Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Dalai Lama tegur Aung San Suu Kyi soal Rohingya

Dalai Lama tegur Aung San Suu Kyi soal Rohingya
KoPi | Dalai Lama mendesak pemimpin demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi untuk bertindak mengatasi persoalan Rohingya. Selama ini Suu Kyi masih belum memberikan komentar apapun mengenai isu Rohingya.
 

Dalai Lama disebutkan telah dua kali memohon kepada Aung San Suu Kyi untuk bersuara mengenai Rohingya. Permintaan pertama disampaikan Dalai Lama pada tahun 2012, ketika konflik berdarah meletus di Rakhine.

"Ini sangat menyedihkan. Saya berharap Suu Kyi sebagai peraih Nobel Perdamaian dapat berbuat sesuatu. Saya telah dua kali bertemu Suu Kyi, pertama di London dan kedua di Ceko. Saya telah menyebutkan masalah ini dan ia mengatakan bahwa ada beberapa kendala yang sangat rumit," ungkap Dalai Lama pada The Australian, seperti dikutip The Guardian. 

"Meski demikian, saya merasa ia dapat berbuat sesuatu," lanjut Dalai Lama.

Persoalan Rohingya sendiri sebenarnya telah terjadi sejak ratusan tahun di Myanmar, namun baru kali ini terungkap. Apalagi, skala isu kian membesar setelah ratusan ribu warga etnis Rohingya terpaksa melarikan diri dari Myanmar. Masih ada sekitar satu juta warga etnis Rohingya yang saat ini terjebak di Myanmar.

Dalai Lama mengatakan tidak cukup bantuan yang diberikan pada warga Rohingya. "Ada yang salah dengan cara pikir nilai-nilai kemanusiaan. Kita kurang peduli pada nyawa orang lain, pada kesejahteraan orang lain," kata Dalai Lama. | The Guardian

back to top