Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

AS dan Koalisi Gempur ISIS Suriah, Assad : "Tidak Ada Dialog Dulu"

www.baindaily.com www.baindaily.com

Suriah-KoPi|Kelompok koalisi yang dikomandani oleh Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Suriah dalam upaya menghancurkan ISIS. Presiden Suriah Bashar Assad mengatakan pemerintahnya telah menerima informasi tersebut namun membantah berkoordinasi langsung dengan pihak koalisi.

Assad mengklaim dalam sebuah wawancara dengan BBC Selasa, pesan tentang serangan udara yang disampaikan ke Damaskus oleh pihak ketiga, termasuk pemerintah Irak.

"Kadang-kadang mereka menyampaikan pesan umum, tapi tidak ada yang taktis. Tidak ada dialog. Adanya informasi, tetapi tidak dialog," kata Assad.

Banyak anggota koalisi, termasuk empat negara Arab mendesak Assad untuk menyerahkan posisinya sejak awal perang sipil berdarah Suriah pada tahun 2011. Namun, penguasa Suriah telah menempel kukuh berkuasa meskipun pertempuran sengit ini akan menyebabkan kematian sekitar 200.000 orang.

Sekarang, jet koalisi memecah angkasa langit membidik ISIS. Namun, Assad mengatakan kepada BBC dia tidak akan secara resmi bergabung dengan koalisi, yang mencakup Yordania, Arab Saudi, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

“Tidak, kita tidak bisa dan tidak mau, alasannya sederhana; kita tidak mungkin bergabung dengan negara-negara yang mendukung terorisme. Ada referensi yang terpercaya pemberontak moderat Suriah disokong oleh Amerika Serikat”, kata Assad.

Dia juga menambahkan dirinya akan menolak perundingan terkait ISIS dengan pejabat AS. “Pasalnya mereka tidak berbicara kepada siapapun, karena dia boneka".  |foxnews.com|Winda Efanur FS|

back to top