Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Aturan pernikahan di Saudi semakin berat

Aturan pernikahan di Saudi semakin berat

Saudi-KoPi- Para lelaki Saudi yang ingin menikahi perempuan asing sekarang menghadapi aturan yang lebih berat.
Sebuah berita di Makkah yang mengutip Direktur Polisi Assaf al-Qurashi mengatakan bahwa laki-laki Saudi yang ingin menikahi wanita asing harus mendapatkan izin dari pemerintah dan mengumpulkan surat pengajuan pernikahan.

Yang menjadi pertanyaan, pemerintah Saudi mengatakan bahwa laki-laki Saudi dilarang menikah dengan perempuan yang berasal dari Pakistan, Bangladesh, Chad dan Myanmar.

Menurut sebuah laporan, ada sekitar 500,000 perempuan berasal dari keempat negara tersebut bertempat tinggal di Saudi.
Akhir-akhir ini juga, mengutip Tawfiq Al-Swailem, Kepala Saudi Charitable Society for Welfare of Saudi Families Abroad menyarankan agar pernikahan di Saudi dibuat lebih sederhana dengan mengurangi mas kawin yang luar biasa yang di cari oleh orang tua pengantin perempuan.


(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya News

back to top