Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Di negara-negara ini, Al Quran dan Injil dibredel

Di negara-negara ini, Al Quran dan Injil dibredel
KoPi | Selama berabad-abad, peradaban manusia telah berupaya mensensor berbagai ide dan ekspresi demi melanggengkan kekuasaan. Membredel dan melarang penerbitan buku merupakan salah satunya. Namun tidak terbatas pada buku karangan manusia saja, kitab suci ternyata juga ikut dibredel dan dilarang terbit.
 

Adalah di Kota Novorossiysk, Rusia, yang melarang beberapa terjemahan Al Quran karena dianggap mengobarkan ekstrimisme dan kekerasan. Kebijakan yang dibuat pada tahun 2013 tersebut lalu diikuti secara luas di seluruh Rusia.

Meski demikian, sebenarnya bukan Al Quran saja yang dianggap menjadi buku terlarang di Negeri Beruang Merah tersebut. Buku-buku karangan L. Ron Hubbard, pendiri agama Scientology juga turut dilarang. Selain itu, buku karya teologis asal Turki Said Nursi, beberapa terbitan Katolik, Saksi Jehovah, dan Falun Gong juga dilarang karena dianggap mengandung teks yang mendorong ekstrimisme.

Selain di Rusia, di negara lain ada juga kitab suci yang dilarang terbit. Misalnya, Malaysia yang melarang kitab Injil berbahasa Melayu keluar dari lingkungan gereja. Pemerintah Malaysia berdalih tindakan tersebut untuk melindungi "keamanan nasional".

Selain kitab Injil, Malaysia juga pernah diberitakan melarang terbitnya novel terkenal 'Fifty Shades of Grey'. Novel bertema BDSM tersebut dianggap 'merusak moral bangsa'. Pada tahun 2012, Pemerintah Malaysia juga melarang terbitnya buku 'Allah, Liberty and Love' karya pengarang Kanada, Irshad Manji.

Hal yang sama juga terjadi di Korea Utara. Pemerintah komunis Korea Utara menetapkan kitab Injil sebagai barang ilegal, dan memonitor serta membatasi gerakan umat Katolik karena dikhawatirkan akan melawan pemerintah. | Huffington Post

back to top