Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Calon terpidana mati Ketua Ikhwanul Muslimin, disidangkan hari ini..

Mohammed Badie Mohammed Badie

Kairo-KoPi| Anggota Ikhwanul Muslimin Mesir Badie Mohamed, bersama dengan beberapa tokoh dalam kelompok, disidangkan di pengadilan pidana pada hari Selasa, 11 Agustus 2015.

Dilansir dari Ahram online para terdakwa dituduh perakitan militan, merusak jalan umum, membunuh, menyerang polisi, menyerang institusi pemerintah, praktek tindakan teroris dan kepemilikan senjata.

Tuduhan tersebut terjadi pada kasus 14 Agustus 2013, ketika huru-hara penggulingan Mohamed Morsi. Kejadian tersebut menewaskan hampir 1.000 pendukung Morsi.

Dalam suatu pernyataan jaksa mengatakan terdakwa telah mengorganisir, meneror warga dan menganggu jalannya pemerintahan di ibukota.

Sejak penggulingan Morsi oleh tentara pada tahun 2013, para loyalisnya yang tergabung dalam Ikhwanul Muslimin telah mengalami kekerasan hingga pembunuhan.

Morsi, bersama dengan Badie pada tanggal 18 Juni, dijatuhi hukuman mati atas tuduhan kekacauan politik tahun 2011 di negara itu. |www.xinhuanet.com|Winda Efanur FS|

back to top