Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

AS-Korsel bahas peluncuran rudal tandingan Korut

Militer Amerika Serikat berlatih di wilayah Korea Utara Militer Amerika Serikat berlatih di wilayah Korea Utara

Washington-KoPi| Militer Amerika Serikat akan mengirim sistem pertahanan rudal canggih ke Korea Selatan secepatnya. Pengiriman rudal jauh ke Korea Selatan upaya mengkonter gerakan Korea Utara.

Amerika Serikat turut mengambil langkah antisipasi setelah Korea Utara meluncurkan roket jarak jauh pada hari Minggu (6/2). Saat ini para pejabat militer AS dan Korea Selatan tengah membahas sistem pertahanan Terminal High Altitude (THAAD) melawan Korea Utara.

Korea Utara sukses meluncurkan 'satelit' ke orbitnya pada Minggu (6/2). Aksi nekad Korea Utara sontak menggegerkan dunia internasional. PBB dan kekuatan dunia mendesak pemberian sanksi terhadap Korea Utara. Terkait pengembangan rudal balistik antar benua yang mengancam daratan Amerika serikat.

"Kami ingin melihat langkah ini secepat mungkin (THAAD). Saat ini kami melakukan konsultasi awal dengan Korea Selatan, dan kami berharap prosesnya lancar," kata juru bicara Pentagon, Peter Cook. 

Sistem THAAD Amerika dapat digunakan untuk menembak rudal anti-balistik ke langit dan berfungsi juga untuk menghancurkan rudal musuh, baik dari dalam maupun luar atmosfer. Sifat rudal-rudal pencegat tidak bermuatan peledak, pasalnya tidak bermuatan energi kinetik untuk menghancurkan target mereka.

Sementara China menentang peluncuran rudal tersebut karena berdekatan dengan perbatasan. Agaknya Amerika Serikat kini mendekati Korea Selatan untuk peluncuran THAAD, mengingat respon lunak China terhadap nuklir Korea Utara. |Straitstimes.com| Winda Efanur FS|

back to top