Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Deal ! PBB restui nuklir Iran

Presiden Hassan Rouhani Presiden Hassan Rouhani

Iran-KoPi| Parlemen Iran mendapat dukungan dari dunia dalam program nuklir. Keberhasilan ini menandakan kemenangan bagi pemerintah atas pihak konservatif yang menentang program nuklir.

Banyak anggota parlemen menentang keras keputusan Rencana Bersama Aksi (JCPOA), dari hasil yang dicapai oleh pemerintah Presiden Hassan Rouhani dengan perwakilan PBB pada 14 Juli.

"Anggota parlemen membuat keputusan dianggap baik hari ini menunjukkan mereka memiliki pemahaman yang baik tentang situasi di negara itu," kata juru bicara pemerintah Mohammad Baqer Nobakht dalam konferensi pers.

RUU disahkan dari hasil voting 161 orang. Terdiri dari 59 orang menentang dan 13 abstain. Hasil ini akan diserahkan kepada badan administrasi untuk persetujuan akhir dan bagian dalam hukum.

Sebagai tindak lanjut Badan pengawas nuklir PBB, IAEA, membutuhkan persetujuan dari badan keamanan Iran sebelum mengunjungi situs militer. Menghindari adanya perbedaan pendapat yang mungkin terjadi.

RUU melegalkan Iran untuk melanjutkan kegiatan nuklirnya, namun masih terikat dalam pengawasan dari JCPOA. Dari kesepakatan 14 Juli, negara yang berhak melakukan pengawasan seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Rusia.

Perjanjian tersebut mengakhiri permusuhan antara Iran dan Barat. Negara-negara Barat sempat menduga program itu bertujuan untuk mengembangkan sarana untuk membangun sebuah bom atom, namun Teheran mengatakan program energi atom untuk perdamaian.
|www.reuters.com|Winda Efanur FS|

back to top