Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Arab Saudi sebut Rusia tak akan sanggup terus pertahankan Assad

Arab Saudi sebut Rusia tak akan sanggup terus pertahankan Assad
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir menyatakan bahwa upaya Rusia membantu kekuasaan Basyar al-Assad tidak akan berakhir dengan keberhasilan terus mempertahankan rezim tersebut.
 
Berbicara dalam konferensi pers di ibukota Riyadh hari Minggu (14/2), al-Jubeir juga menyebut bantuan untuk melanggengkan kekuasaan Assad sebelumnya, seperti oleh Iran, pun telah gagal.
 
"Sekarang, (Assad) telah meminta bantuan Rusia yang (juga) akan gagal menyelamatkannya", kata al-Jubeir.
 
Al-Jubeir mendesak Rusia agar berhenti melakukan pengeboman terhadap para pejuang oposisi moderat di Suriah. Dimana intensitas serangan Rusia lebih banyak menyerang wilayah oposisi moderat, di posisi pertempuran langsung dengan pasukan Basyar al-Assad.
 
Menurut al-Jubeir, tak mungkin seorang "penjahat yang telah membunuhi ratusan ribu orang" tetap dibiarkan dalam kekuasaannya. Ia menyebut kejatuhan rezim Assad akan terjadi cepat atau lambat.
 
Arab Saudi mendesak agar serangan udara rusia terhadap warga tak bersalah segera dihentikan dan mulai memberikan bantuan kemanusiaan ke seluruh Suriah, serta kemudian memulai proses transisi politik untuk Suriah baru tanpa rezim Basyar al-Assad.
 
Basyar al-Assad sendiri dalam wawancara pada hari Kamis (11/2), sesumbar ingin tetap berperang hingga rezimnya kembali mengambil alih kontrol seluruh wilayah Suriah. Ia juga ingin mengepung wilayah oposisi dengan cara memutus jalur suplai.
 
Kehadiran Saudi dan Turki di Suriah
Arab Saudi, pada hari Sabtu (13/2), telah mengonfirmasikan pengiriman beberapa pesawat tempur ke wilayah ke Turki, di pangkalan udara Incirlik  untuk memerangi kelompok teroris ISIS.
 
Turki, Arab Saudi dan beberapa negara Arab telah siap bersedia untuk menerjunkan pasukan daratnya dalam melawan terorisme di Suriah.
 
"Kami akan mencoba memberikan (bantuan) kesempatan dan kekuatan pada... Arab Sunni di Suriah yang ingin merebut kembali wilayah mereka dari ISIS, terutama Raqqah", kata Carter seperti dilansir Reuters.
 
Sementara militer Turki dalam 2 hari berturut-turut telah menggempur wilayah utara Suriah yang dikuasai oleh milisi Kurdi, YPG. Meski kelompok ini merupakan sekutu Amerika dalam memerangi ISIS, namun Ankara yakin YPG adalah kepanjangan tangan dari kelompok teroris PKK yang berulang kali menyerang Turki.
 
Sebagian besar garis perbatasan Turki dan Suriah memang dikontrol oleh milisi Kurdi sehingga kurang menguntungkan bagi oposisi Suriah yang didominasi pejuang Arab-Suriah.
 
Milisi Kurdi juga dituduh "bermain mata" dengan rezim Assad, dengan ikut menyerang oposisi. Khususnya di sekitar kota Azaz, Aleppo utara, jalur suplai yang kini telah terputus dari wilayah utama provinsi.
back to top