Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Alasan mengapa pendaratan di bulan bohong belaka

Alasan mengapa pendaratan di bulan bohong belaka
KoPi| Ada alasan mengapa Rusia menuduh Amerika berbohong soal pendaratannya di bulan (Baca: Rusia klaim AS bohong tentang pendaratan di Bulan). Selama ini beredar berbagai macam teori bahwa Amerika memalsukan pendaratan di bulan agar dianggap lebih unggul dari Rusia. Bahkan 20% warga Amerika sendiri meragukan bahwa NASA telah mendaratkan manusia di bulan. Berikut beberapa alasan yang mendasari mengapa teori-teori tersebut muncul.
 

Bendera yang berkibar di bulan

Penganut teori konspirasi mengatakan siaran langsung pendaratan di bulan oleh Neil Armstrong palsu belaka karena bendera Amerika yang ditancapkan di bulan berkibar seperti diterpa angin. Padahal, di bulan tidak ada udara, sehingga tidak mungkin bendera tersebut berkibar. NASA membantahnya dengan mengatakan bahwa bendera tersebut digulung dan disimpan di dalam tabung sehingga ketika dikeluarkan dari tempatnya memberi efek kibaran.

Tidak ada bekas pendaratan di bawah modul luar angkasa

Sebuah foto yang menunjukkan modul pendaratan di bulan memancing komentar para teori konspirasi. Mereka mengatakan, jika NASA benar-benar mendaratkan modul di bulan, seharusnya ada bekas pendaratan dalam foto tersebut. Dalam foto tersebut pasir bulan yang berada di bawah modul tampak rapi dan seperti tidak pernah terjamah.

Sumber cahaya yang terlalu banyak

Di bulan, satu-satunya sumber cahaya seharusnya hanya matahari. Karena itu, semua bayangan seharusnya jatuh di arah yang sama. Namun sebuah foto menunjukkan bayangan obyek di permukaan bulan jatuh secara tidak pararel. Para penganut teori konspirasi menganggap cahaya tersebut berasal dari lampu yang digunakan untuk syuting film. NASA sendiri mengatakan bayangan yang tidak paralel tersebut dikarenakan permukaan bulan yang tidak rata.

Obyek misterius

Dalam sebuah foto misi Apollo 12 yang dirilis NASA, seorang astronot tampak memegang kamera dan difoto dari depan, menampakkan gambar close-up helm dan baju astronotnya. Yang aneh, helm astronot tersebut memantulkan bayangan sebuah obyek misterius. Obyek tersebut tampak seperti tergantung di tali dan bentuknya sama sekali berbeda dengan modul pendaratan bulan. Obyek itu lantas disebut sebagai lampu sorot yang dipakai dalam studio film. Sayangnya foto tersebut tidak memiliki kualitas yang baik, sehingga tak ada yang bisa membuktikan klaim tersebut.

Tidak ada bintang di langit bulan

Satu bukti yang sering diperdebatkan dalam foto pendaratan di bulan adalah tidak ada bintang sama sekali di langit bulan. Padahal di bulan tidak ada awan, sehingga bintang-bintang seharusnya terlihat jelas dan lebih terang. Para penganut teori konspirasi mengatakan NASA tidak mungkin bisa memetakan lokasi semua bintang, sehingga memilih tidak “memasang” bintang pada latar belakang set “film” mereka. NASA kemudian memberi alasan tidak adanya bintang dalam foto tersebut karena kualitas foto yang buruk. Alasan tersebut ditanggapi sinis oleh penganut teori konspirasi.

Batu “C”

Sebuah foto terkenal dari bulan adalah foto batuan bulan yang dipotret astronot NASA. Anehnya, di batu tersebut terukir huruf “C” sempurna, yang tidak mungkin terjadi secara alami. Itu menguatkan dugaan bahwa batu tersebut hanyalah properti film. Huruf C tersebut diduga ditulis seorang kru film sebagai penanda. NASA beralasan huruf tersebut muncul setelah film dicetak, bisa karena rambut yang jatuh ketika film dikembangkan atau seorang teknisi menuliskan huruf C di atas foto.

 

back to top