Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Atasi virus Mers, Saudi dirikan pusat kesehatan

Atasi virus Mers, Saudi dirikan pusat kesehatan

Riyadh-KoPi, Arab Saudi telah menetapkan tiga pusat khusus untuk menangani kasus-kasus penyakit MERS (Middle East Respiratory Syndrome), infeksi coronavirus, sebuah penyakit yang menyerang pernapasan, karema korban meninggal telah meningkat menjadi 94 di antara total 323 kasus terinfeksi, Kementerian Kesehatan yang mengatakan Sabtu (27/4).

Tiga pusat tersebut bertempat di Kompleks Medis Raja Abdullah di Jeddah, Rumah Sakit Mohammed bin Abdulaziz di Riyadh dan Kompleks Medis Dammam di wilayah timur.

 

Ketiga kompleks memiliki 146 tempat tidur perawatan intensif, yang semuanya dilengkapi dengan ruang isolasi dengan peralatan medis terbaru dan laboratorium, kemudian klinik pasien rawat jalan. Pusat kesehatan yang lain yang serupa juga akan diumumkan kemudian hari di daerah lainnya di Saudi.

 

"Langkah ini datang sebagai bagian dari rencana darurat yang bertujuan untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Sejumlah prosedur preventif dan kuratif medis akan diambil," kata Menteri Kesehatan Adel bin Muhammad Faqih. Dia meyakinkan bahwa kementerian sedang mempelajari semua kemungkinan opsi untuk mengatasi tantangan tersebut.

 

Sementara kementerian mengatakan bahwa sepuluh kasus baru dikonfirmasi pada hari Sabtu, termasuk satu orang meninggal dalam 24 jam terakhir. Dari kasus baru, satu adalah tanpa gejala, tiga menerima perawatan dan lima kasus di ICU.

 

(Fahrurrazi)

Sumber: Xinhuanet

back to top