Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Bahaya, lautan dunia penuh dengan sampah plastik

Bahaya, lautan dunia penuh dengan sampah plastik

Madrid-KoPi, Peneliti dari University of Cadiz, di Spayol bagian barat daya menemukan bahwa plastik yang diproduksi oleh berbagai negara telah memenuhi permukaan laut di seluruh dunia.

Temuan kelompok tersebut, yang diterbitkan dalam Prosidng National Academy of Sciences pada hari Senin (1/7), menujukkan bahwa sampah plastik telah memenuhi 88% dari permukaan laut di dunia.

Temuan tersebut didasarkan pada 3.000 sampel yang diambil selama ekspidisi sejak tahun 2010 dimana mereka dalam perjalanan menemukan arkumulasi plastik yang besar di tengah-tengah dari Atlantik Utara dan Selatan, Pasifik Selatan dan Samudera Hindia.

Penelitian tersebut juga menyoroti bahwa permukaan laut buka tujuan akhir dari sisa pembuangan plastik yang dikenal dengan "microplastics".

"Arus laut membawa benda-benda plastik, yang akhir terbelah menjadi fragmen yang lebih kecil akibat radiasi matahari. Potongan-potongan plastik tersebut yang dikenal dengan microplastic bisa bertahan sampai ratusan tahun," kata peneliti utama, Andres Cozar.

"Microplastics tersebut akan mempengaruhi rantai makanan organisme laut... dan dapat menyebabkan penyumbatan usus," tambahnya.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa jumlah plastik di lautan dunia bertambah banyak dari 10.000 ton menjadi 40.000 ton.

"Kita perlu merancang produk plastik bagaimana produk tersebut sehingga nanti bisa dimanfaatkan lagi. Lautan tidak cukup besar untuk menampung sampah yang kita buat," tambahnya lagi.

(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhuanews

back to top