Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

AS dan Koalisi Gempur ISIS Suriah, Assad : "Tidak Ada Dialog Dulu"

www.baindaily.com www.baindaily.com

Suriah-KoPi|Kelompok koalisi yang dikomandani oleh Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Suriah dalam upaya menghancurkan ISIS. Presiden Suriah Bashar Assad mengatakan pemerintahnya telah menerima informasi tersebut namun membantah berkoordinasi langsung dengan pihak koalisi.

Assad mengklaim dalam sebuah wawancara dengan BBC Selasa, pesan tentang serangan udara yang disampaikan ke Damaskus oleh pihak ketiga, termasuk pemerintah Irak.

"Kadang-kadang mereka menyampaikan pesan umum, tapi tidak ada yang taktis. Tidak ada dialog. Adanya informasi, tetapi tidak dialog," kata Assad.

Banyak anggota koalisi, termasuk empat negara Arab mendesak Assad untuk menyerahkan posisinya sejak awal perang sipil berdarah Suriah pada tahun 2011. Namun, penguasa Suriah telah menempel kukuh berkuasa meskipun pertempuran sengit ini akan menyebabkan kematian sekitar 200.000 orang.

Sekarang, jet koalisi memecah angkasa langit membidik ISIS. Namun, Assad mengatakan kepada BBC dia tidak akan secara resmi bergabung dengan koalisi, yang mencakup Yordania, Arab Saudi, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

“Tidak, kita tidak bisa dan tidak mau, alasannya sederhana; kita tidak mungkin bergabung dengan negara-negara yang mendukung terorisme. Ada referensi yang terpercaya pemberontak moderat Suriah disokong oleh Amerika Serikat”, kata Assad.

Dia juga menambahkan dirinya akan menolak perundingan terkait ISIS dengan pejabat AS. “Pasalnya mereka tidak berbicara kepada siapapun, karena dia boneka".  |foxnews.com|Winda Efanur FS|

back to top