Menu
Fatma Saifullah Yusuf Raih Penghargaan Certified Public Speaker Kehormatan

Fatma Saifullah Yusuf Raih Pengharg…

Surabaya-KoPi| Istri Waki...

Dari yang tersimpan

Dari yang tersimpan

Catatan Ugo Untoro atas P...

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut panik

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut pani…

Tuban-KoPi| Wakil Gubernu...

Muhammadiyah mendukung proses penegakkan hukum terhadap Setya Novanto

Muhammadiyah mendukung proses peneg…

Jogja-KoPi|Ketua umum PP ...

Peneliti : Mayoritas usaha persusuan dikelola secara tradisional

Peneliti : Mayoritas usaha persusua…

Jogja-KoPi| Peneliti Bida...

Gus Ipul : Industri pariwisata memerlukan infrastruktur yang memadai

Gus Ipul : Industri pariwisata meme…

Surabaya-KoPi| Pembanguna...

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 2017

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 20…

Jogja-KoPi| Bayu Prihanto...

Australia kabulkan gugatan Petani Rumput Laut

Australia kabulkan gugatan Petani R…

Kupang-KoPi|Pengadilan Fe...

Sektor pekerja informal tantangan terbesar target BPJS Kesehatan di 2019

Sektor pekerja informal tantangan t…

Jogja-KoPi|Pakar Jaminan ...

Prev Next

Sajak Daryanto Bender: Menjemput Kemerdekaan

Sajak Daryanto Bender:  Menjemput Kemerdekaan

Menjemput kemerdekaan.....
Ketika pagi hari masih terbungkus selimut dan terlelap dalam tidur apa itu sebuah kemerdekaan.
Ketika pagi hari masih belum tidur dari malam hari karena patuh pada perusahaan apa itu sebuah kemerdekaan.
Ketika pagi hari belum sarapan bahkan tak ada makanan untuk saat ini, nanti, dan besok lagi apa itu sebuah kemerdekaan.
Ketika dari siang hari sampai siang kembali masih begadang bergembira ria apa itu sebuah kemerdekaan........

Menjemput kemerdekaan......
Menjemput kepastian atau menjemput harapan
Kemerdekaan menjadi pertanyaan sekaligus rasa penasaran.

Kemerdekan itu apa merdeka atau kebebasan atau terlepas dari belenggu.
Kemerdekaan bisa menjadi waktu atau sekaligus menjadi tuju.........

Kemerdekaan bisa menjadi nyanyian.
Kemerdekaan bisa menjadi rintihan.
Kemerdekaan bisa menjadi tangisan.
Kemerdekaan bisa menjadi perdamaian.

Menjemput kemerdekaaan seperti menjemput matahari.
Ada kesegaran, kehangatan dan teriknya menjadi semangat dan ketika terbenam tetap menjadi keindahan.
Menjemput kemerdekaan seperti menemukan embun pagi.
Ada tetesan kebeningan...ada warna kejernihan, bening dan jernih menjadi keteduhan hati dan pikiran.
Menjemput kemerdekaan seperti kita ada dipuncak gunung.
Ada keluasan, ada keagungan dan kita bisa mempertemukan bumi serta langit menjadi pertemuan seorang ibu dengan seorang bapak.
Menjemput kemerdekaan seperti kita ditengah-tengah samudera ada keluasan tanpa batas namun masih belum menemukan daratan untuk berpijak......sekedar luas dan bebas namun kita tergantung pada  cuaca dan nahkoda.

Perjalanan dan pertemuan menjadi peristiwa untuk sama-sama menemukan kemerdekaan.
Kemerdekaan menjadi barang mahal karena butuh perjungan panjang dan pengorbanan yang tidak sedikit.
Pertaruhan nyawa....mayat-mayat tergeletak disepanjang jalan....kubangan darah menggenang dan tangisan masih terdengar sampai saat ini adalah untuk menuju kemerdekaan.
Keluarga terputus.....sanak sauadara tidak kembali karena ingin kemerdekaan.

Apa itu merdeka....apa hanya sekedar pekik yang diucapkan lebih 3 kali sebelum melakukan pidato tanpa tahu apa itu merdeka.
Merdeka apa hanya milikmu....apa hanya milik keluargamu...apa hanya milik kronimu.
Jangan kau sakiti kemerdekaan ketika kamu ingin merdeka diri sendiri.

Kemerdekaan perlu kita jemput.....
Kemerdekaan bukan hanya sampai dipintu gerbang.
Kemerdekaan bukan sekedar lagu kebangsaan dan lagu-lagu nasional
Kemerdekaan tidak hanya selesai dengan proklamasi.
Kemerdekaan bukan sekedar ribuan cahaya lilin dan parade doa.

Kemerdekaan, bendera berkibar sepenuh tiang sepanjang masa.
Kemerdekaan, keadilan hukum menjadi jaminan keamanan dan kenyamanan.
Kemerdekaan,  politik menjadi santun dan bervisi kebangsaan bukan sekedar perebutam kekuasaan.
Kemerdekaan, rakyat tidak mudah terprovokasi dan memprovokasi.
Kemerdekaan, keberagaman menjadi kebersaamaan.
Kemerdekaan, agama bukan lagi menjadi panglima namun agama memperkuat nurani dan norma.

Kemerdekaan milik kita semua
Bebas dari bentuk penindasan penguasaan bangsa asing.
Bebas menentukan nasibnya sendiri.
Menjadi bangsa yang berdaulat.

Kemerdekaan menjadi tanggung jawab kita semua.......
Dan kita sama-sama menjemput kemerdekaan.
Menjemput kemerdekaan adalah mau ikut turun tangan terlibat dan peduli dan bangsanya.
Menjemput kemerdekaan bersama-sama dengan semangat menyanyikan nyanyian merah putih
Dan menjemput kemerdekaan mau menambal lobang dan menjahit kembali                                            bernama Indonesia Raya.


Salam Daryanto Bender (Komunitas Negeri Symphony)

back to top