Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Bayi dengan stigmata ini berkah buat kaum Kristiani

Bayi dengan stigmata ini berkah buat kaum Kristiani

Quezon City-KoPi | Banyak kejadian aneh bin ajaib dalam keyakinan beragama di dunia. Kejadian-kejadian yang seolah memberi penanda bagi para pemeluk agama atau keyakinan. Misalnya lafal 'Allah' dalam bahasa Arab yang muncul di batu, tubuh ikan atau bayi Rusia yang lahir dengan surat Al-Baqarah di sekujur tubuhnya dan lain-lain.

Hal seperti itu juga terjadi di Quenzo, Philipina dua pekan lalu, 15 Maret 2015. Seorang bayi lahir dengan apa yang digambarkan sebagai keajaiban dan penanda bagi para pemeluk Kristiani. Bayi bernama Jejomar Castillo dan berbobot 3,2 kilogram tersebut lahir dengan luka stigmata.

Luka stigmata adalah luka yang diderita Yesus Kristus ketika peristiwa penyalibannya. Jejomar Castillo memiliki bekas luka di sekitar dahinya seolah pernah mengenakan mahkota duri dan luka di kedua tangan serta kakinya.

Kabar stigmata bayi tersebut kemudian cepat menyebar di kalangan kristiani seluruh Philpina. Mereka berdatangan ke Rumah Sakit Umum di Quenzo untuk melihat dan berharap mendapatkan berkat bayi tersebut. Hanya dalam beberapa jam ribuan orang berkumpul dan menyanyikan lagu-lagu doa, sembari membawa lilin. Mereka mengimani peristiwa ini sebagai kembalinya Al Kitab Yesus Kristus.

"Selamat Datang Juru Selamat" dan Terima kasih Tuhan telah mengirimkan Jejomar", dalam doa mereka.

Fenomena ini kemudian ditanggapi oleh ahli mikrobiologi Philipina, Merlyn Cruz, Ph.D, dengan mengatakan sangat jarang anak-anak menderita sindrom yang menyebabkan purpura lokal, sindrom yang ditandai dengan perubahan warna merah atau ungu pada kulit.

"Saya harus mengakui bahwa ini merupakan kasus yang luar biasa" kata Doktor Cruz.

"Hanya ada segelintir kasus serupa yang terekam sepanjang sejarah, dan ini adalah pertama kalinya pada bayi, sehingga pengetahuan ilmiah akumulasi tentang patologi nya sangat langka. Kami melakukan serangkaian tes untuk menentukan apa yang luka ini sebenarnya dan apa yang menyebabkan muncul, tapi kami belum menemukan apa-apa. "

Kasus stigmata sebelumnya juga pernah terjadi dalam sejarah modern, seperti Pio dari Pietrelcina. Pio lazim dikenal sebagai Padre Pio, seorang biarawan atau imam dan msitikus dari Katolik Roma Kapusin. Padre Pio memiliki stigmata selama setengah dari hidupnya dan kini ia dihormati sebagai seorang santo di Gereja Katolik.

Banyak laporan tentang peristiwa stigmata selama berabad-abad lalu, tapi belum pernah ada kasus pada bayi yang baru lahir. | Diaz Septriana

back to top