Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Atasi virus Mers, Saudi dirikan pusat kesehatan

Atasi virus Mers, Saudi dirikan pusat kesehatan

Riyadh-KoPi, Arab Saudi telah menetapkan tiga pusat khusus untuk menangani kasus-kasus penyakit MERS (Middle East Respiratory Syndrome), infeksi coronavirus, sebuah penyakit yang menyerang pernapasan, karema korban meninggal telah meningkat menjadi 94 di antara total 323 kasus terinfeksi, Kementerian Kesehatan yang mengatakan Sabtu (27/4).

Tiga pusat tersebut bertempat di Kompleks Medis Raja Abdullah di Jeddah, Rumah Sakit Mohammed bin Abdulaziz di Riyadh dan Kompleks Medis Dammam di wilayah timur.

 

Ketiga kompleks memiliki 146 tempat tidur perawatan intensif, yang semuanya dilengkapi dengan ruang isolasi dengan peralatan medis terbaru dan laboratorium, kemudian klinik pasien rawat jalan. Pusat kesehatan yang lain yang serupa juga akan diumumkan kemudian hari di daerah lainnya di Saudi.

 

"Langkah ini datang sebagai bagian dari rencana darurat yang bertujuan untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Sejumlah prosedur preventif dan kuratif medis akan diambil," kata Menteri Kesehatan Adel bin Muhammad Faqih. Dia meyakinkan bahwa kementerian sedang mempelajari semua kemungkinan opsi untuk mengatasi tantangan tersebut.

 

Sementara kementerian mengatakan bahwa sepuluh kasus baru dikonfirmasi pada hari Sabtu, termasuk satu orang meninggal dalam 24 jam terakhir. Dari kasus baru, satu adalah tanpa gejala, tiga menerima perawatan dan lima kasus di ICU.

 

(Fahrurrazi)

Sumber: Xinhuanet

back to top