Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Cerita menyentuh hati di balik Pokemon GO

Cerita menyentuh hati di balik Pokemon GO
KoPi | Fenomena Pokemon GO telah sampai di Indonesia. Permainan berdasar Augmented Reality (AR) ini kembali menghidupkan demam Pokemon di Nusantara, setelah demam pertama kali melanda Indonesia pada 1999 lalu.
 

Sayangnya, banyaknya berita di luar negeri mengenai tindak kriminal dan kecelakaan yang terjadi saat pemain bermain Pokemon GO membuat banyak pihak khawatir. Bahkan, para pejabat negeri ini sampai angkat bicara mengenai fenomena Pokemon GO.

Namun, ada juga kabar bagus dan cerita indah di balik permainan Pokemon GO yang jarang terungkap. Beberapa kisah menyentuh ketika orang-orang bermain Pokemon GO beredar di media sosial.

Salah seorang warga Massachuchet bernama Boon Sheridan mengaku terkejut saat rumahnya tiba-tiba didatangi banyak orang. Rumahnya yang dulu berfungsi sebagai gereja itu biasanya selalu sepi. Namun ketika aplikasi Pokemon GO menjadikan tempat tinggalnya sebagai gym Pokemon (tempat berlatih dan mengadu Pokemon), orang-orang mulai berdatangan.

Awalnya ia merasa aneh karena banyak orang asing berkeliaran di sekitar rumahnya. Ia merasa tak bisa mengontrol rumah yang menjadi kawasan pribadinya. Namun, ia tidak merasa terganggu, hanya terkejut. Ia akhirnya memutuskan menghabiskan waktu di luar rumah dan berbincang dengan para ‘pelatih’ Pokemon tersebut.

“Keponakan saya baru mengetahui tentang gym ini dan ia mengajak kawan-kawannya mengunjungi kami,” tulisnya di Twitter. Ia justru mengaku senang karena ia berhasil mengambil hati keponakannya dan dianggap sbeagai ‘paman yang keren’.

Bahkan, ketika rumahnya ‘dikuasai’ oleh pemilik gym yang baru, ia sama sekali tak keberatan. Sheridan bahkan berteman dengan si pemilik gym baru itu dan menyebutnya orang yang baik. “’Keren, ini gym milikku!’ ‘Keren, ini rumahku! Kita bisa jadi teman’,” komentar Sheridan di Twitternya.

Lain lagi  pandangan Taran Sewall. Ia menganggap Pokemon GO dapat memberi harapan baru bagi negaranya. Ia melihat orang-orang yang bermain Pokemon GO saling menolong mencari Pokemon, meskipun tidak saling kenal.

“Orang-orang ramah dan tidak mendiskriminasi satu sama lain. Sangat menyenangkan melihat itu. Pokemon GO akan menyelamatkan negara ini, di tengah isu seperti ISIS dan politik,” tulisnya di Facebook.

Salah seorang warga Belanda, yang menyebut dirinya sebagai David mengatakan, Pokemon GO membantunya menghadapi depresi. Jika biasanya ia hanya berada di depan layar komputer dan terus tenggelam dalam depresi, ia memutuskan mengunduh aplikasi Pokemon GO untuk berolahraga ringan.

David mengaku pada hari pertama ia mampu berjalan 20 km, padahal biasanya ia hanya duduk di kursinya sepanjang hari. Di hari kedua ia mampu berjalan sejauh 15 km tanpa merasakan sakit, dan di hari ketiga ia berjalan kaki sejauh 12 km. Selama tiga hari tersebut, David mengaku bertemu lebih dari 25 orang pemain Pokemon GO.

“Ini merupakan salah satu pengalaman terbaik dalam hidup saya. Tidak ada rasa kecemasan, semua orang sangat ramah. Saya terus bertemu dengan orang-orang baru dan mengobrol ringan dengan mereka,” ungkapnya.

“Permainan ini membuat saya pergi ke luar rumah lagi, menghadapi kecemasan saya dan menjalani hidup dengan lebih baik. Saya berencana melakukan ini terus dan merasa nyaman dengan tubuh saya lagi,” sambungnya.

 

Bukan hanya hubungan sosial yang berjalan baik. Salah seorang netizen bahkan memanfaatkan kepopuleran Pokemon GO untuk meramaikan usahanya. Salah seorang netizen yang juga pemilik kafe mengaku kafenya menjadi sebuah Pokestop, tempat untuk menemukan alat penangkap Pokemon dan telur Pokemon. Ia menawarkan berbagai umpan Pokemon di kafenya, dan hasilnya, pendapatannya meningkat sampai dua kali lipat.

back to top