibu mereka atau malah tidak menampilkan sosok ibu sama sekali

"Putri Salju"
"Bambi"
"Cinderella"
"Peter Pan"
"The Jungle Book"
"The Fox and The Hound"
"The Great Mouse Detective"
"The Little Mermaid"
"Beauty and the Beast"
"Aladdin"
"Pocahontas"
"Si Bongkok dari Notre Dame"
" The Emperor’s New Groove "

Hal itu menimbulkan banyak pertanyaan, mengapa demikian? Produser eksekutif film Maleficent Don Hahn memberikan dua penjelasan.

"Salah satu alasan adalah untuk kepraktisan, karena film Disney berdurasi sekitar 80 atau 90 menit," jelas Hahn yang pernah mengerjakan film Disney klasik seperti The Lion King" dan "The Nightmare Before Christmas". "Para karakter protagonis harus merupakan karakter yang memiliki kepribadian-kepribadian yang dewasa dan bertanggungjawab. Karakter itu biasaya didapatkan ketika mereka dituntut untuk bertindak keibuan. Ketidakadaan karakter ibu dalam film akan mempercepat pertumbuhan karakter mereka.”

Hahn juga memberika alasan lain yang jauh lebih dalam dan rahasia.

Berdasarkan pada biografi “How to Be Like Walt: Capturing the Disney Magic Every Day of Your Life,” Walt dan adiknya Ray berniat membelikan rumah untuk orang tua mereka di Los Angeles pada tahun 1937.

Satu tahun mereka pindah ke rumah itu, tungku gas di rumah baru mereka bocor. Ibu Walt bertanya padanya “Apakah tungku gas yang bocor di rumah bisa diperbaiki?” 

“Walt yang sedang berada di studio, meminta seseorang datang untuk memperbaiki tungku itu. Akan tetapi ketika Ayah dan Ibu Walt masuk ke rumah, tungku itu masih bocor dan Ibu Walt meninggal,” Kata Hahn. “Pengurus rumah tangga yang datang keesokan harinya melihat Ayah dan Ibu Walt dan mencoba menyelamatkan mereka dengan menarik mereka ke halaman depan."

Ayah Walt sekarat tapi bisa diselamatkan, namun Ibu Walt meninggal. Sejak hari itu Walt tidak pernah membicarakan hal itu lagi. Ia merasa itu adalah salahnya, terlepas dari apa pun yang dilakukan oleh pegawai yang memperbaiki tungku gas itu.

Ibu Walt, Flora, meninggal pada 26 November 1938, beberapa saat setelah kesuksesan film "Snow White dan Tujuh Kurcaci". Sedangkan film "Pinocchio" saat itu masih dalam proses produksi. |theguardian| Luthfia Lathifatul|

back to top