Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

16 Desember 2014 Pakistan berduka

16 Desember 2014 Pakistan berduka

Peshawar-KoPi-Dua hari berlalu, sebuah peristiwa yang memilukan terjadi di Peshawar ibukota Provinsi Perbatasan Barat Laut, Pakistan pada Selasa (16/12). Akan tetapi sampai saat ini, duka yang mendalam masih sangat terasa. Serangan teroris Taliban terhadap salah satu sekolah militer di Peshawar berhasil membunuh sedikitnya 141 orang yang sebagian besar adalah siswa.

Semua negara di dunia mengecam aksi pembantaian tersebut, termasuk Indonesia. Satu hari sebelumnya di Australia juga terjadi penyanderaan 40 pengunjung dan staf kafe Lindt di Sydney Pusat, Senin sore (15/12) dan menewaskan 2 orang sandera. ISIS adalah satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas serangan di kafe Lindt.

Peristiwa pembantaian dan penyanderaan tersebut menjadi pukulan keras bagi semua negara di dunia agar lebih meningkatkan keamanan dari ancaman teroris. Beberapa foto pasca pembantaian Pakistan yang berhasil diabadikan oleh reuters.com, KoranOpini.com hadirkan.|Irfan Ridlowi|reuters.com|

 

back to top