Menu
Fatma Saifullah Yusuf Raih Penghargaan Certified Public Speaker Kehormatan

Fatma Saifullah Yusuf Raih Pengharg…

Surabaya-KoPi| Istri Waki...

Dari yang tersimpan

Dari yang tersimpan

Catatan Ugo Untoro atas P...

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut panik

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut pani…

Tuban-KoPi| Wakil Gubernu...

Muhammadiyah mendukung proses penegakkan hukum terhadap Setya Novanto

Muhammadiyah mendukung proses peneg…

Jogja-KoPi|Ketua umum PP ...

Peneliti : Mayoritas usaha persusuan dikelola secara tradisional

Peneliti : Mayoritas usaha persusua…

Jogja-KoPi| Peneliti Bida...

Gus Ipul : Industri pariwisata memerlukan infrastruktur yang memadai

Gus Ipul : Industri pariwisata meme…

Surabaya-KoPi| Pembanguna...

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 2017

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 20…

Jogja-KoPi| Bayu Prihanto...

Australia kabulkan gugatan Petani Rumput Laut

Australia kabulkan gugatan Petani R…

Kupang-KoPi|Pengadilan Fe...

Sektor pekerja informal tantangan terbesar target BPJS Kesehatan di 2019

Sektor pekerja informal tantangan t…

Jogja-KoPi|Pakar Jaminan ...

Prev Next

Puisi-puisi NS 'Tabur persembahan'

Puisi-puisi NS 'Tabur persembahan'

I. (Di) taman ketika


Aku adalah benih yang tumbuh segar
Tumbuh elok tanpa seragu debar
Tumbuh di tanah jiwamu berbunga rindu
Sebab kamu memberi kehidupan pada hidupku
Sebab aku hidup bersama kehidupanmu

Aku memandangmu sebagaimana kamu memandangku
Menjadi ikatan yang tidak bisa dilepas
Maka doa demi doa menalu-nalu waktu
Waktu yang kuinginkan adalah waktumu

Setiap kulangkah selalu kepadamu

Bukankah itu juga yang hati jadi terpadu
Dulu bukanlah kenangan hampa semata
Menjadi untai kisah memanggil masa berkerlip
Masaku bercumbu masamu
Melahirkan cintaku cintamu

(Surabaya, 11 September 2015)

 

II. Senja di Kota Dili

 

Senja menangkap kegelisahan

yang kusimpan kupendam kukaburkan

berselirih tak lagi lagu mengenang

tergopoh aku mencari-cari di antara terlinang

sependar keindahan

Adalah milikmu seluruhnya aku

semua kekosongan tidak pernah sia-sia

tidak pernah hai kamu sayap-sayap pada jumpa

nanti mengepak sampai di sana

bukan sekeluh mimpi sebab nyata

 

Aku lagi dan lagi tertangkap senja

biarkan saja biarkan saja

cahaya temaram adalah kejujuran setiap luka setiap suka

bahwa mencintaimu tidak bisa disebut tiada

ah selanjutnya saling menjaga

kita

sampai tua

kita

adalah sepasang senja

yang melahirkan  cahaya-cahaya

sebagai pagi bermata kejora

(Dili, 23/10/15)

back to top