Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Derita anak-anak Suriah selama perang 5 tahun

Derita anak-anak Suriah selama perang 5 tahun
KoPi | Hari Minggu (15/3) lalu menandai lima tahun berlangsungnya perang sipil di Suriah. Memperingati hal tersebut, UNICEF merilis data mengenai dampak perang yang terus berkepanjangan antara rezim Bashar Al-Assad dengan berbagai kelompok oposisi. Perang telah merenggut hak pendidikan, nutrisi, tempat tinggal, dan harapan akan masa depan dari rakyat Suriah.
 

“Bagi anak-anak, krisis ini menjadi satu-satunya hal yang mereka ketahui. Bagi para remaja, kekerasan dan penderitaan tidak hanya menodai masa lalu mereka, tetapi juga membentuk masa depan mereka,” ujar Anthony Lake, Direktur Eksekutif UNICEF. Lake mengatakan, generasi muda Suriah masih berada dalam bahaya karena dapat tersesat dalam lingkaran kekerasan.

Sejak awal konflik Suriah hingga sekarang, 55 pekerja kemanusiaan telah tewas. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan di Afghanistan. Para pekerja sosial juga sering mendapat hambatan birokrasi dan ancaman dari milisi. Para pengungsi dan warga Suriah dilaporkan mengalami kekurangan nutrisi karena blokade dari berbagai kelompok bersenjata.

Para dokter juga mengkhawatirkan berbagai penyakit yang timbul akibat tertundanya vaksinasi. Salah satunya adalah polio, yang sebelumnya berhasil diberantas oleh pemerintah Suriah. Tahun 2013 lalu, UNICEF mendapat laporan mengenai kembali munculnya penyakit polio karena tidak mendapat vaksinasi. Setidaknya ada 800 ribu anak-anak Suriah yang tidak memperoleh akses vaksinasi polio.

UNICEF juga menyebutkan lebih dari 2 juta anak yang berada di Suriah tidak lagi bersekolah. Selain itu, 600 ribu anak yang berada di pengungsian juga tidak mendapat akses pendidikan. Selain karena kekurangan guru dan buku pelajaran, sekolah sudah bukan lagi tempat yang aman. Berdasar data UNICEF, tahun lalu ada 160 anak yang tewas ketika berada di sekolah.

Saat ini berbagai badan PBB, NGO, konglomerasi, dan pemerintahan dunia bahu membahu memberi bantuan untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut. Misalnya, World Food Programme yang bekerjasama dengan 24 partner lokal membuka dapur umum untuk memberi makan 3 juta warga Suriah. Malala Fund, sebuah badan yang didirikan oleh peraih Nobel Malala Yousafzai memberikan pendidikan bagi anak perempuan Suriah yang mengungsi di Lebanon dan Yordania.|UNICEF, Huffington Post, Reuters

back to top