Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Bahaya, lautan dunia penuh dengan sampah plastik

Bahaya, lautan dunia penuh dengan sampah plastik

Madrid-KoPi, Peneliti dari University of Cadiz, di Spayol bagian barat daya menemukan bahwa plastik yang diproduksi oleh berbagai negara telah memenuhi permukaan laut di seluruh dunia.

Temuan kelompok tersebut, yang diterbitkan dalam Prosidng National Academy of Sciences pada hari Senin (1/7), menujukkan bahwa sampah plastik telah memenuhi 88% dari permukaan laut di dunia.

Temuan tersebut didasarkan pada 3.000 sampel yang diambil selama ekspidisi sejak tahun 2010 dimana mereka dalam perjalanan menemukan arkumulasi plastik yang besar di tengah-tengah dari Atlantik Utara dan Selatan, Pasifik Selatan dan Samudera Hindia.

Penelitian tersebut juga menyoroti bahwa permukaan laut buka tujuan akhir dari sisa pembuangan plastik yang dikenal dengan "microplastics".

"Arus laut membawa benda-benda plastik, yang akhir terbelah menjadi fragmen yang lebih kecil akibat radiasi matahari. Potongan-potongan plastik tersebut yang dikenal dengan microplastic bisa bertahan sampai ratusan tahun," kata peneliti utama, Andres Cozar.

"Microplastics tersebut akan mempengaruhi rantai makanan organisme laut... dan dapat menyebabkan penyumbatan usus," tambahnya.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa jumlah plastik di lautan dunia bertambah banyak dari 10.000 ton menjadi 40.000 ton.

"Kita perlu merancang produk plastik bagaimana produk tersebut sehingga nanti bisa dimanfaatkan lagi. Lautan tidak cukup besar untuk menampung sampah yang kita buat," tambahnya lagi.

(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhuanews

back to top