Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Bintang 'CR7' tertua di alam semesta ?

Bintang 'CR7' tertua di alam semesta ?

KoPi| Bintang pertama yang terbentuk di alam semesta mungkin telah ditemukan di galaksi yang jauh dan sangat terang.
Meurjuk pada teori murni, bintang ini akan menjadi bintang pertama yang terbentuk setelah Big Bang.

Penemuan ilmuwan ini penting karena mereka dianggap telah memunculkan bintang-bintang dan planet-planet yang mengisi alam semesta saat ini.

Penemuan Bintang-bintang ini menggunakan Southern teleskop Observatory Eropa (ESO) Very Large Telescope di Gurun Atacama Chili utara.

Bintang ‘baru’ dikenal sebagai bintang Populasi III, mereka lahir dari ledakan Big Bang 800 juta tahun lalu.

Para ilmuwan menemukan bintang dalam sebuah penemuan yang sama menarik - galaksi paling terang di alam semesta awal, tiga kali lebih terang daripada galaksi yang lainnya.

Bintang ini dinamakan CR7, penamaan dari tim Dr David Dobral dari Institut Astrofisika dan Ilmu Space, Fakultas Ilmu dari University of Lisbon di Portugal.

CR7 merupakan singkatan dari Cosmos pergeseran merah 7, dijuluki untuk menghormati pemain sepak bola Portugal, Cristiano Ronaldo, yang dikenal sebagai CR7.

Menemukan bintang seperti sejauh ini sangat sulit, karena mereka sangat singkat bersinar pada saat kondisi alam semesta itu tidak jelas seperti sekarang.

Hidup bintang yang pendek itu diperparah dengan ukuran besar mereka - hingga 1.000 kali lebih besar dari matahari - dan berakhir di supernova setelah hanya sekitar dua juta tahun.
Generasi pertama (atau Penduduk III) bintang adalah benda terbentuk di alam semesta awal. Dalam beberapa ratus juta tahun setelah Big Bang, dari awan gas yang mengandung hanya hidrogen dan helium.

Sebuah ilustrasi dari bintang tersebut ditampilkan. Mereka diduga telah membentuk unsur-unsur yang kita lihat di alam semesta saat ini. | dailymail.co.uk| Winda Efanur FS|

back to top