Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Buah segar kurangi resiko serangan jantung dan stroke

Buah segar kurangi resiko serangan jantung dan stroke

KoPi│“Sebuah apel dapat membuat dokter pergi”, begitulah kata pepatah lama yang nampaknya menjadi kebenaran saat ini.

Sebuah penelitian baru di Cina menemukan bahwa seseorang yang mengkonsumsi buah segar setiap hari memiliki resiko tingkat serangan jantung dan stroke yang lebih rendah, dibanding orang yang jarang mengkonsumsi buah segar.

Penemuan yang dipublikasikan oleh New England Journal of Medicine ini, berasal dari sebuah penelitian yang dilakukan pada 500 ribu orang dewasa di China, selama tujuh tahun. Di China sendiri tingkat konsumsi buah segar jauh lebih rendah dibandingkan di negara-negara seperti Inggris atau Amerika Serikat.

Para peneliti dari University of Oxford dan Chinese Academy of Medical Sciences melakukan penelitian nasional pada 500 ribu orang dewasa dari 10 daerah perkotaan dan pedesaan di seluruh China, penelitian ini dilakukan selama tujuh tahun melalui catatan kematian dan catatan elektronik mengenai penyakit dari rumah sakit yang ada.

Masyarakat yang menjadi obyek penelitian tidak memiliki riwayat penyakit kardiovaskular atau perawatan terhadap anti-hipertensi ketika mereka pertama kali bergabung dalam penelitian ini.

Penelitian ini menemukan bahwa mengkonsumsi buah-buahan, terutama apel atau jeruk, berhubungan dengan beberapa faktor, seperti pendidikan, menurunkan tekanan darah, gula darah, dan tingkat perokok aktif di Cina.

Setelah dikenalnya faktor-faktor ini, 100-gram buah per hari juga terkait dengan kematian sepertiga kardiovaskular dan hal tersebut terjadi di seluruh wilayah penelitian, baik pada laki-laki maupun perempuan.

"Hubungan antara konsumsi buah dan risiko kardiovaskular tampaknya lebih kuat di Cina, di mana tingkat konsumsi buah pada masyarakatnya rendah, daripada di negara-negara berpenghasilan tinggi yang memiliki tingkat konsumsi buah yang lebih tinggi," kata Huaidong Du, seorang peneliti dari University of Oxford.

Selain itu buah di China kebanyaakan dikonsumsi secara langsung, sedangkan buah di negara-negara berpenghasilan tinggi kebanyakan diproses sebelum dimakan, dan banyak penelitian sebelumnya yang mengaitkan buah segar dan olahan buah, jelas Du.

Zhengming Chen, profesor di University of Oxford, mencatat bahwa sulit untuk mengetahui apakah resiko yang lebih rendah pada seseorang yang mengkonsumsi buah segar dalam jumlah yang banyak dikarenakan efek perlindungan dari buah tersebut.

"Jika ya, maka tingkat konsumsi buah segar yang tinggi di Cina dapat mencegah 500 ribu kematian kardiovaskular per tahun, termasuk 20 ribu penduduk di bawah usia 70 tahun, dan jumlah tersebut bahkan lebih besar dari serangan stroke dan jantung yang terjadi," tambah Chen. │Xinhua.net

back to top