Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Bahaya, lautan dunia penuh dengan sampah plastik

Bahaya, lautan dunia penuh dengan sampah plastik

Madrid-KoPi, Peneliti dari University of Cadiz, di Spayol bagian barat daya menemukan bahwa plastik yang diproduksi oleh berbagai negara telah memenuhi permukaan laut di seluruh dunia.

Temuan kelompok tersebut, yang diterbitkan dalam Prosidng National Academy of Sciences pada hari Senin (1/7), menujukkan bahwa sampah plastik telah memenuhi 88% dari permukaan laut di dunia.

Temuan tersebut didasarkan pada 3.000 sampel yang diambil selama ekspidisi sejak tahun 2010 dimana mereka dalam perjalanan menemukan arkumulasi plastik yang besar di tengah-tengah dari Atlantik Utara dan Selatan, Pasifik Selatan dan Samudera Hindia.

Penelitian tersebut juga menyoroti bahwa permukaan laut buka tujuan akhir dari sisa pembuangan plastik yang dikenal dengan "microplastics".

"Arus laut membawa benda-benda plastik, yang akhir terbelah menjadi fragmen yang lebih kecil akibat radiasi matahari. Potongan-potongan plastik tersebut yang dikenal dengan microplastic bisa bertahan sampai ratusan tahun," kata peneliti utama, Andres Cozar.

"Microplastics tersebut akan mempengaruhi rantai makanan organisme laut... dan dapat menyebabkan penyumbatan usus," tambahnya.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa jumlah plastik di lautan dunia bertambah banyak dari 10.000 ton menjadi 40.000 ton.

"Kita perlu merancang produk plastik bagaimana produk tersebut sehingga nanti bisa dimanfaatkan lagi. Lautan tidak cukup besar untuk menampung sampah yang kita buat," tambahnya lagi.

(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhuanews

back to top