Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Deal ! PBB restui nuklir Iran

Presiden Hassan Rouhani Presiden Hassan Rouhani

Iran-KoPi| Parlemen Iran mendapat dukungan dari dunia dalam program nuklir. Keberhasilan ini menandakan kemenangan bagi pemerintah atas pihak konservatif yang menentang program nuklir.

Banyak anggota parlemen menentang keras keputusan Rencana Bersama Aksi (JCPOA), dari hasil yang dicapai oleh pemerintah Presiden Hassan Rouhani dengan perwakilan PBB pada 14 Juli.

"Anggota parlemen membuat keputusan dianggap baik hari ini menunjukkan mereka memiliki pemahaman yang baik tentang situasi di negara itu," kata juru bicara pemerintah Mohammad Baqer Nobakht dalam konferensi pers.

RUU disahkan dari hasil voting 161 orang. Terdiri dari 59 orang menentang dan 13 abstain. Hasil ini akan diserahkan kepada badan administrasi untuk persetujuan akhir dan bagian dalam hukum.

Sebagai tindak lanjut Badan pengawas nuklir PBB, IAEA, membutuhkan persetujuan dari badan keamanan Iran sebelum mengunjungi situs militer. Menghindari adanya perbedaan pendapat yang mungkin terjadi.

RUU melegalkan Iran untuk melanjutkan kegiatan nuklirnya, namun masih terikat dalam pengawasan dari JCPOA. Dari kesepakatan 14 Juli, negara yang berhak melakukan pengawasan seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Rusia.

Perjanjian tersebut mengakhiri permusuhan antara Iran dan Barat. Negara-negara Barat sempat menduga program itu bertujuan untuk mengembangkan sarana untuk membangun sebuah bom atom, namun Teheran mengatakan program energi atom untuk perdamaian.
|www.reuters.com|Winda Efanur FS|

back to top