Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Cina klaim rudal sebagai operasi 'tradisi' pertahanan

Cina klaim rudal sebagai operasi 'tradisi' pertahanan

KoPi| Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop memandang sengketa Laut Cina Selatan menjadi perhatian, setelah keterlibatan militer di sana. Hal itu diawali Cina dengan menempatkan rudalnya di salah satu pulau Laut Cina Selatan.

Secara terpisah Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan rudal untuk menjaga pulau Woody bagian rantai Paracel. Cina seolah menunjukan penguasaannya sebelum diklaim oleh Vietnam dan Taiwan.

Dalam kunjungannya ke Cina, Bishop mengangkat isu militerisasi Laut Cina Selatan. Penasehat Negara Yang Jiechi menyampaikan kepada Bishop setahun yang lalu, Cina tidak berniat melakukan militerisasi pulau-pulau.

"Dalam kasus hebohnya rudal, yang disengketakan oleh Cina. Kami mengangkat masalah ini dan kami sudah membicarakan tentang hal itu. Meski demikian, Cina tidak menyangkal kehairan rudal. Namun Cina belum memberikan keterangan maksud dari penempatan rudal tersebut." tambah Bishop.

Cina mengklaim paling berkepentingan dengan Laut Cina Selatan sebagai lalu lintas perdagangan global setiap tahun. Selain Cina, negara lain seperti Vietnam, Malaysia, Brunei, Filipina dan Taiwan mengklaim memiliki kekuasaan di Laut Cina Selatan.

Sementara Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina,Hong Lei, tidak menyangkal atau pun membenarkan soal rudal. Dia justru menegaskan fasilitas pertahanan sudah ditempatkan di pulau-pulau sejak dekade yang lalu.
|reuters.com|Winda Efanur FS|

back to top