Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Bayi bermata tiga lahir di Jepang, tanda apa (?)

Bayi bermata tiga lahir di Jepang, tanda apa (?)

KoPi|Pada pertengahan November lalu Jepang di hebohkan dengan kelahiran seorang bayi laki-laki bermata tiga. Akira Kurotawa adalah nama bayi yang memiliki dua mata normal dan satu mata lagi di keningnya.

Selama ini yang kita tahu manusia bermata tiga tidak ada, tapi ternyata ada. Mungkin kalau masih ingat dengan tokoh “Dewa Erlang” dalam serial film aksi “Kera Sakti”, dia memiliki tiga mata. Atau tokoh kartun populer "Dragon Ball" yang bernama "Tien Shinhan" juga memiliki tiga buah mata: dua mata normal dan satu lagi di kening.

Kejadian langka seperti ini ternyata menjadi perdebatan di negeri Sakura. Pasalnya bayi ajaib ini disinyalir adalah korban dari radiasi (ARS) atau keracunan radioaktif. Karena Sindrom akut radiasi (ARS) Akira Kurotawa menderita kelainan kelenjar pineal yang mendorong pembentukan mata ke-tiga pada keningnya.

Ibu Akira Kurotawa yang bekerja di pabrik nuklir Fukushima Daiichi pada saat bencana diperkirakan terkena paparan radiasi sebelum dia hamil enam minggu kemudian. “Untungnya keracunan itu terjadi sebelum dia hamil dan Akira tidak akan menderita masalah kesehatan lagi karena radioaktif”, kata Dokter yang merawat Akira.|Irfan Ridlowi|worldnewsdailyreport.com|

Baca juga:

TERPOPULER

Catatan inspiratif

back to top