Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

22 kata luar biasa ini tak punya terjemahannya

22 kata luar biasa ini tak punya terjemahannya
KoPi | Antropolog Franz Boas pernah menyebut bahwa orang Eskimo memiliki lebih dari satu juta ungkapan untuk menggambarkan salju. Pernyataan tersebut sebenarnya menggambarkan bagaimana sebuah bahasa mewujudkan hal-hal yang dirasa penting bagi sebuah kebudayaan di berbagai belahan dunia.
 

Ini menunjukkan bahasa merupakan hal yang sangat menarik dalam sebuah kebudayaan. Orang Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina yang memiliki makanan pokok beras, memiliki lebih banyak istilah dan ungkapan mengenai beras dan padi dibandingkan orang Amerika.

Karena itu, ada banyak kata yang tidak bisa diterjemahkan ke dalam sebuah bahasa. Jika diterjemahkan, kata-kata tersebut mungkin membutuhkan satu atau dua baris kalimat karena merupakan gambaran sebuah fenomena. Inilah beberapa kata luar biasa yang tidak memiliki terjemahan atau padanan kata di bahasa lain.

Gökotta (Swedia)

Arti harafiah: “Piknik pada fajar untuk mendengar kicauan pertama burung-burung”. Kegiatan bangun pagi-pagi sekali untuk melihat burung atau mengapresiasi keindahan alam.

Natsukashii (Jepang)

Hal-hal kecil yang secara spontan mengingatkan seseorang terhadap memori indah di masa lalu.

Resfeber (Swedia)

Debar jantung seseorang yang hendak melakukan perjalanan, ketika antisipasi dan kecemasan bercampur menjadi sesuatu.

Sillage (Perancis)

Bau yang tertinggal di udara, riak yang tertinggal di air, atau kesan yang tertinggal setelah seseorang atau sesuatu pergi.

Schadenfreude (Jerman)

Perasaan senang saat melihat atau mendengar seseorang ditimpa musibah.

Komorebi (Jepang)

Cahaya matahari yang menembus melalui daun-daun.

Shlimazl (Yiddish)

Seseorang yang selalu tidak beruntung.

Mångata (Swedia)

Pantulan cahaya bulan di permukaan air yang menimbulkan efek seperti jalan di atas air.

Waldeinsamkeit (Jerman)

Perasaan saat seseorang sendirian di tengah hutan, menyatu dengan alam.

Tsundoku (Jepang)

Meninggalkan sebuah buku hingga tak terbaca setelah membelinya, sehingga menumpuk dengan buku-buku tak terbaca lainnya.

Iktsuarpok (Inuit)

Rasa kesal atau antisipasi saat menunggu seseorang, sehingga menyebabkan seseorang terus melihat ke luar jendela.

Tingo (Pulau Paskah)

Mencuri barang yang diidamkan dari teman atau tetangga dengan cara meminjam lalu tidak mengembalikannya.

Bakku-shan (Jepang)

Gadis yang cantik... asal dilihat dari belakang.

Backpfeifengesicht (Jerman)

Arti harafiahnya: “Wajah yang benar-benar perlu ditampar/dipukul”.

Pochemuchka (Rusia)

Orang yang terlalu banyak tanya. Bukan kata yang berkonotasi negatif, karena biasanya ditujukan pada anak kecil yang selalu ingin tahu.

Ilunga (Tshiluba – Republik Demokratik Kongo)

Orang yang bersedia memaafkan dan melupakan tindakan atau perlakuan kasar yang dilakukan pertama kali, mentolerirnya pada kesempatan kedua, tapi tidak akan memaafkan dan mentolerir perlakuan ketiga. Ini merupakan kata yang terkenal karena tidak dapat diterjemahkan oleh penerjemah profesional.

Pana po’o (Hawaii)

Menggaruk kepala untuk mengingat sesuatu yang terlupa.

Istories me arkoudes (Yunani)

Arti harafiahnya: “Kisah-kisah beruang”. Kata yang menggambarkan cerita tentang kejadian yang sangat liar dan gila sehingga bisa dibilang tidak masuk akal.

Saudade (Portugis)

Perasaan melankolis karena nostalgia terhadap orang, tempat, atau hal yang sangat jauh.

Hygge/hyggelig (Denmark)

Bersantai dengan orang-orang terkasih dan sahabat, sambil menikmati makanan dan minuman. Kata ini dikonotasikan dengan kenyamanan.

Duende (Spanyol)

Kekuatan atau perasaan misterius yang menyebabkan seseorang tersentuh pada sebuah karya seni.

Mamihlapinatapei (Yagan – Bahasa asli Tierra del Fuego)

 

Tatapan tanpa kata tapi penuh arti yang dilakukan oleh dua orang yang ingin melakukan sesuatu tapi merasa ragu-ragu untuk memulai.

back to top