Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Arab Saudi dan Rusia menanggapi serangan rudal AS ke Suriah

Arab Saudi dan Rusia menanggapi serangan rudal AS ke Suriah

KoPi|Reaksi Arab Saudi, Iran, dan Negara lain terhadap serangan AS di Suriah
Para pemimpin dunia dan negara-negara Timur Tengah cepat merespon berita penembakkan rudal AS di pangkalan udara Suriah.

Amerika Serikat telah menembakkan hampir 60 rudal Tomahawk ke pangkalan militer Suriah. Ini merupakan aksi militer pertama Washingtons terhadap pasukan pemerintah Suriah sejak adanya konflik enam tahun terakhir.

AS mengatakan rudal yang ditembakkan pada hari Jumat (7/4) mengakibatkan pesawat Suriah hancur, infrastruktur serta peralatan di lapangan terbang juga rusak parah.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia memerintahkan serangan terhadap pangkalan udara Shayrat di Homs, karena ia percaya bahwa serangan gas telah diluncurkan dari sebuah kota di Idlib. Trump juga mengatakan bahwa perintahnya penting  bagi keamanan nasional Amerika.

Sementara itu, para pemimpin dari berbagai negara di dunia cepat bereaksi dan merespon serangan AS tersebut.

Rusia, yang telah membom daerah yang dikuasai pemberontak di Suriah untuk mendukung Presiden Bashar al-Assad sejak September 2015, mengutuk serangan tersebut. “Tindakan Washington akan menimbulkan kerusakan besar pada hubungan AS-Rusia", menurut kantor berita Rusia.

Sedangkan, Kremlin menyebut serangan AS tersebut sebagai agresi terhadap negara berdaulat yang melanggar hukum internasional.

"Langkah Washington akan menimbulkan kerusakan besar pada hubungan AS-Rusia," Dmitry Peskov, juru bicara presiden Rusia Vladimir Putin, seperti dikutip.

Sebaliknya, Saudi Arabia mengatakan "sepenuhnya mendukung" serangan AS tersebut. Serangan AS merupakan "keputusan yang berani" dari Trump dalam menanggapi dugaan penggunaan senjata kimia terhadap warga sipil di Khan Sheikhoun.

Sementara itu, sebuah sumber yang bertanggung jawab di Kementerian Luar Negeri Arab menyatakan bahwa Kerajaan Arab Saudi memberikan dukungan penuh untuk operasi militer Amerika terhadap sasaran-sasaran militer di Suriah, sebagai respon terhadap penggunaan senjata kimia di rezim Suriah terhadap warga sipil yang tidak bersalah.

Pernyataan tersebut menyatakan bahwa pemerintahan Assad bertanggung jawab atas kematian puluhan warga sipil di Khan Sheikhoun.

Sementara itu, Iran, sekutu Assad, mengatakan, pihaknya sangat mengutuk serangan rudal terhadap pangkalan udara Shayrat tentara Suriah.

"Iran mengecam keras setiap serangan unilateral seperti ... langkah-langkah tersebut yang akan memperkuat teroris di Suriah ... dan itu akan menyulitkan situasi di Suriah dan kawasan tersebut," dikutip kantor berita ISNA juru bicara Kementerian Luar Negeri Bahram Qasemi.

Kemudian, Turki yang menjadi tuan rumah tiga juta pengungsi Suriah, memandang serangan rudal AS positif dan menyerukan pembentukan zona larangan terbang, serta zona aman, di Suriah.

"Apa yang terjadi di Idlib pada Selasa membuktikan lagi bahwa kekuasaan berdarah Assad mengabaikan prospek transisi politik dan upaya untuk menegakkan gencatan senjata," kata juru bicara kepresidenan Ibrahim Kalin.

Penghancuran pangkalan udara Sharyat menandai sebuah langkah penting untuk memastikan bahwa serangan kimia dan konvensional terhadap penduduk sipil tidak dibiarkan begitu saja.

"Dalam tindakan tersebut, Presiden Trump juga mengirim pesan yang kuat dan jelas bahwa penggunaan dan penyebaran senjata kimia tidak akan ditoleransi," sebuah pernyataan dari kantor Netanyahu.

"Israel sepenuhnya mendukung keputusan Presiden Trump dan berharap bahwa pesan dan tekad dalam menghadapi tindakan mengerikan rezim Assad akan beresonansi tidak hanya di Damaskus, tetapi di Teheran, Pyongyang dan di tempat lain."

Sedangkan, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk juga menyuarakan dukungannya untuk serangan rudal AS ke Suriah.

"Serangan AS menunjukkan bahwa dibutuhkan tekad terhadap serangan kimia barbar. Uni Eropa akan bekerja dengan AS untuk mengakhiri kebrutalan di Suriah," tulis Tusk di akun Twitter-nya.

Inggris juga mengatakan bahwa tindakan AS merupakan respons yang tepat terhadap "serangan senjata kimia barbar" yang diluncurkan oleh pemerintah Suriah, menurut juru bicara Perdana Menteri Theresa May.

Sementara itu, Italia juga memberikan dukungan, dengan mengatakan serangan AS adalah respon yang cocok untuk agresi Suriah.

“Serangan tersebut sepadan ... dan merupakan sinyal pencegahan terhadap risiko penggunaan lebih lanjut senjata kimia oleh Assad", Kata Menteri Luar Negeri Angelino Alfano.

Di sisi lain, Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull juga mengatakan bahwa ia mendukung serangan, menyebutnya sebagai "proporsional dan dikalibrasi respon".

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi, ia juga meminta Rusia untuk memainkan perannya dalam membawa perdamaian ke Suriah.

Sementara itu, Bolivia telah meminta Dewan Keamanan PBB terus konsultasi tertutup pada hari Jumat tentang serangan rudal, kata seorang diplomat senior Dewan Keamanan.|Al-Jazeera|AP|KoPI

back to top