Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

China ratakan gunung-gunung agar bisa dihuni

Aktivitas perataan gunung Aktivitas perataan gunung

China-KoPi, Ketika Negara yang populasinya paling banyak semakin bertambah dengan cepat. Kemudian apa yang akan dilakukan oleh Negara tersebut?
Jawabannya sederhana: potong puncak gunung-gunung yang ada di Negara tersebut untuk menimbun lembah-lembahnya agar bisa jadi rata kemudian bisa menjadi tempat tinggal yang bisa dihuni.

Jurnal tentang sains dan lingkungan yang bernama Nature melaporkan bahwa puluhan kilometer lahan telah diratakan di kota Chongqing, Shiyan, Yichang, Lanzhou dan Yan’an dengan cara meratakan gunung-gunung di sana.

Sebagaimana populasi terus berlimpah ruah maka pegunungan yang diratakan tersebut bisa menjadi tempat hidup penduduk dengan cara membeli atau menyewa lahan tersebut. Selain tempat tinggal lahan tersebut bisa menjadi lahan untuk bertani.

“Proyek perataan gunung tersebut telah menyebabkan polusi udara dan air, erosi tanah dan bahaya geologi lainnya. Proyek tersebut juga telah merusak hutan, lahan pertanian dan membahayakan satwa dan tumbuhan,” Nature menjelaskan.

“Banyak proyek yang mengabaikan peraturan lingkungan, karena pemerintah daerah condong untuk memprioritaskan uang dari pada menjaga alam,” tambahnya.

(Fahrurrazi)
Sumber: News.com.au

back to top