Menu
Pengakuan Baru: Perjanjian RI-Australia 1972 cacat hukum

Pengakuan Baru: Perjanjian RI-Austr…

Kupang-KoPi| Penulis Bu...

AKMIL Magelang manfaatkan lahan tidur untuk pertanian

AKMIL Magelang manfaatkan lahan tid…

Akademi Militer - Gubernu...

Gus Ipul berharap semua terbiasa baca shalawat

Gus Ipul berharap semua terbiasa ba…

  Surabaya-KoPi| Wa...

Perayaan Natal Keluarga Besar UAJY

Perayaan Natal Keluarga Besar UAJY

Sleman-KoPi| Universita...

Teliti isu multikultur dalam film Indonesia

Teliti isu multikultur dalam film I…

Bantul-KoPi| Sejarah pe...

Karwo Dorong Penerapan K3 Hingga Sektor UMKM

Karwo Dorong Penerapan K3 Hingga Se…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Susi Pudjiastuti diminta tegakkan kedaulatan Laut Timor

Susi Pudjiastuti diminta tegakkan k…

Kupang-KoPi|Pembela nel...

Kapolda DIY segera lakukan operasi pasar kontrol harga beras

Kapolda DIY segera lakukan operasi …

Sleman-KoPi|Kepala Pold...

Beberapa pejabat tinggi Polda DIY digeser

Beberapa pejabat tinggi Polda DIY d…

Sleman-KoPi|Polda DIY m...

Pengedar Sabu di Sleman berhasil ditangkap jajaran Polres Sleman

Pengedar Sabu di Sleman berhasil di…

Sleman-KoPi| Satuan res...

Prev Next

Puisi-puisi NS 'Tabur persembahan'

Puisi-puisi NS 'Tabur persembahan'

I. (Di) taman ketika


Aku adalah benih yang tumbuh segar
Tumbuh elok tanpa seragu debar
Tumbuh di tanah jiwamu berbunga rindu
Sebab kamu memberi kehidupan pada hidupku
Sebab aku hidup bersama kehidupanmu

Aku memandangmu sebagaimana kamu memandangku
Menjadi ikatan yang tidak bisa dilepas
Maka doa demi doa menalu-nalu waktu
Waktu yang kuinginkan adalah waktumu

Setiap kulangkah selalu kepadamu

Bukankah itu juga yang hati jadi terpadu
Dulu bukanlah kenangan hampa semata
Menjadi untai kisah memanggil masa berkerlip
Masaku bercumbu masamu
Melahirkan cintaku cintamu

(Surabaya, 11 September 2015)

 

II. Senja di Kota Dili

 

Senja menangkap kegelisahan

yang kusimpan kupendam kukaburkan

berselirih tak lagi lagu mengenang

tergopoh aku mencari-cari di antara terlinang

sependar keindahan

Adalah milikmu seluruhnya aku

semua kekosongan tidak pernah sia-sia

tidak pernah hai kamu sayap-sayap pada jumpa

nanti mengepak sampai di sana

bukan sekeluh mimpi sebab nyata

 

Aku lagi dan lagi tertangkap senja

biarkan saja biarkan saja

cahaya temaram adalah kejujuran setiap luka setiap suka

bahwa mencintaimu tidak bisa disebut tiada

ah selanjutnya saling menjaga

kita

sampai tua

kita

adalah sepasang senja

yang melahirkan  cahaya-cahaya

sebagai pagi bermata kejora

(Dili, 23/10/15)

back to top