Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

China ratakan gunung-gunung agar bisa dihuni

Aktivitas perataan gunung Aktivitas perataan gunung

China-KoPi, Ketika Negara yang populasinya paling banyak semakin bertambah dengan cepat. Kemudian apa yang akan dilakukan oleh Negara tersebut?
Jawabannya sederhana: potong puncak gunung-gunung yang ada di Negara tersebut untuk menimbun lembah-lembahnya agar bisa jadi rata kemudian bisa menjadi tempat tinggal yang bisa dihuni.

Jurnal tentang sains dan lingkungan yang bernama Nature melaporkan bahwa puluhan kilometer lahan telah diratakan di kota Chongqing, Shiyan, Yichang, Lanzhou dan Yan’an dengan cara meratakan gunung-gunung di sana.

Sebagaimana populasi terus berlimpah ruah maka pegunungan yang diratakan tersebut bisa menjadi tempat hidup penduduk dengan cara membeli atau menyewa lahan tersebut. Selain tempat tinggal lahan tersebut bisa menjadi lahan untuk bertani.

“Proyek perataan gunung tersebut telah menyebabkan polusi udara dan air, erosi tanah dan bahaya geologi lainnya. Proyek tersebut juga telah merusak hutan, lahan pertanian dan membahayakan satwa dan tumbuhan,” Nature menjelaskan.

“Banyak proyek yang mengabaikan peraturan lingkungan, karena pemerintah daerah condong untuk memprioritaskan uang dari pada menjaga alam,” tambahnya.

(Fahrurrazi)
Sumber: News.com.au

back to top