Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

7 militan perekrut ISIS tertangkap di Marokko

7 militan perekrut ISIS tertangkap di Marokko

Marokko-KoPi, Menteri Dalam Negeri Marokko mengatakan bahwa 7 orang militant ISIS telah ditangkap karena merekrut orang-orang untuk menjadi pejuang bagi ISIS. Para perekrut ISIS tersebut aktif di kota-kota pusat seperti di Fez, Outat El Haj dan Zayou. Mereka juga berencana untuk menyerang Marokko juga.

Tidak dijelaskan kapan sebenarnya penangkapan tersebut dilakukan, tapi pemimpin gerombolan tersebut diketahui adalah seorang “guru” dan mereka mengatakan telah mengatur untuk mengirim beberapa orang untuk menjadi pejuang mereka di Irak dan Syria.

Namun Akhbar al-Yaum mengatakan bahwa jumlah total miliitan perekrut ISIS telah menjadi 9 orang dan mereka rata-rata berumur 20-30 tahun.

Marokko mengatakan sangat khawatir dengan jumlah warganya yang telah pergi ke Irak dan Syria dan juga yang telah pulang dan menyiapkan beberapa serangan di rumahnya sendiri (Marokko).

Pada bulan Juli, mengumumkan mengumumkankan bahwa mereka adalah “ancaman yang serius.”

(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya News

back to top