Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Forum APEC memanas karena sengketa laut Cina Selatan

Forum APEC memanas karena sengketa laut Cina Selatan

Manila-KoPi| Para pemimpin Asia-Pasifik berkumpul di Manila pekan ini menghadiri pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation dan (APEC). Pertemuan tahunan ini fokus pada kerjasama ekonomi dan pengembangan suasana kondusif untuk daerah kerjasama dan pertumbuhan.

Namun sayang, pertemuan APEC kali ini diwarnai dengan ketegangan antar anggota APEC. Ada kekhawatiran terhadap situasi ekonomi global. Bahkan pertarungan politik pun begitu kentara terjadi antar anggota.

Salah satu ketengangan dipicu oleh sengketa Laut Cina Selatan. Mengenai hal ini, seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya akan membahas sengketa wilayah kedaulatan di Laut Cina Selatan di sela-sela pertemuan para pemimpin APEC (17/11).

Keadaan ini menjadi warning bagi anggota APEC, kemungkinan fokus pertemuan para pemimpin APEC akan menyimpang sekaligus membahayakan keberhasilan forum.

Untungnya, pemerintah Filipina memiliki pikiran yang jernih dan tidak akan menyeret persoalan Laut Cina Selatan ke dalam forum APEC.

Seperti namanya, APEC memiliki tradisi menghindari berbicara tentang isu-isu politik dan keamanan, seperti yang disetujui oleh anggotanya.

Forum APEC akan tetap diarahkan menyoal kemitraan ekonomi global di tingkat anggota APEC. Pada tahun lalu para pemimpin APEC 'di Beijing, peta jalan tertarik untuk membangun Free Trade Area of ​​Asia-Pasifik (FTAAP). Untuk mempromosikan produk antar kawasan regional. |Winda Efanur FS|

back to top