Menu
Penguatan regulasi konsumsi susu oleh pemerintah sangatlah aneh.

Penguatan regulasi konsumsi susu ol…

Jogja-KoPi| Pemerintah me...

Gap Areal dan Poduktivitas Sebabkan Produksi Gula Nasional Rendah

Gap Areal dan Poduktivitas Sebabkan…

Sleman-KoPi|Produksi gula...

Kawanan perampok minimarket viral di Youtube berhasil ditangkap

Kawanan perampok minimarket viral d…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Operasi patuh Progo 2018 mulai tertibkan pengendara di jalan raya.

Operasi patuh Progo 2018 mulai tert…

Sleman-KoPi| Polda DIY me...

Pengawasan perjokian SBMPTN 2018 akan diperketat.

Pengawasan perjokian SBMPTN 2018 ak…

Sleman-KoPi|Ketua Koordin...

Panlok 46 SBMPTN 2018 berpeluang menerima lebih dari 40.000 pendaftar.

Panlok 46 SBMPTN 2018 berpeluang me…

Sleman-KoPi| Panitia Loka...

KTT APRS ketiga, pembahasan tidak cukup hanya pada perlindungan hutan saja.

KTT APRS ketiga, pembahasan tidak c…

Sleman-KoPi| Gelaran Ko...

Satu kali transaksi, kawanan pengedar pil mendapat keuntungan 15-20 juta.

Satu kali transaksi, kawanan penged…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Rektor UGM: Dosen asing itu baik, namun jangan lupa fasilitas dan lab perlu juga ditingkatkan.

Rektor UGM: Dosen asing itu baik, n…

Sleman-KoPi| Rektor UGM, ...

Prev Next

Puisi-puisi NS 'Tabur persembahan'

Puisi-puisi NS 'Tabur persembahan'

I. (Di) taman ketika


Aku adalah benih yang tumbuh segar
Tumbuh elok tanpa seragu debar
Tumbuh di tanah jiwamu berbunga rindu
Sebab kamu memberi kehidupan pada hidupku
Sebab aku hidup bersama kehidupanmu

Aku memandangmu sebagaimana kamu memandangku
Menjadi ikatan yang tidak bisa dilepas
Maka doa demi doa menalu-nalu waktu
Waktu yang kuinginkan adalah waktumu

Setiap kulangkah selalu kepadamu

Bukankah itu juga yang hati jadi terpadu
Dulu bukanlah kenangan hampa semata
Menjadi untai kisah memanggil masa berkerlip
Masaku bercumbu masamu
Melahirkan cintaku cintamu

(Surabaya, 11 September 2015)

 

II. Senja di Kota Dili

 

Senja menangkap kegelisahan

yang kusimpan kupendam kukaburkan

berselirih tak lagi lagu mengenang

tergopoh aku mencari-cari di antara terlinang

sependar keindahan

Adalah milikmu seluruhnya aku

semua kekosongan tidak pernah sia-sia

tidak pernah hai kamu sayap-sayap pada jumpa

nanti mengepak sampai di sana

bukan sekeluh mimpi sebab nyata

 

Aku lagi dan lagi tertangkap senja

biarkan saja biarkan saja

cahaya temaram adalah kejujuran setiap luka setiap suka

bahwa mencintaimu tidak bisa disebut tiada

ah selanjutnya saling menjaga

kita

sampai tua

kita

adalah sepasang senja

yang melahirkan  cahaya-cahaya

sebagai pagi bermata kejora

(Dili, 23/10/15)

back to top