Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

AS dan Koalisi Gempur ISIS Suriah, Assad : "Tidak Ada Dialog Dulu"

www.baindaily.com www.baindaily.com

Suriah-KoPi|Kelompok koalisi yang dikomandani oleh Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Suriah dalam upaya menghancurkan ISIS. Presiden Suriah Bashar Assad mengatakan pemerintahnya telah menerima informasi tersebut namun membantah berkoordinasi langsung dengan pihak koalisi.

Assad mengklaim dalam sebuah wawancara dengan BBC Selasa, pesan tentang serangan udara yang disampaikan ke Damaskus oleh pihak ketiga, termasuk pemerintah Irak.

"Kadang-kadang mereka menyampaikan pesan umum, tapi tidak ada yang taktis. Tidak ada dialog. Adanya informasi, tetapi tidak dialog," kata Assad.

Banyak anggota koalisi, termasuk empat negara Arab mendesak Assad untuk menyerahkan posisinya sejak awal perang sipil berdarah Suriah pada tahun 2011. Namun, penguasa Suriah telah menempel kukuh berkuasa meskipun pertempuran sengit ini akan menyebabkan kematian sekitar 200.000 orang.

Sekarang, jet koalisi memecah angkasa langit membidik ISIS. Namun, Assad mengatakan kepada BBC dia tidak akan secara resmi bergabung dengan koalisi, yang mencakup Yordania, Arab Saudi, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

“Tidak, kita tidak bisa dan tidak mau, alasannya sederhana; kita tidak mungkin bergabung dengan negara-negara yang mendukung terorisme. Ada referensi yang terpercaya pemberontak moderat Suriah disokong oleh Amerika Serikat”, kata Assad.

Dia juga menambahkan dirinya akan menolak perundingan terkait ISIS dengan pejabat AS. “Pasalnya mereka tidak berbicara kepada siapapun, karena dia boneka".  |foxnews.com|Winda Efanur FS|

back to top