Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Cina klaim rudal sebagai operasi 'tradisi' pertahanan

Cina klaim rudal sebagai operasi 'tradisi' pertahanan

KoPi| Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop memandang sengketa Laut Cina Selatan menjadi perhatian, setelah keterlibatan militer di sana. Hal itu diawali Cina dengan menempatkan rudalnya di salah satu pulau Laut Cina Selatan.

Secara terpisah Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan rudal untuk menjaga pulau Woody bagian rantai Paracel. Cina seolah menunjukan penguasaannya sebelum diklaim oleh Vietnam dan Taiwan.

Dalam kunjungannya ke Cina, Bishop mengangkat isu militerisasi Laut Cina Selatan. Penasehat Negara Yang Jiechi menyampaikan kepada Bishop setahun yang lalu, Cina tidak berniat melakukan militerisasi pulau-pulau.

"Dalam kasus hebohnya rudal, yang disengketakan oleh Cina. Kami mengangkat masalah ini dan kami sudah membicarakan tentang hal itu. Meski demikian, Cina tidak menyangkal kehairan rudal. Namun Cina belum memberikan keterangan maksud dari penempatan rudal tersebut." tambah Bishop.

Cina mengklaim paling berkepentingan dengan Laut Cina Selatan sebagai lalu lintas perdagangan global setiap tahun. Selain Cina, negara lain seperti Vietnam, Malaysia, Brunei, Filipina dan Taiwan mengklaim memiliki kekuasaan di Laut Cina Selatan.

Sementara Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina,Hong Lei, tidak menyangkal atau pun membenarkan soal rudal. Dia justru menegaskan fasilitas pertahanan sudah ditempatkan di pulau-pulau sejak dekade yang lalu.
|reuters.com|Winda Efanur FS|

back to top