Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

40 ribu tewas akibat pemberontakan Turki

40 ribu tewas akibat pemberontakan Turki

Ankara-KoPi|Partai Pekerja Kurdi (PKK) melakukan pemberontakan di Turki bagian tenggara pada Senin tadi. Menurut laporan tidak ada korban jiwa dari aksi tersebut.

“Militan PKK menembakkan dua mortir pada hari Minggu pada unit militer Turki di Daglica kota provinsi Hakkari”, kata Staf Umum Angkatan Bersenjata Turki.

Insiden tidak bisa terealakan lagi, gencatan senjata pun terjadi. Setelah serangan pemberontak PKK memaksa tentara melawan para militan.

Mengenai kerusuhan ini parlemen Turki didesak untuk mengambil penyelesaian pada tanggal 7 Juni. Suatu pertemuan yang menghadirkan pihak berselisih pemerintah dengan pemimpin PKK Abdullah Ocalan, guna mengakhiri Kurdi selama empat dekade-tua.

PKK terdaftar sebagai kelompok teroris oleh Turki dan juga oleh AS dan Uni Eropa.
Kelompok ini telah memerangi pemerintah Turki untuk hak yang lebih luas dan otonomi. Sekitar 40.000 orang tewas dalam konflik. |Winda Efanur FS|

back to top