Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Alasan mengapa pendaratan di bulan bohong belaka

Alasan mengapa pendaratan di bulan bohong belaka
KoPi| Ada alasan mengapa Rusia menuduh Amerika berbohong soal pendaratannya di bulan (Baca: Rusia klaim AS bohong tentang pendaratan di Bulan). Selama ini beredar berbagai macam teori bahwa Amerika memalsukan pendaratan di bulan agar dianggap lebih unggul dari Rusia. Bahkan 20% warga Amerika sendiri meragukan bahwa NASA telah mendaratkan manusia di bulan. Berikut beberapa alasan yang mendasari mengapa teori-teori tersebut muncul.
 

Bendera yang berkibar di bulan

Penganut teori konspirasi mengatakan siaran langsung pendaratan di bulan oleh Neil Armstrong palsu belaka karena bendera Amerika yang ditancapkan di bulan berkibar seperti diterpa angin. Padahal, di bulan tidak ada udara, sehingga tidak mungkin bendera tersebut berkibar. NASA membantahnya dengan mengatakan bahwa bendera tersebut digulung dan disimpan di dalam tabung sehingga ketika dikeluarkan dari tempatnya memberi efek kibaran.

Tidak ada bekas pendaratan di bawah modul luar angkasa

Sebuah foto yang menunjukkan modul pendaratan di bulan memancing komentar para teori konspirasi. Mereka mengatakan, jika NASA benar-benar mendaratkan modul di bulan, seharusnya ada bekas pendaratan dalam foto tersebut. Dalam foto tersebut pasir bulan yang berada di bawah modul tampak rapi dan seperti tidak pernah terjamah.

Sumber cahaya yang terlalu banyak

Di bulan, satu-satunya sumber cahaya seharusnya hanya matahari. Karena itu, semua bayangan seharusnya jatuh di arah yang sama. Namun sebuah foto menunjukkan bayangan obyek di permukaan bulan jatuh secara tidak pararel. Para penganut teori konspirasi menganggap cahaya tersebut berasal dari lampu yang digunakan untuk syuting film. NASA sendiri mengatakan bayangan yang tidak paralel tersebut dikarenakan permukaan bulan yang tidak rata.

Obyek misterius

Dalam sebuah foto misi Apollo 12 yang dirilis NASA, seorang astronot tampak memegang kamera dan difoto dari depan, menampakkan gambar close-up helm dan baju astronotnya. Yang aneh, helm astronot tersebut memantulkan bayangan sebuah obyek misterius. Obyek tersebut tampak seperti tergantung di tali dan bentuknya sama sekali berbeda dengan modul pendaratan bulan. Obyek itu lantas disebut sebagai lampu sorot yang dipakai dalam studio film. Sayangnya foto tersebut tidak memiliki kualitas yang baik, sehingga tak ada yang bisa membuktikan klaim tersebut.

Tidak ada bintang di langit bulan

Satu bukti yang sering diperdebatkan dalam foto pendaratan di bulan adalah tidak ada bintang sama sekali di langit bulan. Padahal di bulan tidak ada awan, sehingga bintang-bintang seharusnya terlihat jelas dan lebih terang. Para penganut teori konspirasi mengatakan NASA tidak mungkin bisa memetakan lokasi semua bintang, sehingga memilih tidak “memasang” bintang pada latar belakang set “film” mereka. NASA kemudian memberi alasan tidak adanya bintang dalam foto tersebut karena kualitas foto yang buruk. Alasan tersebut ditanggapi sinis oleh penganut teori konspirasi.

Batu “C”

Sebuah foto terkenal dari bulan adalah foto batuan bulan yang dipotret astronot NASA. Anehnya, di batu tersebut terukir huruf “C” sempurna, yang tidak mungkin terjadi secara alami. Itu menguatkan dugaan bahwa batu tersebut hanyalah properti film. Huruf C tersebut diduga ditulis seorang kru film sebagai penanda. NASA beralasan huruf tersebut muncul setelah film dicetak, bisa karena rambut yang jatuh ketika film dikembangkan atau seorang teknisi menuliskan huruf C di atas foto.

 

back to top