Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Derita anak-anak Suriah selama perang 5 tahun

Derita anak-anak Suriah selama perang 5 tahun
KoPi | Hari Minggu (15/3) lalu menandai lima tahun berlangsungnya perang sipil di Suriah. Memperingati hal tersebut, UNICEF merilis data mengenai dampak perang yang terus berkepanjangan antara rezim Bashar Al-Assad dengan berbagai kelompok oposisi. Perang telah merenggut hak pendidikan, nutrisi, tempat tinggal, dan harapan akan masa depan dari rakyat Suriah.
 

“Bagi anak-anak, krisis ini menjadi satu-satunya hal yang mereka ketahui. Bagi para remaja, kekerasan dan penderitaan tidak hanya menodai masa lalu mereka, tetapi juga membentuk masa depan mereka,” ujar Anthony Lake, Direktur Eksekutif UNICEF. Lake mengatakan, generasi muda Suriah masih berada dalam bahaya karena dapat tersesat dalam lingkaran kekerasan.

Sejak awal konflik Suriah hingga sekarang, 55 pekerja kemanusiaan telah tewas. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan di Afghanistan. Para pekerja sosial juga sering mendapat hambatan birokrasi dan ancaman dari milisi. Para pengungsi dan warga Suriah dilaporkan mengalami kekurangan nutrisi karena blokade dari berbagai kelompok bersenjata.

Para dokter juga mengkhawatirkan berbagai penyakit yang timbul akibat tertundanya vaksinasi. Salah satunya adalah polio, yang sebelumnya berhasil diberantas oleh pemerintah Suriah. Tahun 2013 lalu, UNICEF mendapat laporan mengenai kembali munculnya penyakit polio karena tidak mendapat vaksinasi. Setidaknya ada 800 ribu anak-anak Suriah yang tidak memperoleh akses vaksinasi polio.

UNICEF juga menyebutkan lebih dari 2 juta anak yang berada di Suriah tidak lagi bersekolah. Selain itu, 600 ribu anak yang berada di pengungsian juga tidak mendapat akses pendidikan. Selain karena kekurangan guru dan buku pelajaran, sekolah sudah bukan lagi tempat yang aman. Berdasar data UNICEF, tahun lalu ada 160 anak yang tewas ketika berada di sekolah.

Saat ini berbagai badan PBB, NGO, konglomerasi, dan pemerintahan dunia bahu membahu memberi bantuan untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut. Misalnya, World Food Programme yang bekerjasama dengan 24 partner lokal membuka dapur umum untuk memberi makan 3 juta warga Suriah. Malala Fund, sebuah badan yang didirikan oleh peraih Nobel Malala Yousafzai memberikan pendidikan bagi anak perempuan Suriah yang mengungsi di Lebanon dan Yordania.|UNICEF, Huffington Post, Reuters

back to top