Menu
Fatma Saifullah Yusuf Raih Penghargaan Certified Public Speaker Kehormatan

Fatma Saifullah Yusuf Raih Pengharg…

Surabaya-KoPi| Istri Waki...

Dari yang tersimpan

Dari yang tersimpan

Catatan Ugo Untoro atas P...

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut panik

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut pani…

Tuban-KoPi| Wakil Gubernu...

Muhammadiyah mendukung proses penegakkan hukum terhadap Setya Novanto

Muhammadiyah mendukung proses peneg…

Jogja-KoPi|Ketua umum PP ...

Peneliti : Mayoritas usaha persusuan dikelola secara tradisional

Peneliti : Mayoritas usaha persusua…

Jogja-KoPi| Peneliti Bida...

Gus Ipul : Industri pariwisata memerlukan infrastruktur yang memadai

Gus Ipul : Industri pariwisata meme…

Surabaya-KoPi| Pembanguna...

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 2017

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 20…

Jogja-KoPi| Bayu Prihanto...

Australia kabulkan gugatan Petani Rumput Laut

Australia kabulkan gugatan Petani R…

Kupang-KoPi|Pengadilan Fe...

Sektor pekerja informal tantangan terbesar target BPJS Kesehatan di 2019

Sektor pekerja informal tantangan t…

Jogja-KoPi|Pakar Jaminan ...

Prev Next
(Di) jalan secinta

(Di) jalan secinta

Ketika pagi, cahayanya tidak sempurna. Ketika malam, mengakhiri kelelahan dengan sebait mimpi kusam. Maka akulah hidup yang tidak mengenali lagi perjalanan sendiri.  Oleh: Ay Terhempas seribu kali setiap terkenang. Tidak ingin lagi merasai...

Puisi Anton Daryanto

Puisi Anton Daryanto

Ruang Temu Kasih Sayang Kepada :MasitaRiany Hari-hari ada tugas untuk diisiBukan lagi ruang hampa dan ruang sepiBukan pula waktunya menyendiri dan menepiIni ada tugas, yang mesti dijalani sepenuh hati

Kepada Bulan September

Kepada Bulan September

Kepada Bulan September Puisi: Novri Susan   Aku mengejar waktu di bulan September Di keramaian yang tidak berkata apa-apa Di kesendirian yang berpeluh karena sesak kerinduan Setiap hari kupandangi kamu Lewat cakrawala pagi dan sore Lewat...

Agama dalam rantai kekuasan politik

Agama menciptakan struktur kesadaran. Artinya, agama melalui teks-teks sucinya membentuk tingkah laku para penganutnya. Fakta sosiologis inilah yang menyebabkan agama berada dalam rantai politik. Agama menjadi tawanan kekuasaan, menjadi budak yang dieksploitasi oleh hasrat-hasrat kekuasaan.

Kekuasaan manapun dalam sejarah peradaban dunia memanfaatkan agama sebagai alat untuk menciptakan dukungan, kesetiaan dan mobilisasi kolektif. Para elite yang telah berkuasa dalam struktur politik menjadikan agama sebagai cara menundukkan secara halus. Sedangkan elite yang belum berkuasa, menggunakan agama sebagai alat mobilisasi merebut kekuasaan.

Pada konteks masyarakat Indonesia dan setiap level kekuasaan, agama berada dalam rantai kekuasaan politik. Fenomena ini bukan hal baru, bukan hanya di Indonesia. Pemilihan presiden Amerika Serikat 2016 baru saja dimenangkan seorang fasis dan rasis yang menggunakan agama untuk memobilisasi dukungan. Indonesia, sebagian masyarakat pun berada dalam fenomena tidak jauh berbeda.

Maka agama telah direndahkan sedemikian rupa. Agama secara ideal adalah substansi kehidupan yang bisa memberi gambaran tentang baik (maslahat) dan buruk (madharat) tanpa dikorbankan sebagai alat mereka, para elite, yang ingin berkuasa. Itu kejahatan besar. 

Bagaimana cara menyelamatkan agama dari rantai kekuasaan politik? Gagasan Nur Cholish Madjid tentang Islam Yes, Partai Islam No, merupakan salah satu alternatif jawaban tersebut. Sama halnya dengan agama lain pun berlaku hal yang sama. Seperti Kristen Yes, Partai Kristen No, Budha Yes, Partai Budha No! 

Agama bisa hadir dalam setiap ruang dan waktu. Bisa mengkritik kekuasaan, bisa menguatkan pembangunan, namun tidak sampai dikotori dalam lumpur perebutan kekuasaan. Agama merupakan kebaikan untuk kehidupan.

Read more...

PON antara semangat dan ritual

PON atau Pekan Olahraga Nasional XIX akan membawa bangsa Indonesia pada semarak kompetisi. Pertandingan olahraga paling bergengsi Indonesia ini akan mempertandingkan berbagai cabang olahraga, dari bulu tangkis, atletik sampai sepakbola. Kita gempita dan bersemangat.

Masing-masing kontingen dari 37 provinsi akan berusaha keras meraih prestasi terbaik. Berangkat optimis mempersembahkan binar kemenangan untuk daerahnya. Seluruh rakyat Indonesia mendukung ini.

Akan tetapi dari balik gempita pelaksanaan PON, ada pertanyaan yang cukup mengganggu. Apakah ajang pertandingan olahraga ini hanya sebagai ritual? Yaitu asal ada karena sudah menjadi tradisi? Jika iya maka kita pantas kuatir. Bangsa ini sampai detik ini belum cukup memuaskan meraih prestasi tingkat dunia. Kecuali cabang olahraga bulu tangkis. Itu pun naik turun.

Jika PON juga merupakan proses meningkatkan kualitas olahraga nasional menuju kejayaan internasional, adakah terobosan baru dari pemerintah? Salah satu hal mendasar berkaitan dengan ini adalah apresiasi terhadap para atlet. Masih kita dengar bagaimana nasib para atlet. 

Setelah mereka berjuang habis-habisan dan memberi nama harum, tidak ada perhatian cukup. Janji memberi pekerjaan tidak selalu direalisasikan. Pada kondisi inilah sesungguhnya semangat para atlet tidak pada puncaknya. 

Selain masalah jaminan kesejahteraan kepada para atlet, manajemen keolahragaan di setiap asosiasi tidak terlalu bagus. Peran pemerintah masih belum bisa meningkatkan kualitas pengorganisasian.

Terlepas dari renungan kritis tersebut, kita semua berharap, PON berlangsung lancar dan melahirkan prestasi bagi para atlet. 

Read more...

(Di) jalan secinta

  • Published in Cerpen

Ketika pagi, cahayanya tidak sempurna. Ketika malam, mengakhiri kelelahan dengan sebait mimpi kusam. Maka akulah hidup yang tidak mengenali lagi perjalanan sendiri. 


Oleh: Ay


Terhempas seribu kali setiap terkenang. Tidak ingin lagi merasai apapun, bukan karena sakitnya rindu. Bukan karena perih dari ujung-ujung sayap sunyi yang tajam. Namun, karena seluruh duniaku tak mungkin berputar tanpamu.

Waktuku kini adalah lorong-lorong panjang, berliku dan remang. Setiap membuka pintu, di baliknya adalah dinding dingin nan angkuh. Teriakan demi teriakan memanggilmu seperti seekor burung kecil terpukul hentakan badai. Tanp daya sambil memandang mimpi-mimpinya sendiri. Mimpi yang elok, akan tetapi kedua sayap penuh oleh luka. Luka itu ditoreh oleh pisau runcing keadaan.

Aku berkata padamu di setiap tarikan nafas. "Hatiku akan berjalan sepanjang hidup ini, untukmu."

Lalu kamu, seperti rembulan dengan cahaya di antara awan musim ini memberi senyum paling menawan. Namun, kedua matamu adalah pintu kedukaan melempar jiwa ini ke langit kosong. Aku tersudut di pojok ketakutan dan kesendirian. Lirih menetes, terasa dingin sehingga tubuh membeku. 

Suaraku bersama hujan yang setiap hari turun. Begitu nyaring memukul, namun hampa. Perbincangan yang lalu, menggenang di alam pikiranku. Duniaku terhenti dari kesehariannya. Sebab mengingatmu adalah menyadari ketiadaan tubuhmu di dekatku. Yang berarti, kuseduh seduku dari awal matahari terbit, dan tenggelam. 

"Hatiku adalah milikmu. Namun tidak tadirku untuk saat ini."

Katamu padaku ketika itu, entah kapan di antara waktu-waktu yang telah lalu. Namun tetap saja, aku mendengarnya setiap hari. Setiap detik, menyatu dalam nadi yang mencoba tetap hidup. Tahukah kamu, pemilik binar mata paling indah. Kata-kata yang kuucapkan dan tuliskan tumbuh dari ikatan ini. Yang tidak bisa dilepas oleh apapun kecuali masanya usai.

Setiap ruas jalanku adalah jalan kepadamu.  Setiap pandanganku adalah pencarian garis akhir dari ketiadaan ini. Melukai atau terlukai adalah pilihan yang mesti dihadapi. Kemudian, tangisanmu mengadu tentang keterbatasan cinta di hadapan Tuhannya. Aku memekik dalam diam. Sebab itulah yang ada. Itulah yang lebih kuasa.

Aku kamu hampir sampai pada danau yang diingini siapapun. Dan malam yang hangat karena pergumulan rindu, kemudian menjadi bongkahan air beku. Api menyala di lidah karena ribuan gelisah menyalakannya. Kupanggili kamu. Kupanggili kamu. Kupanggili kamu. Sebab takut itu menjadi kain hitam menghalangi pandangan. 

Kini aku tanpa cahaya di pulau paling jauh dari keramaian. Aku tak ingin menanti para pejalan yang ingin menemukanku dan menjemputku. Mereka akan dihadapkan pada kesia-siaan semata. Sebab aku akan keluar dari sini untuk menemukanmu. Sementara tetap kuseduh sedu.

Read more...

Terorisme di antara kita

Aksi terorisme kembali menciptakan kejutan di ruang publik Indonesia. Tujuh pelaku teror menyerbu area Jalan Thamrin, tepatnya di Plaza Sarinah yang merupakan salah satu lokasi perbelanjaan dan ruang sosial tertua di Jakarta. Lalu secara cepat, menurut Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan berlangsung selama sebelas menit, pelaku teror dilumpuhkan oleh kepolisian. Indonesia merupakan salah satu wilayah sasaran utama terorisme. Mengapa?

Tentu jawaban ini dimulai dari adanya sel-sel terorisme yang bertahan hidup. Entah siapa yang terus mempertahankan sel-sel terorisme tersebut. Adalah tugas intelejen negara, yaitu menyelediki, mengawasi, mencegah dan menindak sel-sel terorisme. Akan tetapi kemunculan kembali aksi teror di Sarinah memberikan kekuatiran bahwa intelejen negara kedodoran. Atau, opini masyarakat secara berani bahkan melihat sel terorisme jangan-jangan dipelihara 'negara' untuk menciptakan sosok pahlawan.

Siapa yang butuh dijadikan sebagai pahlawan? Spekulasi jawaban tidak akan cukup satu namun bermacam-macam. Novel lama karya Putu Wijaya berjudul 'Dor' secara satir menyebut setiap kekuasaan rejim harus bisa menjadi pahlawan. Ketika terorisme, sebagai musuh dari dunia kegelapan, menciptakan keresahan maka kekuasaan rejim akan hadir dengan dramatologi sebagai penumpas musuh dari dunia kegelapan tersebut. 

Para pelaku terorisme bisa jadi terbentuk di dalam proses keseharian. Para pemuda dengan pengetahuan keagamaan yang sesungguhnya dangkal, yang merasa termarjinalisasi secara ekonomi-sosial dan tertindas ketidakadilan akan mudah menyerap pemahaman tentang siapa penyebab marjinalisasi. Penyebab itu distigma sebagai bagian dari penghianat entah agama atau ideologi tertentu.

Penyebab ketidakadilan dan penghianat ideologi, agama, perlu dilawan demi tegaknya keadilan. Perlawanan itu kemudian menciptakan paham tentang pengorbanan dan keberanian melakukan 'pertempuran'. Musuh dalam pertempuran bisa hadir dalam wujud apapun termasuk negara asing, kelompok berbeda dan negara.

Akan tetapi, idealnya jika lembaga intelejen negara telah berhasil menemukan mereka, penanganan pencegahan bisa segera dilakukan. Dua pertanyaan yang mengganggu ruang publik adalah; apakah intelejen Indonesia lemah sehingga tidak berhasil menemukan sel-sel terorisme? Atau, apakah lembaga intelejen negara sesungguhnya telah menemukan namun secara sengaja membiarkan?

Jika ada pembiaran, maka kepentingan sebagaimana digambarkan dalam novel Dor tadi merupakan intepretasi yang tidak hampa logika. Siapa yang butuh jadi pahlawan dalam konteks keindonesiaan? 

Apapun jawaban dari pertanyaan tersebut, setiap aksi terorisme yang mengorbankan hidup orang lain merupakan kejahatan. Siapapun pelakunya harus dihukum sessuai konteks hukum di negara ini. 

Read more...

Ada apa dengan Puan Maharani ?

Menteri adalah pejabat publik yang membawa mandat kekuasaan dari rakyat melalui presiden. Jabatan tersebut, secara ideal, melekat tanggung jawab berat yang perlu pelaksanaan secara serius. Makna serius sudah jelas, tidak bermain-main seperti anak-anak sedang bermain bola bekel atau pasar-pasaran.

Serius adalah kombinasi antara komitmen, kepakaran, dan konsistensi pada prinsip pengabdian. Jika tidak serius, jangan meminta atau menerima posisi penting sebagaimana posisi jabatan menteri. Keseriusan politik demokrasi esensinya adalah bagaimana kombinasi komitmen, kepakaran dan konsistensi tersebut diorientasikan pada kepentingan publik.

Puan Maharani menduduki jabatan sebagai menteri koordinator pembangunan manusia dan kebudayaan. Jabatan tersebut mensyaratkan keseriusan karena harus menangani pembangunan manusia dan kebudayaan. Manusia dan kebudayaan merupakan fondasi dari perubahan dari suatu bangsa. Manusia merupakan aktor aktif dalam berbagai nadi kehidupan sosial ekonomi, sedangkan kebudayaan merupakan sistem pengetahuan yang mereproduksi tindakan. Jika manusia dan kebudayaan berkualitas rendah, jangan harap suatu bangsa menciptakan perubahan konstruktif.

Peran menteri pembangunan manusia dan kebudayaan, pada gilirannya, ada dua hal sekaligus. Pertama menyusun dan melaksanakan kebijakan bagi meningkatnya kualitas manusia serta kebudayaan. Kedua menteri bidang ini harus memperlihatkan kualitas sebagai manusia dengan kebudayaan cemerlang yang konstruktif. 

Pada peran yang kedua tersebut, Menteri Puan mendapatkan pertanyaan kritis dari masyarakat Indonesia. Masalah ini menjadi perbincangan para netizens ketika puteri dari Megawati Sukarno Puteri ini terlihat gagap dalam pidato peringatan ulang tahun PGRI ke-70 di Gelora Bung Karno. Teriakan hadiran pada peringatan tersebut dipersepsi sebagai reaksi terhadap kualitas manusia dan kebudayaan dari Puan Maharani.

Terlepas dari teriakan hadirin, para guru, seorang menteri perlu memperlihatkan keseriusan politik demokrasi. Artinya juga, harus bisa menawarkan wacana-wacana transformatif dan bukan menawarkan ego-ego yang tidak relevan bagi kepentingan publik. Nah, pada kejadian pidato di ulang tahun PGRI, sudahkah Menteri Puan terlihat serius? 

Read more...

Ini dampak negatif jika makan berlebihan setelah satu bulan puasa

KoPi| Puasa satu bulan penuh selama bulan suci Ramadhan telah usai. Umat Islam menutupnya dengan merayakan Idul Fitri (1436 Hijriah). Aneka makanan tersaji, dari yang manis sampai pedas. Masyarakat cenderung melakukan 'balas dendam' setelah sebulan puasa dengan kegiatan makan berbagai hidangan. 

Pakar gizi dari Universitas Airlangga, Laila Muniroh, M.Kes., memperingatkan bahwa mengonsumsi secara berlebihan setelah satu bulan puasa tidak baik bagi kesehatan. Menurut pakar gizi yang menjadi koordinator riset penyakit tropis Universitas Airlangga ini, lambung paska satu bulan puasa mengalami pengistirahatan.

"Seperti tubuh yang tidur dalam waktu 5 atau 8 jam, maka frekuensi aktivitas berada pada titik stabil atau tenang. Jika bangun tidur langsung olahraga berat misalnya, maka organ-organ tubuh akan kaget. Bisa kram jantung bahkan. Sama halnya lambung yang selama satu bulan berada pada masa 'tenang'".

Lambung memiliki pola dalam penggilingan dan penyerapan zat-zat yang masuk. Secara umum, selama puasa ramadhan lambung beristirahat dengan pola yang rileks. Ketika secara tiba-tiba manusia melakukan konsumsi makanan berlebihan lambung bisa mengalami masalah.

"Lambung bisa mengalami luka sehingga asam naik drastis. Selain itu, lambung akan mengalami kesulitan mencerna dan menyerap makanan."

Dampaknya, mereka yang melakukan konsumsi berlebihan bisa mengalami gangguan seperti sembelit, asam lambung, dan sampai tidak sempurnanya nutrisi yang dibutuhkan terserap oleh tubuh.

"Perilaku berlebihan dalam konsumsi itu salah satunya muncul dalam bentuk ngantuk berlebihan dan sakit pencernaan". Mereka yang memiliki penyakit diabetes dan kolestrol tinggi juga harus berhati-hati dalam konsumsi yang bisa meningkatkan kadar gula atau kolestrol negatif (LDL) pungkas Muniroh. | A. Nur

Read more...

Mudik lebaran, antara maslahat dan madharat

  • Published in Sosial

KoPi | Mudik lebaran tidak ada dalam Al-Quran dan hadist. Oleh karenanya mudik lebaran sesungguhnya bukan merupakan praktik yang wajib. Artinya jika tidak mudik maka tidak akan mendapat dosa. Tidak ada fiqih yang secara langsung mengatur mudik lebaran. Namun demikian, praktik mudik lebaran direproduksi oleh masyarakat seperti di Malaysia, Indonesia, dan Filipina.

Pertanyaan sederhana terkait fenomena mudik, apakah praktik ini memberi maslahat (kebaikan) atau madharat (keburukan) terhadap individu ataupun masyarakat. Novri Susan (NS), sosiolog dari Universitas Airlangga, memberikan perspektif kemasyarakatan terkait fenomena mudik. Menurut sosiolog berwajah oriental ini ketika ditemui beberapa waktu lalu, praktik mudik lebaran merupakan kelembagaan sosial yang terbentuk di atas penafsiran keislaman di nusantara.

"Mudik lebaran memang tidak ada dalam teks baik Al Quran maupun Hadist. Namun praktik ini merupakan tafsir terhadap sumber-sumber hukum dan nilai keislaman. Misal silaturahmi yang merupakan bahan paling penting dalam penguatan modal sosial".

Modal sosial menurut NS merupakan prasyarat dari terbentuknya masyarakat yang kuat, stabil, harmoni dan dinamis. Sebab berbagai individu memiliki hubungan yang baik, saling percaya dan memiliki jejaring kerjasama konstruktif dalam bidang sosial ekonomi, dan bahkan politik. Modal sosial konstruktif tersebut merupakan konsekuensi yang diharapkan oleh nilai silaturahmi dalam Islam.

"Oleh karenanya, mudik lebaran memiliki ideal membentuk modal sosial konstruktif yang mampu menciptakan masyarakat dan bangsa Indonesia yang kuat. Ideal ini ada dalam intepretasi kenusantaraan terhadap ajaran mulia Islam."

Namun demikian, NS menjelaskan bahwa ideal dari praktik mudik lebaran tidak selalu bisa diwujudkan oleh sebagian masyarakat. Praktik mudik tidak lagi menjadi kekuatan membentuk modal sosial konstruktif, namun sebaliknya menciptakan jurang kesenjangan sosial, prasangka, iri dan dengki, serta pelembagaan materialisme hedonis.

"Ada sebagian masyarakat yang memakna mudik lebaran bukan dari keislaman lagi, namun dari kepentingan mereka memperlihatkan status sosial, kelas dan kekayaan. Tentu ini bukan bagian dari tafsir mudik ala masyarakat Islam. Namun tafsir mudik dari paham materialistik hedonis. Yaitu paham yang menempatkan akumulasi kekayaan material sebagai sumber kebahagiaan".

Sosiolog yang hobi menulis puisi ini memperlihatkan bahwa praktik mudik lebaran memiliki dua sisi maslahat dan madharat. Sisi maslahat apabila merupakan proses interpretasi terhadap nilai-nilai Islam seperti silaturahami, saling berbagi rejeki, dan membangun jejaring kerjasama yang baik. Artinya praktik mudik lebaran adalah kelembagaan modal sosial yang konstruktif.

Sebaliknya, sisi madharat atau destruktif, ketika mudik lebaran diintepretasi oleh kepentingan materialisme hedonis. Tafsir kepentingan ini bahkan menciptakan fenomena prasangka, kecemburuan, dan bahkan kriminalitas. Banyak para pelaku mudik yang ingin dianggap sukses secara material, memilih jalan sebagai pelaku tindakan kriminal seperti korupsi, pencurian, dan pengedaran obat-obat terlarang. |AG

Read more...

NASA, alam semesta berbentuk seperti terompet Malaikat Israfil

  • Published in Religi

Israfil merupakan malaikat pertama yang diciptakan Allah. Ukuran malaikat ini, jika seluruh air di bumi disiramkan ke kepalanya maka tidak ada setitiknya. Salah satu tugasnya adalah meniup sangkakala (as-shur), yaitu terompet. Mengapa akhir jaman Allah menggunakan tiupan sangkakala yang dipegang oleh Israfil?

Nasa menmukan fakta mutakhir tentang bentuk alam semesta dengan penggunaan Wilkinson Microwave Anistropy Probe (WAMP). Temuan tersebut memperlihatkan bahwa semesta berbentuk serupa terompet tanduk, yaitu menyempit atau kecil pada ujung belakang dan melebar luas pada bagian depannya.

Penelitian WAMP milik NASA membuktikan bahwa pada wilayah-wilayah paling ujung belakang tidak bisa diamati (unboservable) sedangkan bagian belakang yang melebar bisa diamati (observable). Temuan NASA ini ternyata sangat dekat, atau tepat, dengan kabar Nabi Muhammad terkait tugas Malaikat Israfil.

Abu Huroiroh menyatakan bahwa Nabi Muhammad berkata tentang terompet Israfil, "Terompet itu adalah sebuah tanduk raksasa yang terdiri dari cahaya. Besar tiap lingkaran dalam bentuk tanduk itu selebar langit dan bumi. Terompet tersebut akan ditiup sebanyak tiga kali. Tiupan pertama membuat mahkluk takut, kedua membuat semua mahkluk mati, tiupan ketiga untuk membangkitkan mahkluk dari kubur".

Perkataan Nabi Allah tersebut mengisyaratkan bahwa alam semesta ini menyerupai terompet atau as-shur yang dipegang oleh Malaikat Israfil. Jika demikian, sesungguhnya kabar dari Muhammad saw. adalah kebenaran yang diperoleh dari Allah SWT. | Yusuf P.

Read more...

Puasa Daud, lelaki ini jadi memiliki 'kelebihan'

  • Published in Religi

Jogjakarta-KoPi | Lelaki yang tidak mau disebutkan nama aslinya ini pernah melakukan puasa sunnah daud kurang lebih satu tahun. Panggil saja namanya Ragil. Anak bungsu dari lima bersaudara, ayah seorang guru dan ibu pedagang makanan kecil. Ada hal aneh setelah menjalankan puasa daud pada bulan keempat. Ragil mampu membaca sifat karakter seseorang, melihat masa lalu dan depan, dan mudah melihat 'dunia lain'.

Selama kuliah di perguruan tinggi negeri di Jogja, Ragil mempraktikkan puasa daud. Puasa sehari, besoknya tidak puasa dan esoknya lagi puasa. Ini merupakan puasa sunnah yang dilakukan oleh Nabi Daud. Ragil melaksanakan puasa tersebut dengan tujuan mendapatkan pahala dari Allah s.w.t. 

"Saya puasa daud karena itu sunnah yang baik untuk manusia. Tujuan utamanya ya ibadah saja"

Akan tetapi, setelah puasa daud selama tiga bulan Ragil mengalami peristiwa halus. Menurut ceritanya, seusai melakukan shalat malam dia tertidur di ruang tamu kos-kosan. Sesaat tidur tiba-tiba ada yang mengucap salam. Setengah tidur ia membuka mata melihat sosok berjenggot, memberi senyum dan berkata. "Saya di sampingmu ya".

Sosok laki-laki tersebut menurut Ragil tampak dekat, padahal belum pernah bertemu. Alam sadarnya sempat berpikir sosok itu mungkin adalah teman kosnya yang biasa tidur bersama. Ada teman kos yang kebetulan juga memelihara jenggot. Tanpa menunggu Ragil mengiyakan, sosok tersebut lalu rebah di samping Ragil. Ada perasaan hangat, tenang dan nyaman dalam tidur.

Lalu tiba-tiba terdengar suara adzan subuh. Pada saat bersamaan ada yang mengucap salam dari luar. Ragil hapal suara tersebut, salah seorang teman. Ia menengok ke samping mencari sosok tadi, namun tidak ada. Tidak sempat berpikir panjang, bergegas Ragil bangun, dan membukakan pintu.

"Ternyata yang baru datang adalah teman saya yang memelihara jenggot. Saya heran dan sempat bertanya apakah tadi sempat pulang. Dan dia menjawab belum karena baru sampai dari Kota Klaten".

Ragil sempat bingung. Namun dia segera beranjak ke belakang dan mengambil air wudhu untuk shalat subuh. Menurut penuturan laki-laki bertubuh kurus ini, setelah 'kehadiran' sosok pria berjenggot tersebut Ragil mengalami perubahan. Terutama ketika menatap wajah seseorang. 

Seolah dia mampu menembus ruang dan waktu, masa lalu dan masa depan. Lalu Ragil mulai mencoba bertanya pada beberapa teman tentang visinya tersebut. Dan semuanya benar. Beberapa teman sempat terkaget karena tebakan Ragil benar adanya. Tidak hanya itu, Ragil mampu membaca dimensi dunia lain dan berkomunikasi secara halus.

Namun Ragil menyatakan kepada KoPi bahwa dia memilih tidak menggunakan itu semua. Dia memilih diam, tidak mau membaca masa lalu atau masa depan seseorang. Menurutnya meramal adalah tindakan yang tidak dibenarkan oleh Tuhan. Jika pun Allah memberinya kelebihan, mungkin ada hal baik yang harus dilakukan dengan hal itu. Namun tidak untuk hal-hal yang keluar hukum agamanya. 

Kisah ini disarikan oleh KoPi sebagai bahan renungan. | YP

 

 

Read more...

Gambaran singgasana Allah yang menaung alam semesta

  • Published in Religi

Bagi ummat Islam, Allah Sang Pencipta Semesta adalah Dzat yang memiliki singgasana bernama 'Arsy. Keberadaan singgasana Allah ini disebut pada 19 ayat Al Quran diantaranya dalam surat Al A'raf ayat 54, Al Taubah ayat 129 dan Al Hud ayat 3. Berikut adalah gambaran singgasana Allah tersebut dalam teks Al Quran.

1. Singgasana Allah dikelilingi oleh para malaikat yang selalu bertasbih dan memuji Rab-nya. 

"Dan kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat berlingkar di sekeliling 'Arsy bertasbih sambil memuji Rabb-nya; dan diberi putusan diatara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan: "Segala puji bagi Allah, Rabb semesta Alam" (Az-Zumar/ 39: 75).

2. Ada 8 malaikat yang menjunjung singgasana Allah yang merupakan malaikat paling kuat. 

"Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka. [Al-Haaqah/69:17]"

3. Berbentuk seperti kubah dan memiliki tiang-tiang. Ini berdasarkan pada perkataan Nabi Muhammad saw.

"Sesungguhnya Allah diatas ArsyNya dan ArsyNya diatas langit-langit dan bumi, seperti begini dan memberikan isyarat dengan jari-jemarinya seperti kubah" (HSR Ibnu Abi Ashim dalam Assunnah 1/252).

"Sesungguhnya manusia pingsan pada hari kiamat, lalu aku adalah orang yang pertama sadar, seketika itu aku mendapatkan Musa sedang memegang sebuah tiang dari tiang-tiang Al-Arsy, maka aku tidak tahu apakah dia telah sadar sebelumku ataukah dia dibebaskan (dari pingsan tersebut) karena telah pingsan di Bukit Thur" (HSR Bukhori No. 2411, 3408, 6517 dan 6518 dan Muslim No. 2373).

4. Singgasana Allah menaungi alam semesta. Nabi Muhammad bersabda "Perumpamaan langit yang tujuh dibandingkan dengan Kursi seperti cincin yang dilemparkan ke padang Sahara yang luas, dan keunggulan 'Arsy atas Kursi seperti keunggulan padang Sahara yang luas itu atas cincin tersebut".

Allah menciptakan malaikat khusus yang mengusung singgasanya dengan jumlah 70.000 sayap dan berkekuatan 7000 malaikat. Ketika malaikat tersebut diminta terbang sekuatnya, dan saat berhenti seolah tidak beranjak dari 'Arsy.

Hadis Abu Dawud menyebutkan bahwa jarak kuping dengan pundak malaikat adalah sejauh perjalanan burung selama 700 tahun. Malaikuat penjaga 'Arsy ini satu sayap-sayapnya jauh lebih kuat dari sayap Israfil dan Jibril. Satu sayap malaikat penjaga 'Arsy berkuatan 1200 sayap Israfil. Padahal satu sayap Israfil berkekuatan 600 sayap jibril.

Gambaran tentang Singgasana Allah menunjukkan bahwa betapa kecilnya semesta ini. Lantas, masihkah bersombong dengan harta melimpah dan pengetahuan yang baru bisa mengintip paling jauh planet Mars? | Yusuf P.

Read more...
Subscribe to this RSS feed
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Dari yang tersimpan

18 November 2017 |Esai

Dari yang tersimpan

Catatan Ugo Untoro atas Pameran Drawing dan Sketsa Goenawan Mohamad Keberadaan, ke-penting-an, nilai sketsa memang tak ...

Puisi Anton Daryanto

11 November 2017 |Puisi

Puisi Anton Daryanto

Ruang Temu Kasih Sayang Kepada :MasitaRiany Hari-hari ada tugas untuk diisiBukan lagi ruang hampa dan ruang sepiBuka...

Dinamika pelukis Blok M, Kota Tua, Mall dan Hotel

25 July 2017 |Esai

Dinamika pelukis Blok M, Kota Tua, Mall dan Hotel

  Oleh : Mayek/perupa   Tulisan ini tak lain usaha untuk melihat indikasi praktik seni dan perilaku pelukis...

Puisi dan kemusnahan tirani

07 June 2017 |Esai

Puisi dan kemusnahan tirani

Jarang kita temui saat ini, puisi yang merekam esensi keresahan sosial, atau membicarakan keresahan rakyat tertindas. Pu...

TEATER, PETANI, dan ROH HALUS

13 May 2017 |Esai

TEATER, PETANI, dan ROH HALUS

Upacara-upacara ritual yang berhubungan dengan para dewa atau kekuatan ghaib yang dianggap supernatural merupakan salah ...

Londo jadi dokter hewan

09 January 2017 |Cerpen

Londo jadi dokter hewan

Oleh: Ursari Suatu hari di Magelang tahun 1970. Roji sedang memegang katak hijau, hasil tangkapannya di sawah kemar...

Kebersamaan ala AKAP

15 December 2016 |Esai

Kebersamaan ala AKAP

  Oleh: Dedi Yuniarto   Enam perupa berbeda daerah asal yakni AT Sitompul (Medan), Dedy Sufriadi (Palembang...

Puisi Alhendra Dy

01 October 2016 |Puisi

Puisi Alhendra Dy

Persetubuhan Menir( puisi habis untuk sdr tua " espoer wanta " )

Kepada Bulan September

10 September 2016 |Puisi

Kepada Bulan September

Kepada Bulan September Puisi: Novri Susan   Aku mengejar waktu di bulan September Di keramaian yang tidak berka...

Kuasa dan Konstitusi

26 August 2016 |Esai

Kuasa dan Konstitusi

Ihwal kuasa dan konstitusi, nama Machiavelli tib-tiba berkelebat di benak saya. Melihat kelindan kuasa dan konstitusi di...

Jalan Kekasih

11 July 2016 |Puisi

Jalan Kekasih

Puisi-puisi NS   malamku milikmu   Kubaca malam dari bintang-bintang dan desir sunyinya adalah perja...

Puisi NS "(Di) suatu waktu"

07 June 2016 |Puisi

Puisi NS "(Di) suatu waktu"

(Di) suatu waktu Oleh: NS aku ingin membagi teh hangat ini kepadamu yang kuseduh di cangkir warna putih dengan...

(Di) jalan secinta

31 January 2016 |Cerpen

(Di) jalan secinta

Ketika pagi, cahayanya tidak sempurna. Ketika malam, mengakhiri kelelahan dengan sebait mimpi kusam. Maka akulah hidup y...

Puisi-puisi NS 'Tabur persembahan'

28 October 2015 |Puisi

Puisi-puisi NS 'Tabur persembahan'

I. (Di) taman ketika Aku adalah benih yang tumbuh segar Tumbuh elok tanpa seragu debar Tumbuh di tanah jiwamu berbunga...

Apa Rakyat akan Diam Saja

29 June 2015 |Puisi

Apa Rakyat akan Diam Saja

Ketika rakyat telah sendirian….. Ditinggalkan oleh para pemimpinnya Apa tetap rakyat akan percaya pada pemimpinya...

Pesan Semar

17 June 2015 |Cerpen

Pesan Semar

Kamu Semar. Itu bukan takdir kebetulan. Tak pantas kamu berdukacita lantaran perkara keluarga. Bangsamu sedang mengamban...

Puisi Anto Daryanto BnD

02 June 2015 |Puisi

Puisi Anto Daryanto BnD

Negeri  Seolah-olah   Negeri  Seolah-olah Seolah-olah diolah Di olah untuk  seolah-olah Pre...

(Di) hati setetes

29 April 2015 |Cerpen

(Di) hati setetes

Terkurung oleh batas. Aku menahan harap tercambuk cemas. Berdiri di pinggirannya menahan isak. Ribuan sayap cinta membur...

Tahun parodi

04 January 2015 |Esai

Tahun parodi

Jorge Luis Borges melalui pengantar bukunya Sejarah Aib, mengatakan dengan humornya yang khas bahwa “gaya yang dengan se...

Bercermin pada cerpen "Merdeka" karya Putu Wijaya

16 December 2014 |Esai

Bercermin pada cerpen "Merdeka" karya Putu Wijaya

Sastra adalah roh kebudayaan. Ia lahir dari proses rumit dari kegelisahan si penulis atas kondisi ketegangan masyarakat ...

Puisi Maria Thersia Ninis

25 November 2014 |Puisi

Puisi Maria Thersia Ninis

Badan bertanya..

Warung Kopi

22 November 2014 |Cerpen

Warung Kopi

dari tempat ini kami menggigit langit KAWAN saya sempat bersungut-sungut saat tahu parkir di warung kopi ini sekarang b...

Putri Naga

23 October 2014 |Novel

Putri Naga

Prolog - Istana Naga feodalisme, kebebasan, cinta, penghianatan, kekuasaan, mimpiIstana dibangun di atas kekuasaan dan ...

Koen

03 October 2014 |Cerpen

Koen

Oleh: Ranang Aji SP Seorang sipir berkumis tebal mendorongnya ke luar dari pintu utama penjara. Pintu besi bercat g...

Kalbu Maya : Merangkai Damai

20 September 2014 |Puisi

Kalbu Maya : Merangkai Damai

Kau telah membaca sajak kitab dalam isi kepalakuMungkin kau temukan gumpalan sampah,Yang telah berubah rambut putih beru...

Gagak di langit Berlin

11 September 2014 |Cerpen

Gagak di langit Berlin

Oleh: M. Faishal Aminuddin Perang itu mengakhiri sesuatu, tapi tak cukup buat menyudahi segala sesuatu. Tito bersau...

Puisi-puisi NS "Jatuh di simpuhmu (Di)"

08 September 2014 |Puisi

Puisi-puisi NS "Jatuh di simpuhmu (Di)"

Jatuh di simpuhmu (Di)   setelah lelah menyaput terlena mengambang rasa tak tersudahi membelantara nafas bertanya se...

Keaslian kebudayaan

04 September 2014 |Esai

Keaslian kebudayaan

Tulisan ini menanggapi tulisan saudara Ranang Aji SP Atropi dan identitas kebudayaan, Solo Pos edisi 13 Februari 2011,...

Atropi Kebudayaan

04 September 2014 |Esai

Atropi Kebudayaan

Penduduk suku Bakung dari Mahak-Dumuk di pedalaman Pulau Kalimantan dewasa ini sedang dalam proses kehilangan identita...

Tentang Lelaki Itu

01 September 2014 |Cerpen

Tentang Lelaki Itu

Oleh : DS Priyadi Ia hanya lelaki biasa. Ia pun mengalami tua. Ya. Aku adalah saksi. Dan semua orang pun sebenarnya...

(Di) Melirih luruh

26 August 2014 |Cerpen

(Di) Melirih luruh

 Oleh: Ay Beberapa cahaya mungil berterbangan diantara daunan. Begitu malam yang terhampar hampa. Mengingat tidak l...

Sajak Daryanto Bender:  Menjemput Kemerdekaan

16 August 2014 |Puisi

Sajak Daryanto Bender: Menjemput Kemerdekaan

Menjemput kemerdekaan.....Ketika pagi hari masih terbungkus selimut dan terlelap dalam tidur apa itu sebuah kemerdekaan....

Secinta (Di)

15 August 2014 |Cerpen

Secinta (Di)

Secinta, dunia kini mengecil dan sempit. Kurasa demikian. Sejak ruhmu meninggalkan ruhku beberapa waktu lalu. Seperti ki...

Doa dalam mantra

02 August 2014 |Cerpen

Doa dalam mantra

Cerpen oleh: Mas Jiwandono   Karim mempersiapkan segala keperluan untuk pengajian rutin yang diadakan setiap bul...

Sang Banjir dan Bayi

01 August 2014 |Cerpen

Sang Banjir dan Bayi

Oleh: Ranang Aji SP Tiga hari tiga malam langit gelap telah mengguyurkan hujan deras ke kota ini. Hari pertama ...

Puisi Kalbu Maya

21 July 2014 |Puisi

Puisi Kalbu Maya

Luka yang Diabadikan I.    Janji ini, sejauh kita menulis jejak terucapkan di atas bibir purnama Dan jalan ini menangga...

Sajak Sebatang Lisong

03 July 2014 |Puisi

Sajak Sebatang Lisong

Menghisap sebatang lisongMelihat Indonesia RayaMendengar 130 juta rakyatDan di langitDua tiga cukong mengangkangBerak di...

W.S. Rendra : Maskumambang

03 July 2014 |Puisi

W.S. Rendra : Maskumambang

Rendra membaca puisi dalam sebuah acara di Surabaya tahun 2009. Puisinya Maskumambang, adalah renungan tentang bagaimana...

Puisi-puisi Novri Susan

08 May 2014 |Puisi

Puisi-puisi Novri Susan

(Di) solilokui malam   kulihat wajahmu berseri seperti pagi itu ketika cahaya dari timur terbangun dari peradua...

Surat-surat Drupadi*

20 April 2014 |Cerpen

Surat-surat Drupadi*

 Oleh: Yogi Ishabib Seperti anak-anak perempuan pada masanya, aku memimpikan kehidupan yang indah. Aku yang dilahirkan ...

Bunga Teratai di Kaki Gunung Kailaya

08 March 2014 |Cerpen

Bunga Teratai di Kaki Gunung Kailaya

Oleh: Yogi Ishabib Pernah diceritakan, bahwa pada masa yang teramat lampau seorang laki-laki mendaki gunung untuk berte...

Novel: Cinta Menetes  Bag.  3 (Bab Tentang Hati) Karya: Ay

08 March 2014 |Novel

Novel: Cinta Menetes Bag. 3 (Bab Tentang Hati) Karya: Ay

Tentang Hati (Bag. 3) Sudah pukul 2 pagi dini hari waktu Kyoto. Zali belum bisa tertidur. Biasanya pukul sepuluh sudah...

Warna Kalbu

08 March 2014 |Cerpen

Warna Kalbu

Oleh: Retno Ayu Setelah lima tahun kuhabiskan waktu di luar negeri untuk sekolah, kini kuhirup kembali udara kota asalk...

Novel: Cinta Menetes  (Bab Kyoto, Aku Jatuh Cinta Bagian 2) Karya: Ay

03 March 2014 |Novel

Novel: Cinta Menetes (Bab Kyoto, Aku Jatuh Cinta Bagian 2) Karya: Ay

Kyoto, Aku Jatuh Cinta (2)   Kyoto termasuk salah satu kota paling tua dan pernah menjadi ibu kota Jepang sebelum...

Novel: Cinta Menetes  (Bab Kyoto, Aku jatuh Cinta Bagian 1) Karya: Ay

01 March 2014 |Novel

Novel: Cinta Menetes (Bab Kyoto, Aku jatuh Cinta Bagian 1) Karya: Ay

Sudah hampir tiga tahun dia hidup di the City of thousand temples, Kyoto. Namanya Gazali, akrab dipanggil Zali. Satu kat...

Jalan Langit

28 February 2014 |Cerpen

Jalan Langit

Oleh: Retno Ayu Rafni termangu. Hujan begitu deras siang hari ini. Jendela kaca kamarnya berembun. Udara dingin menguy...

Puisi-puisi NS

28 February 2014 |Puisi

Puisi-puisi NS

(Di) Hati Menetes sisa hujan adalah hati yang menetes di dinding-dinding bangunan sepi di antara ranting dan daunan rem...

Hujan, Tarian, Puisi, dan Perempuan

07 February 2014 |Cerpen

Hujan, Tarian, Puisi, dan Perempuan

Oleh: Mohammad Maos Bumi November. Awal hujan. Bumi mulai basah. Saat basah, seperti ada kehidupan baru, kesibukan baru...

Puisi-Puisi Ranang Aji SP

07 February 2014 |Puisi

Puisi-Puisi Ranang Aji SP

53

Sebuah Amsal Debu

06 December 2013 |Cerpen

Sebuah Amsal Debu

DS Priyadi Di ruang yang serba transparan lelaki tua itu berdiri. Aku memanggilnya Han. Ia lahir di pinggiran Pekal...