Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Di negara-negara ini, Al Quran dan Injil dibredel

Di negara-negara ini, Al Quran dan Injil dibredel
KoPi | Selama berabad-abad, peradaban manusia telah berupaya mensensor berbagai ide dan ekspresi demi melanggengkan kekuasaan. Membredel dan melarang penerbitan buku merupakan salah satunya. Namun tidak terbatas pada buku karangan manusia saja, kitab suci ternyata juga ikut dibredel dan dilarang terbit.
 

Adalah di Kota Novorossiysk, Rusia, yang melarang beberapa terjemahan Al Quran karena dianggap mengobarkan ekstrimisme dan kekerasan. Kebijakan yang dibuat pada tahun 2013 tersebut lalu diikuti secara luas di seluruh Rusia.

Meski demikian, sebenarnya bukan Al Quran saja yang dianggap menjadi buku terlarang di Negeri Beruang Merah tersebut. Buku-buku karangan L. Ron Hubbard, pendiri agama Scientology juga turut dilarang. Selain itu, buku karya teologis asal Turki Said Nursi, beberapa terbitan Katolik, Saksi Jehovah, dan Falun Gong juga dilarang karena dianggap mengandung teks yang mendorong ekstrimisme.

Selain di Rusia, di negara lain ada juga kitab suci yang dilarang terbit. Misalnya, Malaysia yang melarang kitab Injil berbahasa Melayu keluar dari lingkungan gereja. Pemerintah Malaysia berdalih tindakan tersebut untuk melindungi "keamanan nasional".

Selain kitab Injil, Malaysia juga pernah diberitakan melarang terbitnya novel terkenal 'Fifty Shades of Grey'. Novel bertema BDSM tersebut dianggap 'merusak moral bangsa'. Pada tahun 2012, Pemerintah Malaysia juga melarang terbitnya buku 'Allah, Liberty and Love' karya pengarang Kanada, Irshad Manji.

Hal yang sama juga terjadi di Korea Utara. Pemerintah komunis Korea Utara menetapkan kitab Injil sebagai barang ilegal, dan memonitor serta membatasi gerakan umat Katolik karena dikhawatirkan akan melawan pemerintah. | Huffington Post

back to top