Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Air Zamzam yang dijual, dipertanyakan kemurniannya

Air Zamzam yang dijual, dipertanyakan kemurniannya

Makkah-KoPi, Jalan-jalan di Makkah yang dipenuhi oleh orang-orang dari asal kewarnegaraan yang berbeda menjual  botol yang berisi air Zamzam kepada pengunjung dan Jemaah yang melakukan Umrah.

Tapi beberapa mempertanyakan sumber air tersebut: apakah air tersebut murni air Zamzam atau dicampur dengan air biasa, sebuah laporan mengatakan.

Laporan tersebut juga mengutip beberapa orang yang mengatakan bahwa pengawasan penjualan air Zamzam kurang pengawasan, yang mana banyak Jemaah dari penjuru dunia banyak yang membawa pulang air tersebut ke rumahnya masing-masing. Laporan tersebut juga mengatakan bahwa penjualan yang tidak resmi adalah illegal.

Sebotol air Zamzam yang di pabrik berharga SR5 dijual menjadi SR15 hingga SR20 atau bahkan lebih di luar pabirik.

Ayman Hilal, penduduk Makkah, mengatakan bahwa dia khawatir air yang dijual oleh penjaja adalah air biasa yang dicampur dengan air Zamzam.

Beberapa orang mengatakan bahwa meraka merasakan para penjaja mencampur air biasa dengan air Zamzam.

Namun, seoarang penjaja yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan bahwa tidak ada unsur penipuan dalam air Zamzam kemasan botol. “Kami menjual air tersebut dengan harga yang rasional, walaupun untung sedikit tapi halal itu lebih baik dan terpuji dari pada dapat untuk banyak tapi haram,” kata dia.

Dewan Mufti Abdul Aziz al-Asheikh meminta agar penjualan air Zamzam yang tidak resmi dihentikan.

(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya News

back to top