Menu
Fatma Saifullah Yusuf Raih Penghargaan Certified Public Speaker Kehormatan

Fatma Saifullah Yusuf Raih Pengharg…

Surabaya-KoPi| Istri Waki...

Dari yang tersimpan

Dari yang tersimpan

Catatan Ugo Untoro atas P...

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut panik

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut pani…

Tuban-KoPi| Wakil Gubernu...

Muhammadiyah mendukung proses penegakkan hukum terhadap Setya Novanto

Muhammadiyah mendukung proses peneg…

Jogja-KoPi|Ketua umum PP ...

Peneliti : Mayoritas usaha persusuan dikelola secara tradisional

Peneliti : Mayoritas usaha persusua…

Jogja-KoPi| Peneliti Bida...

Gus Ipul : Industri pariwisata memerlukan infrastruktur yang memadai

Gus Ipul : Industri pariwisata meme…

Surabaya-KoPi| Pembanguna...

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 2017

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 20…

Jogja-KoPi| Bayu Prihanto...

Australia kabulkan gugatan Petani Rumput Laut

Australia kabulkan gugatan Petani R…

Kupang-KoPi|Pengadilan Fe...

Sektor pekerja informal tantangan terbesar target BPJS Kesehatan di 2019

Sektor pekerja informal tantangan t…

Jogja-KoPi|Pakar Jaminan ...

Prev Next
(Di) jalan secinta

(Di) jalan secinta

Ketika pagi, cahayanya tidak sempurna. Ketika malam, mengakhiri kelelahan dengan sebait mimpi kusam. Maka akulah hidup yang tidak mengenali lagi perjalanan sendiri.  Oleh: Ay Terhempas seribu kali setiap terkenang. Tidak ingin lagi merasai...

Puisi Anton Daryanto

Puisi Anton Daryanto

Ruang Temu Kasih Sayang Kepada :MasitaRiany Hari-hari ada tugas untuk diisiBukan lagi ruang hampa dan ruang sepiBukan pula waktunya menyendiri dan menepiIni ada tugas, yang mesti dijalani sepenuh hati

Kepada Bulan September

Kepada Bulan September

Kepada Bulan September Puisi: Novri Susan   Aku mengejar waktu di bulan September Di keramaian yang tidak berkata apa-apa Di kesendirian yang berpeluh karena sesak kerinduan Setiap hari kupandangi kamu Lewat cakrawala pagi dan sore Lewat...

Remaja dalam pusaran pelecehan seksual

Merebaknya kejahatan seksual, ternyata belum sepenuhnya bisa dibendung dengan menerapkan pasal-pasal 285 danb 389 KUHP, karena sulitnya membuktikan kejahatan seksual,  banyaknya korban enggan melaporkan kejahatan seksual-- berkait dengan beban mental yang harus ditanggung korban kejahatan--, ditambah konsep kejahatan seksual masih banyak diperdebatkan, misalnya: konsep perkosaan, konsep pelecehan seksual.
Oleh: Sudarso (Dosen Departemen Sosiologi FISIP UNAIR)
Read more...

Agama dalam rantai kekuasan politik

Agama menciptakan struktur kesadaran. Artinya, agama melalui teks-teks sucinya membentuk tingkah laku para penganutnya. Fakta sosiologis inilah yang menyebabkan agama berada dalam rantai politik. Agama menjadi tawanan kekuasaan, menjadi budak yang dieksploitasi oleh hasrat-hasrat kekuasaan.

Kekuasaan manapun dalam sejarah peradaban dunia memanfaatkan agama sebagai alat untuk menciptakan dukungan, kesetiaan dan mobilisasi kolektif. Para elite yang telah berkuasa dalam struktur politik menjadikan agama sebagai cara menundukkan secara halus. Sedangkan elite yang belum berkuasa, menggunakan agama sebagai alat mobilisasi merebut kekuasaan.

Pada konteks masyarakat Indonesia dan setiap level kekuasaan, agama berada dalam rantai kekuasaan politik. Fenomena ini bukan hal baru, bukan hanya di Indonesia. Pemilihan presiden Amerika Serikat 2016 baru saja dimenangkan seorang fasis dan rasis yang menggunakan agama untuk memobilisasi dukungan. Indonesia, sebagian masyarakat pun berada dalam fenomena tidak jauh berbeda.

Maka agama telah direndahkan sedemikian rupa. Agama secara ideal adalah substansi kehidupan yang bisa memberi gambaran tentang baik (maslahat) dan buruk (madharat) tanpa dikorbankan sebagai alat mereka, para elite, yang ingin berkuasa. Itu kejahatan besar. 

Bagaimana cara menyelamatkan agama dari rantai kekuasaan politik? Gagasan Nur Cholish Madjid tentang Islam Yes, Partai Islam No, merupakan salah satu alternatif jawaban tersebut. Sama halnya dengan agama lain pun berlaku hal yang sama. Seperti Kristen Yes, Partai Kristen No, Budha Yes, Partai Budha No! 

Agama bisa hadir dalam setiap ruang dan waktu. Bisa mengkritik kekuasaan, bisa menguatkan pembangunan, namun tidak sampai dikotori dalam lumpur perebutan kekuasaan. Agama merupakan kebaikan untuk kehidupan.

Read more...

PON antara semangat dan ritual

PON atau Pekan Olahraga Nasional XIX akan membawa bangsa Indonesia pada semarak kompetisi. Pertandingan olahraga paling bergengsi Indonesia ini akan mempertandingkan berbagai cabang olahraga, dari bulu tangkis, atletik sampai sepakbola. Kita gempita dan bersemangat.

Masing-masing kontingen dari 37 provinsi akan berusaha keras meraih prestasi terbaik. Berangkat optimis mempersembahkan binar kemenangan untuk daerahnya. Seluruh rakyat Indonesia mendukung ini.

Akan tetapi dari balik gempita pelaksanaan PON, ada pertanyaan yang cukup mengganggu. Apakah ajang pertandingan olahraga ini hanya sebagai ritual? Yaitu asal ada karena sudah menjadi tradisi? Jika iya maka kita pantas kuatir. Bangsa ini sampai detik ini belum cukup memuaskan meraih prestasi tingkat dunia. Kecuali cabang olahraga bulu tangkis. Itu pun naik turun.

Jika PON juga merupakan proses meningkatkan kualitas olahraga nasional menuju kejayaan internasional, adakah terobosan baru dari pemerintah? Salah satu hal mendasar berkaitan dengan ini adalah apresiasi terhadap para atlet. Masih kita dengar bagaimana nasib para atlet. 

Setelah mereka berjuang habis-habisan dan memberi nama harum, tidak ada perhatian cukup. Janji memberi pekerjaan tidak selalu direalisasikan. Pada kondisi inilah sesungguhnya semangat para atlet tidak pada puncaknya. 

Selain masalah jaminan kesejahteraan kepada para atlet, manajemen keolahragaan di setiap asosiasi tidak terlalu bagus. Peran pemerintah masih belum bisa meningkatkan kualitas pengorganisasian.

Terlepas dari renungan kritis tersebut, kita semua berharap, PON berlangsung lancar dan melahirkan prestasi bagi para atlet. 

Read more...

Peran keluarga dalam breatsfeeding

Secara sosiologi, keluarga didefinisikan sebagai kesatuan sosial yang terikat oleh hubungan darah atau perkawinan atau adopsi yang masing-masing anggotanya memiliki peranan berlainan sesuai dengan fungsinya. Di dalam masyarakat terdapat beberapa tipe keluarga, antara lain keluarga inti (ayah, ibu dan anak-anak yang belum menikah) dan keluarga besar (selain ayah, ibu, dan anak-anak terdapat anggota keluarga lainnya). Peran keluarga terhadap keberhasilan menyusui sangatlah besar.

Read more...

Rahasia terdalam Kartini bagi Indonesia

  • Published in Opini

Sejarah menjadi penting bagi masyarakat dan bangsa, karena ada makna atau pelajaran hidup di sana. Makna-makna yang mampu menumbuhkan kepercayaan diri dan menyuburkan inspirasi. Seperti saat ini kita memperingati salah satu hari nasional indonesia, yaitu Hari Kartini. Setiap tahun kita memetik pelajaran hidup darinya.

Read more...

Kini regenerative medicine bukan mimpi lagi di Indonesia

  • Published in News

Lamongan-KoPi| Regenerative medicine adalah pengobatan melalui penciptaan sel-sel baru yang sehat dan segar yang menggantikan sel-sel lama yang sakit. Penyakit degenerative seperti sakit jantung, diabetes, ginjal sampai liver adalah beberapa di antara penyakit yang bisa disembuhkan oleh regenerative medicine.

Saking hebatnya pengobatan ini mampu mengobati sakit-sakit yang menjadi momok kesehatan masyarakat, harganya pun mahal. Rumah sakit luar negeri memberikan harga sekali treatment kurang lebih 120 juta rupiah. Malaysia yang terkenal murah, memberi harga 6000 ringgit Malaysia atau sekitar 18 juta rupiah sekali treatment.

"Harga mahal tersebut karena proses penanganan yang cukup kompleks dan sulit di tingkat laboratorium. Jadi rumah sakit dan pusat kesehatan memberikan harga mahal pada penanganan metode regenerative medicine atau stem cell."

Demikian jelas dr. M. Syaifudin, M.Biomed kepada KoPi. Akan tetapi masyarakat Indonesia kini bisa bernapas lega karena dokter Syaifudin berhasil menggunakan metode regenerative medicine mutakhir namun harga yang lebih murah.

"Saya melakukan penelitian panjang terkait stem cell. Alhamdulillah sudah banyak yang tersembuhkan pada tingkat signifikan. Karena saya dan rumah sakit saya (RS Majapahit) bermisi kesehatan publik maka kami tidak mengambil profit. Akan tetapi ingin mendorong masyarakat makin sehat melalui regenerative medicine."

Sudah lebih dari 240 pasien dengan sakit degenerative bisa tertolong oleh regenerative medicine di RS Majapahit Lamongan. Para pasien berdatangan tidak hanya dari Lamongan namun seluruh Indonesia. Ini merupakan kesempatan kesembuhan bagi para penderita sakit degenerative seperti jantung, ginjal, diabetes sampai liver. 

RS Majapahit beralamat di Jl. Sunan Drajat Ds. Sidomukti No. 20 Lamongan telp. +62322322906. Selamat mencoba dan sehat kembali. |YP|

Read more...

Asal muasal banyak pemimpin beragama Islam korup

Beberapa media menggiring opini publik bahwa para pemimpin beragama Islam itu korup. Benarkah? Tentu masyarakat beragama Islam terkoyak hati dan kehormatannya. Bagaimana tidak, Islam melalui Nabi Muhammad secara jelas tegas mengajarkan praktik anti korupsi dalam posisi kekuasaan politik.

Mahmud Yunus, seorang cendikiawan muslim Indonesia dalam buku ringkasnya tentang Tafsir Qur'an Karim menuliskan tafsir dari Surat Ali 'Imran ayat 161:

"Hal ini patut jadi petunjuk bagi orang yang memegang tanggung jawab harta benda Negara, supaya memeliharanya dan membaginya dengan jujur, lurus dan adil menurut mestinya dan sekali-kali jangan berlaku curang (korupsi), karena meskipun ia akan terlepas dari hukuman dunia, ia tiada akan terlepas dari hukuman di akhirat". 

Maka, tafsir itu juga menjelaskan mengapa Nabi Muhammad dengan sumber kekuasaannya yang sangat besar hidup sangat sederhana. Syahdan Sang Kekasih Allah tersebut pergi ke dapur dan tidak ada makanan karena kehabisan bahan. Andai Nabi Muhammad menggunakan kekuasaannya waktu itu, apa sulitnya menjadi kaya raya dan hidup mewah?

Kekayaan dan kemakmuran adalah absyah dalam Islam, dan ajaran-ajaran agama lainnya. Akan tetapi posisi kepemimpinan yang mendapatkan mandat kekuasaan untuk mengelola dan memelihara rakyatnya jelas memiliki etika dalam kehidupan duniawinya. Etika itu adalah keyakinan atas kebenaran konsep kepemimpinan politik Islam yang tidak memburu kekayaan. Maka para khalifah, khulafaur rasyidin, dari Abu Bakar ra. sampai Utsman ra. hidup dalam kesederhanaan.

Akan tetapi dalam konteks kekuasaan modern ini, mengapa survey yang dilakukan KPK pada tahun 2015, lembaga terkorup adalah kementerian agama yang notabene dipimpin oleh pemimpin beragama Islam? Departemen Agama pun masuk kategori lembaga paling korup bersama kepolisian dan pengadilan.

Diskursus mengarah pada inkonsistensi para pemimpin beragama Islam terhadap etika, nilai dan bahkan hukum dalam Islam itu sendiri. Inkonsistensi adalah asal muasal kepemimpinan para elite beragama Islam menjadi korup. Pertanyaan lebih jauh adalah bagaimana bisa tercipta inkonsistensi terhadap Islam oleh para pemimpin muslim?

Menjawab pertanyaan mendasar itu membutuhkan kelapangan dan keterbukaan dalam penyusunan faktor-faktor kompleks dari sisi antropologi budaya keindonesiaan, konteks sosiologis seperti jejaring predator korupsi yang memanipulasi identitas Islam, sampai sisi komitmen etika keislaman para pemimpin beragama Islam.

Maka, wacana kepemimpinan tidak diserahkan pada level formalitas semata yang menciptakan baik buruk berdasarkan identitas. Para pemimpin beragama Islam yang komit pada etika dan nilai keislaman juga tidak sedikit. Para koruptor beragama Kristian sampai Budha juga banyak. Akan tetapi wacana perlu dibawa pada substansi nilai keagamaan itu sendiri. Bukan formalitas identitas.

Read more...

Beginilah ramalan perang akhir zaman sampai menuju kiamat

  • Published in Religi

KoPi| Catatan dalam agama Islam, alam semesta akan mengalami kiamat. Salah satu tandanya adalah perang besar terakhir (al malhamah al kubro) yang menciptakan blok Islam, blok Nasrani dan blok musyrikin (tidak beragama). Nantinya Islam dan Nasrani berkoalisi dalam perang besar terakhir tersebut melawan blok Rusia dan Iran (Syiah).

Read more...

Sosiolog: LGBT bisa menjadi masalah sosial

  • Published in Sosial

Surabaya-KoPi | LGBT bisa menjadi masalah sosial dalam bentuk kejahatan seksual, kekerasan seksual dan masalah kesehatan. Demikian disampaikan oleh Dr. Tuti Budirahayu, sosiolog bidang perilaku menyimpang dari Universitas Airlangga.

Menurut Tuti, pada substansinya setiap penyimpangan selalu berkontribusi terhadap muncul masalah-masalah sosial. Ketika LGBT merupakan penyimpangan dalam masyarakat, baik secara budaya dan orientasi seksual maka masyarakat dihadapkan pada masalah-masalah sosial.

"LGBT memang bukan satu-satunya penyumbang masalah sosial karena masih banyak perilaku menyimpang lainnya. Namun berbicara tentang LGBT khususnya, kebiasaan komunitas ini sangat dekat dengan apa yang dianggap oleh masyarakat sebagai masalah sosial."

Doktor pakar pendidikan ini menjelaskan bahwa LGBT sebagai perilaku menyimpang yang menyebabkan masalah sosial maka dibutuhkan penanganan serius. Penanganan serius dalam bentuk regulasi maupun pendidikan seksual yang arif berdasar pada konteks keagamaan.

Ketika menjawab masalah HAM bagi kalangan LGBT, Tuti berpendapat bahwa siapapun dan orientasi seksual apapun selama itu privat maka itu adalah otonomi individu. Setiap otonomi individu dihormati oleh perundangan Indonesia. 

"Akan tetapi ketika menjadi gerakan sosial atau politik, sama halnya masalah radikalisme maka perlu ditangani oleh pemerintah melalui pencegahan dan sanksi. Tentu harus berdasar pada hukum yang adil. Artinya bisa memilah antara pilihan privat dan sebagai gerakan sosial yang terorganisir," pungkas sosiolog berkacamata ini. |Ginanjar|

Read more...

Inilah efek perilaku LGBT yang mengerikan

  • Published in Sosial

KoPi | Perilaku seksual dari kalangan LGBT memberikan efek yang tidak kecil baik efek kesehatan dan tatanan sosial. Efek-efek tersebut perlu diketahui sebagai bagian dari cara melihat dan merespon LGBT.

1. Efek Kesehatan

Masalah kesehatan yang paling ditakuti adalah HIV/AIDS. Sampai detik ini masih menjadi misteri bagaimana virus ini muncul dan bagaimana pengobatannya. LGBT merupakan salah satu penyumbang berkembang dan beredarnya virus ini dalam masyarakat selain perilaku seks lainnya yang keluar dari kaidah kesehatan dan agama.

Amerika Serikat menghadapi masalah serius persebaran penyakit HIV/AIDS dan penyakit-penyakit aneh lainnya akibat perilaku homoseksualitas. Centers for Diseases Control Prevention (CDCP) dilansir oleh Reuters memaparkan ada 1.1 juta pengidap HIV di Amerika. Sejumlah 4 persen dari pelaku homoseksualitas menyumbang 66 persen berkembangnya penyakit tersebut.

2. Efek mental

CDCP juga melaporkan bahwa para pelaku homoseksualitas mengidap masalah mental yang disebut sebagai syndemic yaitu dua kondisi masalah kesehatan yang bersamaan dalam populasi. Masalah mental ini muncul dalam bentuk depresi, penyalahgunaan alkohol, penyalahgunaan multi obat-obatan, dan praktik kekerasan seksual terhadap anak-anak.

Pada kasus di Indonesia kekerasan seksual pada anak-anak dari kalangan homoseksual sangat tinggi. Kominisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia melaporkan antara tahun 2010-2014 ada 21.869.796 kasus kekerasan pada anak yang mana 42-58 persen adalah kejahatan seksual. 

Dua efek baik kesehatan dan mental dari praktik LGBT ternyata lebih banyak efek buruknya. Pada fakta inilah sebenarnya masyarakat perlu menilai posisi LGBT dalam kehidupan sehari-hari. Menurut sosiolog Universitas Airlangga, Dr. Tuti Budirahayu LGBT merupakan bentuk penyimpangan.

"Jika melihatnya dari sistem norma dan nilai yang telah ada, LGBT merupakan perilaku menyimpang. Sedangkan setiap penyimpangan memberi kontribusi terhadap masalah-masalah sosial seperti kekerasan." |YP|

Read more...
Subscribe to this RSS feed
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Dari yang tersimpan

18 November 2017 |Esai

Dari yang tersimpan

Catatan Ugo Untoro atas Pameran Drawing dan Sketsa Goenawan Mohamad Keberadaan, ke-penting-an, nilai sketsa memang tak ...

Puisi Anton Daryanto

11 November 2017 |Puisi

Puisi Anton Daryanto

Ruang Temu Kasih Sayang Kepada :MasitaRiany Hari-hari ada tugas untuk diisiBukan lagi ruang hampa dan ruang sepiBuka...

Dinamika pelukis Blok M, Kota Tua, Mall dan Hotel

25 July 2017 |Esai

Dinamika pelukis Blok M, Kota Tua, Mall dan Hotel

  Oleh : Mayek/perupa   Tulisan ini tak lain usaha untuk melihat indikasi praktik seni dan perilaku pelukis...

Puisi dan kemusnahan tirani

07 June 2017 |Esai

Puisi dan kemusnahan tirani

Jarang kita temui saat ini, puisi yang merekam esensi keresahan sosial, atau membicarakan keresahan rakyat tertindas. Pu...

TEATER, PETANI, dan ROH HALUS

13 May 2017 |Esai

TEATER, PETANI, dan ROH HALUS

Upacara-upacara ritual yang berhubungan dengan para dewa atau kekuatan ghaib yang dianggap supernatural merupakan salah ...

Londo jadi dokter hewan

09 January 2017 |Cerpen

Londo jadi dokter hewan

Oleh: Ursari Suatu hari di Magelang tahun 1970. Roji sedang memegang katak hijau, hasil tangkapannya di sawah kemar...

Kebersamaan ala AKAP

15 December 2016 |Esai

Kebersamaan ala AKAP

  Oleh: Dedi Yuniarto   Enam perupa berbeda daerah asal yakni AT Sitompul (Medan), Dedy Sufriadi (Palembang...

Puisi Alhendra Dy

01 October 2016 |Puisi

Puisi Alhendra Dy

Persetubuhan Menir( puisi habis untuk sdr tua " espoer wanta " )

Kepada Bulan September

10 September 2016 |Puisi

Kepada Bulan September

Kepada Bulan September Puisi: Novri Susan   Aku mengejar waktu di bulan September Di keramaian yang tidak berka...

Kuasa dan Konstitusi

26 August 2016 |Esai

Kuasa dan Konstitusi

Ihwal kuasa dan konstitusi, nama Machiavelli tib-tiba berkelebat di benak saya. Melihat kelindan kuasa dan konstitusi di...

Jalan Kekasih

11 July 2016 |Puisi

Jalan Kekasih

Puisi-puisi NS   malamku milikmu   Kubaca malam dari bintang-bintang dan desir sunyinya adalah perja...

Puisi NS "(Di) suatu waktu"

07 June 2016 |Puisi

Puisi NS "(Di) suatu waktu"

(Di) suatu waktu Oleh: NS aku ingin membagi teh hangat ini kepadamu yang kuseduh di cangkir warna putih dengan...

(Di) jalan secinta

31 January 2016 |Cerpen

(Di) jalan secinta

Ketika pagi, cahayanya tidak sempurna. Ketika malam, mengakhiri kelelahan dengan sebait mimpi kusam. Maka akulah hidup y...

Puisi-puisi NS 'Tabur persembahan'

28 October 2015 |Puisi

Puisi-puisi NS 'Tabur persembahan'

I. (Di) taman ketika Aku adalah benih yang tumbuh segar Tumbuh elok tanpa seragu debar Tumbuh di tanah jiwamu berbunga...

Apa Rakyat akan Diam Saja

29 June 2015 |Puisi

Apa Rakyat akan Diam Saja

Ketika rakyat telah sendirian….. Ditinggalkan oleh para pemimpinnya Apa tetap rakyat akan percaya pada pemimpinya...

Pesan Semar

17 June 2015 |Cerpen

Pesan Semar

Kamu Semar. Itu bukan takdir kebetulan. Tak pantas kamu berdukacita lantaran perkara keluarga. Bangsamu sedang mengamban...

Puisi Anto Daryanto BnD

02 June 2015 |Puisi

Puisi Anto Daryanto BnD

Negeri  Seolah-olah   Negeri  Seolah-olah Seolah-olah diolah Di olah untuk  seolah-olah Pre...

(Di) hati setetes

29 April 2015 |Cerpen

(Di) hati setetes

Terkurung oleh batas. Aku menahan harap tercambuk cemas. Berdiri di pinggirannya menahan isak. Ribuan sayap cinta membur...

Tahun parodi

04 January 2015 |Esai

Tahun parodi

Jorge Luis Borges melalui pengantar bukunya Sejarah Aib, mengatakan dengan humornya yang khas bahwa “gaya yang dengan se...

Bercermin pada cerpen "Merdeka" karya Putu Wijaya

16 December 2014 |Esai

Bercermin pada cerpen "Merdeka" karya Putu Wijaya

Sastra adalah roh kebudayaan. Ia lahir dari proses rumit dari kegelisahan si penulis atas kondisi ketegangan masyarakat ...

Puisi Maria Thersia Ninis

25 November 2014 |Puisi

Puisi Maria Thersia Ninis

Badan bertanya..

Warung Kopi

22 November 2014 |Cerpen

Warung Kopi

dari tempat ini kami menggigit langit KAWAN saya sempat bersungut-sungut saat tahu parkir di warung kopi ini sekarang b...

Putri Naga

23 October 2014 |Novel

Putri Naga

Prolog - Istana Naga feodalisme, kebebasan, cinta, penghianatan, kekuasaan, mimpiIstana dibangun di atas kekuasaan dan ...

Koen

03 October 2014 |Cerpen

Koen

Oleh: Ranang Aji SP Seorang sipir berkumis tebal mendorongnya ke luar dari pintu utama penjara. Pintu besi bercat g...

Kalbu Maya : Merangkai Damai

20 September 2014 |Puisi

Kalbu Maya : Merangkai Damai

Kau telah membaca sajak kitab dalam isi kepalakuMungkin kau temukan gumpalan sampah,Yang telah berubah rambut putih beru...

Gagak di langit Berlin

11 September 2014 |Cerpen

Gagak di langit Berlin

Oleh: M. Faishal Aminuddin Perang itu mengakhiri sesuatu, tapi tak cukup buat menyudahi segala sesuatu. Tito bersau...

Puisi-puisi NS "Jatuh di simpuhmu (Di)"

08 September 2014 |Puisi

Puisi-puisi NS "Jatuh di simpuhmu (Di)"

Jatuh di simpuhmu (Di)   setelah lelah menyaput terlena mengambang rasa tak tersudahi membelantara nafas bertanya se...

Keaslian kebudayaan

04 September 2014 |Esai

Keaslian kebudayaan

Tulisan ini menanggapi tulisan saudara Ranang Aji SP Atropi dan identitas kebudayaan, Solo Pos edisi 13 Februari 2011,...

Atropi Kebudayaan

04 September 2014 |Esai

Atropi Kebudayaan

Penduduk suku Bakung dari Mahak-Dumuk di pedalaman Pulau Kalimantan dewasa ini sedang dalam proses kehilangan identita...

Tentang Lelaki Itu

01 September 2014 |Cerpen

Tentang Lelaki Itu

Oleh : DS Priyadi Ia hanya lelaki biasa. Ia pun mengalami tua. Ya. Aku adalah saksi. Dan semua orang pun sebenarnya...

(Di) Melirih luruh

26 August 2014 |Cerpen

(Di) Melirih luruh

 Oleh: Ay Beberapa cahaya mungil berterbangan diantara daunan. Begitu malam yang terhampar hampa. Mengingat tidak l...

Sajak Daryanto Bender:  Menjemput Kemerdekaan

16 August 2014 |Puisi

Sajak Daryanto Bender: Menjemput Kemerdekaan

Menjemput kemerdekaan.....Ketika pagi hari masih terbungkus selimut dan terlelap dalam tidur apa itu sebuah kemerdekaan....

Secinta (Di)

15 August 2014 |Cerpen

Secinta (Di)

Secinta, dunia kini mengecil dan sempit. Kurasa demikian. Sejak ruhmu meninggalkan ruhku beberapa waktu lalu. Seperti ki...

Doa dalam mantra

02 August 2014 |Cerpen

Doa dalam mantra

Cerpen oleh: Mas Jiwandono   Karim mempersiapkan segala keperluan untuk pengajian rutin yang diadakan setiap bul...

Sang Banjir dan Bayi

01 August 2014 |Cerpen

Sang Banjir dan Bayi

Oleh: Ranang Aji SP Tiga hari tiga malam langit gelap telah mengguyurkan hujan deras ke kota ini. Hari pertama ...

Puisi Kalbu Maya

21 July 2014 |Puisi

Puisi Kalbu Maya

Luka yang Diabadikan I.    Janji ini, sejauh kita menulis jejak terucapkan di atas bibir purnama Dan jalan ini menangga...

Sajak Sebatang Lisong

03 July 2014 |Puisi

Sajak Sebatang Lisong

Menghisap sebatang lisongMelihat Indonesia RayaMendengar 130 juta rakyatDan di langitDua tiga cukong mengangkangBerak di...

W.S. Rendra : Maskumambang

03 July 2014 |Puisi

W.S. Rendra : Maskumambang

Rendra membaca puisi dalam sebuah acara di Surabaya tahun 2009. Puisinya Maskumambang, adalah renungan tentang bagaimana...

Puisi-puisi Novri Susan

08 May 2014 |Puisi

Puisi-puisi Novri Susan

(Di) solilokui malam   kulihat wajahmu berseri seperti pagi itu ketika cahaya dari timur terbangun dari peradua...

Surat-surat Drupadi*

20 April 2014 |Cerpen

Surat-surat Drupadi*

 Oleh: Yogi Ishabib Seperti anak-anak perempuan pada masanya, aku memimpikan kehidupan yang indah. Aku yang dilahirkan ...

Bunga Teratai di Kaki Gunung Kailaya

08 March 2014 |Cerpen

Bunga Teratai di Kaki Gunung Kailaya

Oleh: Yogi Ishabib Pernah diceritakan, bahwa pada masa yang teramat lampau seorang laki-laki mendaki gunung untuk berte...

Novel: Cinta Menetes  Bag.  3 (Bab Tentang Hati) Karya: Ay

08 March 2014 |Novel

Novel: Cinta Menetes Bag. 3 (Bab Tentang Hati) Karya: Ay

Tentang Hati (Bag. 3) Sudah pukul 2 pagi dini hari waktu Kyoto. Zali belum bisa tertidur. Biasanya pukul sepuluh sudah...

Warna Kalbu

08 March 2014 |Cerpen

Warna Kalbu

Oleh: Retno Ayu Setelah lima tahun kuhabiskan waktu di luar negeri untuk sekolah, kini kuhirup kembali udara kota asalk...

Novel: Cinta Menetes  (Bab Kyoto, Aku Jatuh Cinta Bagian 2) Karya: Ay

03 March 2014 |Novel

Novel: Cinta Menetes (Bab Kyoto, Aku Jatuh Cinta Bagian 2) Karya: Ay

Kyoto, Aku Jatuh Cinta (2)   Kyoto termasuk salah satu kota paling tua dan pernah menjadi ibu kota Jepang sebelum...

Novel: Cinta Menetes  (Bab Kyoto, Aku jatuh Cinta Bagian 1) Karya: Ay

01 March 2014 |Novel

Novel: Cinta Menetes (Bab Kyoto, Aku jatuh Cinta Bagian 1) Karya: Ay

Sudah hampir tiga tahun dia hidup di the City of thousand temples, Kyoto. Namanya Gazali, akrab dipanggil Zali. Satu kat...

Jalan Langit

28 February 2014 |Cerpen

Jalan Langit

Oleh: Retno Ayu Rafni termangu. Hujan begitu deras siang hari ini. Jendela kaca kamarnya berembun. Udara dingin menguy...

Puisi-puisi NS

28 February 2014 |Puisi

Puisi-puisi NS

(Di) Hati Menetes sisa hujan adalah hati yang menetes di dinding-dinding bangunan sepi di antara ranting dan daunan rem...

Hujan, Tarian, Puisi, dan Perempuan

07 February 2014 |Cerpen

Hujan, Tarian, Puisi, dan Perempuan

Oleh: Mohammad Maos Bumi November. Awal hujan. Bumi mulai basah. Saat basah, seperti ada kehidupan baru, kesibukan baru...

Puisi-Puisi Ranang Aji SP

07 February 2014 |Puisi

Puisi-Puisi Ranang Aji SP

53

Sebuah Amsal Debu

06 December 2013 |Cerpen

Sebuah Amsal Debu

DS Priyadi Di ruang yang serba transparan lelaki tua itu berdiri. Aku memanggilnya Han. Ia lahir di pinggiran Pekal...