Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

China ratakan gunung-gunung agar bisa dihuni

Aktivitas perataan gunung Aktivitas perataan gunung

China-KoPi, Ketika Negara yang populasinya paling banyak semakin bertambah dengan cepat. Kemudian apa yang akan dilakukan oleh Negara tersebut?
Jawabannya sederhana: potong puncak gunung-gunung yang ada di Negara tersebut untuk menimbun lembah-lembahnya agar bisa jadi rata kemudian bisa menjadi tempat tinggal yang bisa dihuni.

Jurnal tentang sains dan lingkungan yang bernama Nature melaporkan bahwa puluhan kilometer lahan telah diratakan di kota Chongqing, Shiyan, Yichang, Lanzhou dan Yan’an dengan cara meratakan gunung-gunung di sana.

Sebagaimana populasi terus berlimpah ruah maka pegunungan yang diratakan tersebut bisa menjadi tempat hidup penduduk dengan cara membeli atau menyewa lahan tersebut. Selain tempat tinggal lahan tersebut bisa menjadi lahan untuk bertani.

“Proyek perataan gunung tersebut telah menyebabkan polusi udara dan air, erosi tanah dan bahaya geologi lainnya. Proyek tersebut juga telah merusak hutan, lahan pertanian dan membahayakan satwa dan tumbuhan,” Nature menjelaskan.

“Banyak proyek yang mengabaikan peraturan lingkungan, karena pemerintah daerah condong untuk memprioritaskan uang dari pada menjaga alam,” tambahnya.

(Fahrurrazi)
Sumber: News.com.au

back to top