Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Bahaya, lautan dunia penuh dengan sampah plastik

Bahaya, lautan dunia penuh dengan sampah plastik

Madrid-KoPi, Peneliti dari University of Cadiz, di Spayol bagian barat daya menemukan bahwa plastik yang diproduksi oleh berbagai negara telah memenuhi permukaan laut di seluruh dunia.

Temuan kelompok tersebut, yang diterbitkan dalam Prosidng National Academy of Sciences pada hari Senin (1/7), menujukkan bahwa sampah plastik telah memenuhi 88% dari permukaan laut di dunia.

Temuan tersebut didasarkan pada 3.000 sampel yang diambil selama ekspidisi sejak tahun 2010 dimana mereka dalam perjalanan menemukan arkumulasi plastik yang besar di tengah-tengah dari Atlantik Utara dan Selatan, Pasifik Selatan dan Samudera Hindia.

Penelitian tersebut juga menyoroti bahwa permukaan laut buka tujuan akhir dari sisa pembuangan plastik yang dikenal dengan "microplastics".

"Arus laut membawa benda-benda plastik, yang akhir terbelah menjadi fragmen yang lebih kecil akibat radiasi matahari. Potongan-potongan plastik tersebut yang dikenal dengan microplastic bisa bertahan sampai ratusan tahun," kata peneliti utama, Andres Cozar.

"Microplastics tersebut akan mempengaruhi rantai makanan organisme laut... dan dapat menyebabkan penyumbatan usus," tambahnya.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa jumlah plastik di lautan dunia bertambah banyak dari 10.000 ton menjadi 40.000 ton.

"Kita perlu merancang produk plastik bagaimana produk tersebut sehingga nanti bisa dimanfaatkan lagi. Lautan tidak cukup besar untuk menampung sampah yang kita buat," tambahnya lagi.

(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhuanews

back to top